Ekonomi

5 Juli dalam Sejarah: Jeff Bezos Dirikan Amazon, Jualan Buku Online dari Garasi

Share the knowledge

 

Jeff Bezos, saat masih hanya mengandalkan buku sebagai barang jualannya (gambar dari: https://blog.cake.hr/a-glimpse-at-amazon-ceo-jeff-bezos/dzheff-bezos-o-personalizatsii-v-ecommerce/)

Jeff Bezos, saat masih hanya mengandalkan buku sebagai barang jualannya (gambar dari: https://blog.cake.hr/a-glimpse-at-amazon-ceo-jeff-bezos/dzheff-bezos-o-personalizatsii-v-ecommerce/)

Pada tanggal ini, 1995, seorang pria Amerika keturunan Kuba berjualan buku secara online dari garasi rumahnya. Dia menggunakan nama sungai terpanjang di Amerika Latin sebagai nama usahanya, Amazon.com. Pria ini, Jeff Bezos, yakin, penggunaan internet di masa depan akan pesat.

Keyakinan Bezos tampaknya didukung oleh kenyataan bahwa pada bulan-bulan awal Amazon mulai beroperasi, jumlah pemesan buku dari para pengecernya cukup signifikan. Dalam sebulan, pengecer pemula saja dapat mengirim buku ke 50 negara bagian di Amerika Serikat (AS) dan ke 45 negara di luar AS.

Sesuai moto Bezos, “menjadi cepat besar”,  usahanya yang berbasis di Seattle ini dengan cepat berubah menjadi e-commerce (bisnis secara elektronik) raksasa, yang dalam perkembangannya tak hanya menjual buku, melainkan juga bahan makanan hingga furniture; yang merevolusi cara orang berbelanja. Belakangan, Amazon bahkan memproduksi barang sendiri, termasuk Alexa; suatu alat berbasis kecerdasan buatan.

Lulusan ilmu komputer dan teknik listrik dari Universitas Princeton pada 1986 yang pernah bekerja di industri jasa keuangan di New York ini, setelah menyadari potensi komersial internet dan memastikan bahwa buku akan laku dijual secara online, pada 1994 pindah ke negara bagian Washington tersebut dan mendirikan Amazon.

Dia awalnya menamai bisnisnya Cadabra. Tetapi setelah seseorang salah mendengarnya sebagai “mayat”, Bezos memutuskan menamai ulang bisnis startup-nya dengan nama Amazon.

Postcomended   12 September dalam Sejarah: 23 Orang Tewas dalam Insiden Tanjung Priok

Pada musim semi 1995, Bezos mengundang sekelompok kecil teman dan mantan kolega untuk memeriksa versi beta dari situs Amazon, dan pesanan pertama kali ditempatkan pada 3 April tahun itu untuk buku sains berjudul “Fluid Concepts and Creative Analogies” (Konsep Cairan dan Analogi-analogi Kreatif).

”Ketika Amazon.com ditayangkan ke publik pada Juli 1995, perusahaan tersebut dengan berani menyebut dirinya sebagai “toko buku terbesar di dunia”, meskipun penjualan awalnya dilakukan hanya dari mulut ke mulut dengan Bezos ikut membantu mengumpulkan pesanan dan mengirim paket ke kantor pos.

Kenyataannya, pada akhir 1996 Amazon telah mengumpulkan pendapatan sebesar 15,7 juta dollar AS (sekitar Rp 220 miliar, dan pada 1997 Bezos sudah bisa menjadikan Amazon sebagai perusahaan publik dengan penawaran umum perdana yang mengumpulkan 54 juta dollar AS.

1998 Mulai Menjual Selain Buku

Pada tahun sama, Bezos secara pribadi mengirimkan pesanan perusahaannya sebanyak satu juta buku kepada pelanggan di Jepang berupa buku manual Windows NT dan biografi Putri Diana. Pada 1998, Amazon mulai menjual selain buku, yakni CD musik. Tahun berikutnya, Amazon telah menambahkan lebih banyak kategori produk, seperti mainan, elektronik, dan peralatan.

Postcomended   Aktor Stephen Baldwin Kutip Alkitab Tanggapi Pertunangan Putrinya dengan Justin Bieber

Pada Desember 1999, Amazon telah mengirim 20 juta barang ke 150 negara di seluruh dunia. Di bulan dan tahun itu juga  ezos dinobatkan sebagai “Person of the Year” majalah Time. Pada 2000, perusahaan memperkenalkan layanan yang memungkinkan penjual individu dan pedagang luar Amazon lainnya menjajakan produk mereka sendiri bersama barang-barang Amazon.

Setahun penuh pertamanya hingga 2003, Amazon diketahui tidak membukukan laba, melainkan terus mengeluarkan uangnya untuk melakukan ekspansi bisnis.

Pada 2011, perusahaan mengumumkan telah menjual lebih banyak e-book daripada buku cetak. Di tahun itu juga, komputer tablet Amazon, Kindle Fire, dirilis. Di antara berbagai usaha lain, Amazon meluncurkan layanan komputasi awan pada 2006; suatu studio yang mengembangkan film dan serial TV (2010); dan pasar online untuk karya seni rupa (2013), yang menampilkan karya-karya orisinal seniman kenamaan termasuk Claude Monet dan Norman Rockwell.

Selain itu, Amazon telah mengakuisisi sejumlah perusahaan selama sejarahnya, termasuk toko sepatu online Zappos, situs streaming video game Twitch.tv, dan Kiva Systems; pembuat teknologi otomasi untuk pusat pemenuhan.

Postcomended   Cina Olok-olok Trump Telah Secara Tak Langsung Memajukan Cina

Pada 2015, Amazon melampaui Walmart sebagai pengecer paling berharga di dunia. Dua dekade setelah pendiriannya dan dengan Bezos masih memimpin, nilai pasar Amazon telah mencapai 250 miliar dollar AS. Pada Januari 2018, Bezos menyalip jumlah kekayaan boss Microsoft, Bill Gates, sebagai orang terkaya sejagat.(***/berbagaisumber)


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top