Israel termasuk negara terbaik bagi kaum gay | Albalad.co Albalad.co Festival gay di Yerusalem pada 2010. (www.haaretz.com)

Israel termasuk negara terbaik bagi kaum gay | Albalad.co Albalad.co Festival gay di Yerusalem pada 2010. (www.haaretz.com)

Pada tanggal ini, tahun 1857, dua fotografer Inggris, Walter Woodbury dan James Page, membuka studio foto di Batavia (Jakarta). Woodbury kini dikenal dengan teknik fotografi Woodburytype. Di tanggal ini juga, 1963, Iran bergolak: Ayatullah Khomeini ditangkap. Tahun 2013, koran Guardian menerbitkan dokumen NSA yang dibocorkan Edward Snowden yang isinya membuat marah dunia. Mundur ke 1981, dunia mencatat ketika Pusat Pengendalian Penyakit AS melaporkan kasus pneumonia yang memengaruhi lima pria gay di Los Angeles, yang menandai ditetapkannya AIDS sebagai epidemi.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), dalam Morbiditas dan Mortalitas Laporan Mingguan (MMWR), untuk pertama kalinya mengungkapkan kasus penyakit baru yang menyerang laki-laki gay, dalam buletin yang diterbitkan 5 Juni 1981.

Laporan tersebut menggambarkan infeksi paru-paru yang langka, Pneumocystis carinii pneumonia (PCP), yang diderita lima pria gay muda yang sebelumnya sehat di Los Angeles, yang semuanya memiliki infeksi yang tidak biasa.

Disebut tidak biasa, karena sistem kekebalan mereka tidak berfungsi. Dua orang di antaranya telah meninggal pada saat laporan itu diterbitkan. Edisi MMWR ini menandai pelaporan resmi pertama atas apa yang kemudian dikenal sebagai “epidemi AIDS”.

Postcomended   Wajib Baca!! Inilah Bahaya Makan Mi Instan Campur Nasi

Informasi pun menyebar cepat. Banyak pembaca mengetahui hal itu setelah membaca laporan di New York Times tentang kasus penyakit Kaposi Sarcoma yang memengaruhi 41 lelaki gay di New York dan California. Dokter mulai membanjiri Centers for Disease Control and Prevention (CDC), AS, dengan laporan kasus serupa.

Pada awalnya, penyakit ini diberi nama “Kekurangan Kekebalan Terkait Gay” (Gay Related Immune Deficiency), yang mengaitkan ke populasi (gay/homoseksual) di mana pertama kali penyakit ini terdeteksi.

Tetapi dalam beberapa bulan, non-homoseksual, termasuk bayi, didiagnosis mengidap penyakit ini juga. Oleh karena itu, pada Juli 1982, CDC mengadopsi istilah Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) sebagai nama resminya.

Kaum gay dianggap rentan HIV/AIDS karena dipengaruhi factor perilaku seks yang kurang tidak sehat seperti seks anal (sodomi), kebiasaan gonta-ganti peran (sebagai “wanita” atau “pria”) dan pasangan, dan stigma yang membuat mereka cenderung menjauhi dari akses ke fasilitas kesehatan.

Pada 1982, sejumlah organisasi sukarela khusus AIDS telah dibentuk, termasuk Yayasan AIDS San Francisco, Proyek AIDS Los Angeles, dan Krisis Kesehatan Pria Gay New York.

Dengan tidak adanya penelitian yang didukung pemerintah dan kampanye informasi publik, organisasi-organisasi ini mulai mengampanyekan perilaku seks yang aman sebagai cara untuk menghindari infeksi.

Postcomended   Forum Merdeka Barat, "Menghitung Dampak Ekonomi Asian Games 2018"

Virus yang menyebabkan AIDS baru terdentifikasi pada 1983. Tahun 1985, Komite Internasional tentang Taksonomi Virus menamai virus ini Human Immunodeficiency Virus (HIV).

Pada fase awal, karena informasi cara penularan yang minim, AS dilanda kecemasan yang mencapai tingkat histeria. Penderita hemofilia termasuk di antara kelompok paling awal yang rawan terkena AIDS, yang menyebabkan peningkatan pengujian suplai darah.

Semakin diketahui juga bahwa AIDS tidak hanya terjadi di AS. Di Uganda dan negara-negara Afrika lainnya, penyakit fatal baru ini dikenal secara lokal sebagai “slim”.

Di negara maju, AS masih memiliki angka kematian HIV tertinggi. Seperti diketahui, sepanjang tahun-tahun awal krisis, Presiden AS, Ronald Reagan (1981-1989) tidak pernah secara terbuka mengucapkan kata “AIDS” sampai tahun 1987.

Hal ini menyebabkan terpeliharanya ketidaktahuan, prasangka, saling menyalahkan, penghindaran, stigma, dan penghinaan dalam kebijakan nasional. Ribuan orang (yang mengidap HIV/AIDS) meninggal karena pengabaian resmi ini. Komunitas LGBT kian sering menghadapi penolakan oleh keluarga, agama, dan pemerintah.

Obat-obatan yang efektif untuk menjaga virus terkendali baru muncul pada pertengahan 1990-an. Penderita HIV yang dirawat, yang mengunjungi dokter secara teratur, diperkirakan mampu hidup normal dan lebih lama.

Postcomended   Festival Europalia: Nyai Ontosoroh Bikin Penonton di Kings Place Inggris Terkesima

Di seluruh dunia, diperkirakan 30-40 juta orang telah meninggal akibat AIDS. Sekitar 35 juta orang di seluruh dunia hidup dengan HIV/AIDS, meskipun setengah dari mereka tidak tahu status HIV mereka.

Di banyak negara, rasa malu dan diskriminasi membuat orang tidak berani melakukan tes dan mencari pengobatan, terlebih lagi biaya pengobatannya sangat mahal.

AS telah berdebat sengit di forum internasional untuk mempertahankan paten terhadap obat-obatan, sehingga menjauhkan upaya penyembuhan dari jutaan orang yang membutuhkannya.(***/onthisday/peoplesworld)

Share the knowledge