Internasional

5 Juli dalam Sejarah: “Return of Law” Timbulkan Gelombang Imigrasi Yahudi ke Israel

Gelombang imigran Yahudi dari seluruh dunia memasuki Israel setelah Return of Law disahkan, termasuk imigran Yahudi asal Uni Soviet (sumber foto: ifcj.org)

Pada tanggal ini tahun 1994, Jeff Bezos mendirikan Amazon.com. Di tanggal sama, 1977, Jenderal Muhammad Zia-ul-Haq menggulingkan Perdana Menteri Pakistan, Zulfikar Ali Bhutto, melalui kudeta militer. Di tanggal sama, 1950, sejarah mencatat tahapan ketika zionisme semakin menancapkan kukunya di tanah Palestina melalui “Return of Law”. Apa yang terjadi setelah undang-undang ini disahkan?Pembukaan Return of Law (undang-undang pengembalian) ini berbunyi: “Setiap orang Yahudi memiliki hak untuk berimigrasi ke negara ini”. Akibatnya, terjadilah gelombang imigrasi besar-besaran Yahudi ke Israel.

Pada awalnua, sejumlah besar imigran korban Holocaust (hampir 1 dari 3 warga Israel pada 1949) mengalami kesulitan memasuki Israel. Ketegangan tinggi antara Yishuv (orang Yahudi yang telah lama berada di tanah Palestina sebelum Israel didirikan) dan Yahudi imigran, tak dapat dihindarkan.

Namun seiring waktu berjalan, UU ini telah menyebabkan populasi di negara Israel menjadi lebih dari dua kali lipat dalam lima tahun pertama. Setengah dari anggaran nasional Israel pun pergi ke pemukiman-pemukiman imigran, berikut belanja militer di dalamnya.

Postcomended   Beberapa e-Commerce Yang Mulai Berguguran

Pada tahun 1950, Dinas Yahudi memulai program pembangunan “ma’abarot”; kamp-kamp yang murah dan penuh sesak, yang dilengkapi dengan tenda dan beberapa fasilitas modern.

Program pemukiman baru ini juga bertepatan dengan “Operasi Ezra dan Nehemia” yang menerbangkan lebih dari 100.000 orang Yahudi dari Irak pada 1950-1951.

Pada 1954, ketika penduduk Maroko di tanah Palestina tumbuh, pemerintah Israel yang berideologi Zionis merancang suatu cara untuk memungkinkan para imigran bisa melewati ma’abarot (yang terakhir ditutup pada awal 1960-an): mengirim mereka ke desa-desa dan kota-kota di seluruh penjuru negeri yang baru berdiri pada 1948 ini.

Postcomended   Ketakutan Muncul Seiring Tren Penggunaan Teknologi Pengenalan Wajah

Tentu saja gerakan ini ditentang orang Arab dan Palestina. Di sisi lain, banyak orang Yahudi internasional juga tidak menyetujui gerakan ini karena mereka tidak percaya bahwa tanah air nasional itu penting bagi agama mereka.

Salah seorang tokoh berdarah Yahudi yang menolak hijrah ke Israel adalah Noam Chomsky. Pakar linguistik ini bahkan menjadi salah satu penentang utama negeri zionis ini.

Sementara gerakan kontroversial ini terus menghadapi kritik dan tantangan, tidak dapat disangkal bahwa Zionisme; suatu gerakan yang lahir lebih dari seabad lalu, telah berhasil memperkuat populasi Yahudi di Israel.(***/history/MJL)

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top