Napoleon: Hero or Tyrant? – Social Learning Social Learning799 × 504Search by image

Napoleon: Hero or Tyrant? – Social Learning Social Learning799 × 504Search by image

Pada tanggal ini, 222 tahun silam, tepatnya tahun 1795, Napoleon Bonaparte memasuki negerinya di panggung politik Prancis. Dia menjadi terkenal saat berhasil memberantas pemberontakan melawan Konvensi Nasional di Paris dengan apa yang dia sebut “a whiff of grapeshot” (bau amunisi meriam). Peristiwa ini menjadi salah satu tonggak sejarah Revolusi Prancis.

Napoleon, seorang jenderal di Angkatan Darat Prancis tanpa komando, telah direkrut oleh Paul Barras, salah satu pemimpin pemerintahan revolusioner (Pemimpin Eksekutif dari daftar tahun 1795 -1799). Pemberontak yang berjumlah sekitar 20 ribu orang merupakan bahaya nyata bagi proses revolusi tersebut.

Napoleon dan jendral lainnya berhasil merampas meriam yang berada di tangan pemberontak dan memutar balik meriam tersebut menjadi melawan pemberontak, dan dengan “a whiff of grapeshot” memukul mundur serangan pemberontak Royalist (kaum ningrat). Peristiwa ini menjadi tonggak sejarah yang sering dikenal sebagai akhir dari Revolusi Prancis.

Postcomended   17 November dalam Sejarah: Britney Spears Termuda Raih "Walk of Fame", Charlie Sheen Mengaku Positif HIV

Kemampuan Napoleon mengambil alih 40 meriam dan menggunakannya dengan sukses melawan balik pemberontak, membawa ketenaran bagi Napoleon. Dia akhirnya menjadi Konsul Pertama sebelum kemudian menjasi Kaisar Prancis; salah seorang paling terkenal dalam sejarah.

Aksinya pada tanggal 4-5 Oktober membuat Napoleon dijuluki General Vendemiaire, sebuah gelar kemuliaan yang ia kenakan dengan bangga (Catatan: Bulan kalender Republikan Prancis Vendemiaiare setara dengan bulan Oktober, meskipun hari-hari dalam bulan tidak sesuai dengan akun modern kita).

and the Whiff of Grapeshot: Napoleon's First Successes LockerDome1024 × 535Search by image Toulon and the Whiff of Grapeshot: Napoleon's First Successes

and the Whiff of Grapeshot: Napoleon’s First Successes LockerDome1024 × 535Search by image Toulon and the Whiff of Grapeshot: Napoleon’s First Successes

Napoleon Bonaparte adalah tokoh sentral dari peristiwa Revolusi Prancis. Peristiwa yang menyebabkan sistem pemerintahan monarki absolut yang telah memerintah Perancis selama berabad-abad, runtuh dalam waktu beberapa tahun saja.

Postcomended   22 November dalam Sejarah: John F Kennedy yang Dikenal Dekat dengan Sukarno, Ditembak Mati

Rakyat Perancis mengalami transformasi sosial politik yang epik; feodalisme, aristokrasi, dan monarki mutlak, yang kemudian diruntuhkan kelompok politik radikal sayap kiri, oleh massa di jalan-jalan, dan oleh masyarakat petani di perdesaan.

Ide-ide lama yang berhubungan dengan tradisi dan hirarki monarki, aristokrat, dan Gereja Katolik, digulingkan tiba-tiba dan digantikan oleh prinsip-prinsip baru; Liberté, égalité, fraternité (kebebasan, persamaan, dan persaudaraan).

Kondisi ini menularkan ketakutan penggulingan pada monarki lainnya di seluruh Eropa, yang berupaya mengembalikan tradisi-tradisi monarki lama untuk mencegah pemberontakan rakyat. Pertentangan antara pendukung dan penentang Revolusi terus terjadi selama dua abad berikutnya.

Postcomended   6 November dalam Sejarah: Revolusi Iran, Khomeini Naik ke Tampuk Kekuasaan

Dampak dari suksesnya revolusi rakyat Prancis, membuatnkekuasaan kerajaan, aristokrasi, dan gereja, digantikan oleh republik demokratik sekuler dan radikal di bawah Napoleon yang ternyata lebih otoriter dan militeristik.(***/historyandheadlines/wikipedia)

French Revolution | Historians are Past Caring Historians are Past Caring - WordPress.com700 × 604Search by image Histoire des Revolutions Sociale

French Revolution | Historians are Past Caring Historians are Past Caring – WordPress.com700 × 604Search by image Histoire des Revolutions Sociale