Buy me a coffeeBuy me a coffee
Lifestyle

5 Maret dalam Sejarah: Potret Ikonik Che Guevara Dibuat Seorang Fotografer Fesyen

Share the knowledge

 

Ernesto "Che" Guevara dalam foto ikonik yang legendaris karya seorang fotografer fesyen (gambar dari: http://www.famouspictures.org/che-guevara/)

Ernesto “Che” Guevara dalam foto ikonik yang legendaris karya seorang fotografer fesyen (gambar dari: http://www.famouspictures.org/che-guevara/)

Pada tanggal ini tahun 1960, potret yang kemudian menjadi ikonik dan digemari secara lintas generasi yang muncul di berbagai produk mulai poster, kaos, topi, tas, dll, diambil oleh seorang fotografer Kuba, Alberto Korda. Korda mengambilnya di sebuah upacara pemakaman. 

Sang tokoh revolusioner, Ernesto “Che” Guevara, saat itu sedang menghadiri upacara pemakaman 136 orang yang terbunuh ketika sebuah kapal Prancis yang membawa senjata ke Havana disabotase dan diledakkan.

Dilansir laman imaging-resource.com, pada waktu itu kerumunan memenuhi jalanan ibukota Kuba, Havana. Korda ada di sana bekerja untuk koran Revolucion. Saat pemimpin revolusioner Kuba, Fidel Castro berorasi di acara penguburan itu, Korda mendekati pengeras suara (speaker).

Bersama Castro ada pemimpin revolusi lainnya seperti penulis Prancis Jean-Paul Sartre dan Simone de Beauvoir, dan juga Che. Ketika Korda mendekati speaker, dia memperhatikan bahwa Che yang berdiri di belakang panggung, bergerak maju.

“Aku ingat dia menatap kerumunan di jalan ke-23,” kata Korda. Menatap ke atas, dia dikejutkan oleh ekspresi Guevara yang kata Korda menunjukkan “sikap kepala batu” serta kemarahan dan rasa sakit. Dengan menggunakan Leica M2 yang masih sarat dengan film Plus-X dilengkapi lensa telefoto Leica 90mm, Korda berhasil mengambil hanya dua frame –satu vertikal dan satu horizontal– sebelum Che menjauh.

Ketika Korda kembali ke studionya, dia memroses film dan membuat beberapa cetakan untuk Revolución. Untuk foto Che, dia memotong bingkai asli menjadi potret vertikal untuk menghilangkan elemen yang mengganggu.

Postcomended   Galangan Kapal yang Membangun Kapal Titanic Gagal Diselamatkan

Ironisnya, surat kabar tempat Korda bekerja tidak menggunakan gambar Che, melainkan memilih bidikannya terhadap Castro bersama Sartre dan de Beauvoir. Tahun-tahun berlalu, foto itu merana di dinding studio Korda, meskipun dia membuat beberapa cetakan sebagai hadiah kepada teman-teman.

Semua berubah ketika pada suatu hari di awal 1967, seorang penerbit Italia, Giangiacomo Feltrinelli, datang dengan membawa sepucuk surat dari pemerintah Kuba yang meminta Korda untuk membantunya menemukan potret Che.

Korda menunjuk ke cetakan yang tergantung di dinding studio, mengatakan bahwa itu yang terbaik yang pernah diambilnya dari Che. Feltrinelli memesan dua cetakan, dan ketika dia datang untuk mengambilnya pada hari berikutnya, Korda mengatakan bahwa sebagai teman revolusi Feltrinelli tidak perlu membayar untuk itu.

Tak lama kemudian kedua cetakan tersebut mulai menjadi “viral”. Dimulai dari kejadian ketika foto itu muncul di majalah Paris Match pada Agustus 1967 dalam sebuah artikel berjudul “Les Guerrilleros”, tanpa menyebut nama pemotretnya.

Tidak ada tahu sampai hari ini bagaimana majalah itu mendapatkan foto milik Korda itu. Kemudian pada sekitar waktu yang sama, seorang seniman Irlandia bernama Jim Fitzpatrick menggunakan gambar tersebut sebagai model untuk poster warna.

Fitzpatrick mengklaim dia mendapatkan foto itu  dari kelompok anarkis Belanda “The Provos” yang mengatakan mereka mendapat foto dari Sartre. Seharusnya foto itu bias membuat Korda kaya dan terkenal, tetapi ternyata tidak. Dia bahkan nyaris terlupakan selama bertahun-tahun sebagai pemotretnya.

Postcomended   7 Oktober dalam Sejarah: Pebisnis Miskin Ini Patenkan Kertas Karbon

Titik kritis gambar itu terjadi pada Oktober 1967, ketika Che dieksekusi di Bolivia. Demonstrasi pecah di seluruh dunia mengecam pembunuhan itu dan Feltrinelli mencetak ribuan poster Che dan menjualnya kepada pengunjuk rasa.

Foto itu sekarang disebut Guerrillero Heroico, dan selanjutnya muncul pada 1968 di papan iklan kereta bawah tanah New York City sebagai lukisan karya seniman Paul Davis yang mengiklankan majalah Evergreen Review edisi Februari.

Karena Castro tidak mengakui atau menandatangani Konvensi Berne untuk Perlindungan Karya Sastra dan Artistik, baik Korda maupun keluarga Che tidak mendapatkan apa pun dari miliaran reproduksi gambar tersebut. Tanpa perlindungan hak cipta, siapa pun dapat menggunakannya. Semakin foto itu terlihat, semakin banyak digunakan.

Alberto Diaz Gutiérrez, yang lahir di Havana pada 1928, semula merupakan fotografer fesyen, syuting pernikahan, pembaptisan, dan pemakaman. Pada 1953, dia membuka studionya sendiri dan mengubah namanya menjadi Alberto Korda.

Keberhasilan Korda dalam fotografi fesyen berakhir pada 1959 ketika terjadi Revolusi Kuba. Castro dan Che berkuda dengan penuh kemenangan ke Havana pada Januari tahun itu, dan dengan kedatangan mereka Korda, seorang fotografer fesyen berubah menjadi fotografer Revolusi dan teman Castro.

Digunakan Perusahaan Vodka

Postcomended   1 Juli dalam Sejarah: Kejuaraan Wimbledon Tandai Dimulainya TV Warna di Inggris

Pada 2000, Korda menggugat Smirnoff, perusahaan Vodka, karena menggunakan gambar itu dalam sebuah iklan, dengan mengatakan, “Sebagai pendukung cita-cita kematian Che Guevara, saya tidak benci pada reproduksinya oleh mereka yang ingin menyebarkan ingatannya dan penyebab keadilan sosial di seluruh dunia, tetapi saya dengan tegas menentang eksploitasi citra Che untuk mempromosikan produk seperti alkohol, atau untuk tujuan apa pun yang merendahkan reputasi Che.”

Korda menerima penyelesaian di luar pengadilan sebesar 50.000 dolar, yang disumbangkannya ke sistem perawatan kesehatan Kuba. “Jika Che masih hidup, dia akan melakukan hal yang sama,” kata Korda. Tapi kasus itu membuktikan bahwa Korda benar-benar kehilangan kendali atas gambar Che-nya dan segala kegunaannya.***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply


Buy me a coffeeBuy me a coffee
Buy me a coffeeBuy me a coffee
To Top