Internasional

5 September dalam Sejarah: Olimpiade Munich Nyaris Dibatalkan Alibat Aksi “Black September”

Upacara pembukaan Olimpiade Munich 1972 © Popper Foto via fifa.com

Upacara pembukaan Olimpiade Munich 1972 yang mewariskan kenangan buruk kematian 17 atlet Israel © Popper Foto via fifa.com

Pada tanggal ini, sejumlah peristiwa besar terjadi. Di tahun 1945, Sultan Hamengkubuwono IX dari Yogyakarta dan Pakualam VIII menyatakan kesultanan mereka adalah bagian dari Republik Indonesia. Pada 2005, pesawat Mandala Air tersungkur setelah gagal lepas landas dari Bandara Polonia, Medan, menewaskan 99 di pesawat dan 44 lainnya di darat. Tahun 1972 terjadi peristiwa kelam dalam sejarah Olimpiade ketika 17 atlet Israel dibunuh dalam aksi terorisme.

Olimpiade Musim Panas 1972 di Munich, Jerman, mewariskan sejarah kelam dalam sejarah Olimpiade. Pada tanggal ini, tahun tersebut, 17 anggota kontingen asal Israel terbunuh oleh aksi terorisme akibat imbas suasana politik yang memanas di kawawan Timur Tengah. Akibat insiden tersebut, ajang empat tahunan ini nyaris dibatalkan.

Pertandingan berlangsung lancar sampai minggu kedua, dengan sang tuan rumah, Jerman Barat, mulai merayakan keberhasilan ini. Fakta bahwa terdapat tim dari Israel ikut ambil bagian hanya 27 tahun setelah berakhirnya Perang Dunia II, adalah alasan lain untuk percaya bahwa negara tuan rumah telah bergerak menjauh dari “masa kejayaan” Hitler di masa lalunya.

Postcomended   5 Oktober dalam Sejarah: Revolusi Beberapa Tahun Runtuhkan Monarki Absolut Prancis Berabad-abad

Tak ada yang terlalu menduga bahwa ancaman justru datang dari kawasan israel sendiri.  Ketidakstabilan yang terus berlangsung di Timur Tengah dan meningkatnya terorisme internasional, memuncak pada tanggal 5 September 1972.

Sekelompok teroris Palestina berjumlah delapan orang yang menamakan diri gerakan Black September, kelompok yang diduga terkait organisasi Fatah, masuk ke kampung Olimpiade. Mereka menyeret sebelas atlet Israel dari apartemen mereka, dan menewaskan dua orang selama serangan awal.

Akibatnya, Olimpiade dihentikan untuk satu hari, keputusan pertama dan satu-satunya yang pernah terjadi. Bahkan sempat muncul pikiran untuk membatalkan ajang ini secara keseluruhan. Terjadi kebuntuan 18 jam, saat pasukan keamanan Jerman berusaha mengamankan upaya pembebasan para atlet dan pelatih Israel.

Akan tetapi tuntutan para teroris untuk barter dengan pembebasan dan pengupayaan perjalanan yang aman ke Mesir bagi 234 orang Palestina dan non-Arab yang dipenjarakan di Israel, dan juga tuntutan pembebasan teroris Andreas Baader dan Ulrike Meinhof dari Faksi Tentara Merah Jerman, membuat negosiasi menjadi sulit.

Postcomended   9 Oktober dalam Sejarah: Orang Eropa Pertama Injak Amerika Utara (dan Kontroversinya)

Setelah setuju untuk mengizinkan para teroris dan sandera mereka menaiki pesawat menuju negara Arab yang belum ditentukan, upaya penyelamatan yang gagal di bandara militer Fuerstenfeldbuck menyebabkan kematian semua sandera Israel yang masih hidup, lima anggota Black September, dan seorang perwira polisi Jerman.

Ketiga teroris yang selamat ditangkap, tetapi kemudian dibebaskan oleh otoritas Jerman Barat sebagai bagian dari negosiasi setelah pembajakan pesawat Lufthansa.

Sehari setelah tragedi itu, sebuah upacara peringatan yang dihadiri oleh 80.000 penonton dan 3.000 atlet diadakan di Stadion Olimpiade. Presiden International Olympic Comitee (IOC), Avery Brundage, menyampaikan pidato yang nyaris tidak menyebutkan para atlet yang dibunuh tetapi justru memuji kekuatan gerakan Olimpiade.

Selama upacara peringatan, bendera Olimpiade dan sebagian besar negara pesaing lainnya, dikibarkan setengah tiang atas perintah Kanselir Jerman, Willy Brandt. Namun, sepuluh negara Arab dan Uni Soviet menolak mematuhinya dengan bendera mereka tetap satu tiang penuh. Pada tanggal 6 September, setelah upacara pemakaman, anggota tim Israel yang tersisa mengundurkan diri dari Olimpiade dan meninggalkan Munich.***

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top