Buy me a coffeeBuy me a coffee
Nasional

5 September dalam Sejarah: Kesultanan Yogyakarta dan Pakualaman Nyatakan Bagian dari RI

Share the knowledge

 

Kika: Bung Karno, Bung Hatta, dan Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Ketika Bung Karno dan Bung Hatta diangkat sebagai presiden dan wakil presiden Indonesia, Sri Sultan mengucapkan selamat. (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=iFS-dYxj-3A)

Kika: Bung Karno, Bung Hatta, dan Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Ketika Bung Karno dan Bung Hatta diangkat sebagai presiden dan wakil presiden Indonesia, Sri Sultan mengucapkan selamat. (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=iFS-dYxj-3A)

Pada tanggal ini tahun 1945, Sri Sultan Hamengku Buwono IX dari Kesultanan Yogyakarta dan Pakualam VIII dari kadipaten Pakualaman, menyatakan kesultanan mereka adalah bagian dari Republik Indonesia. Keputusan ini diambil seiring rakyat Yogya yang turut bersemangat menyambut deklarasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Kesultanan Yogyakarta menjadi kerajaan pertama yang menyatakan bergabung dengan Republik Indonesia (RI). Sebelumnya, ketika proklamasi dideklarasikan, Sultan Hamengku Buwono IX dan Pakualam VIII memberikan ucapan selamat kepada Soekarno dan Mohamad Hatta atas terpilihnya mereka sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI.

Postcomended   Freeport Harus Ikuti Aturan, atau Hengkang dari Indonesia

Meskipun status wilayahnya kala itu tidak memungkinkan untuk bersatu dengan Indonesia, aturan hukum dicari demi memenuhi hasrat warga Yogyakarta yang menggelora atas deklarasi kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945.

Kedua wilayah ini di era kolonial berstatus vassal atau negara bawahan, sehingga bertentangan dengan bentuk negara kesatuan. Untuk memungkinkan berintegrasinya kedua wilayah ini, Soekarno memberikan payung hukum khusus kepada Kesultaan Yogyakarta dan Kadipaten Pakualaman sebagai daerah di dalam Indonesia dengan bentuk Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Postcomended   Indonesia Aman! Jetstar Tetap Promosi Bali di Melbourne

Atas perubahan status ini, Sultan Hamengku Buwono IX menjadi Gubernur DIY dan Pangeran Pakualam VIII sebagai wakil gubernurnya. Keduanya bertanggung jawab kepada Presiden Indonesia. DIY disahkan pada 3 Agustus 1950.

Berbeda dengan kepala daerah (gubernur) lain di Indonesia, gubernur DIY memiliki hak istimewa atau status khusus untuk tidak terikat pada periode jabatan atau persyaratan dan cara janji. Namun, dalam menjalankan tugasnya, mereka memiliki wewenang dan tanggung jawab yang sama.

Saat memutuskan berintegrasi dengan RI, Sultan Hamengkubuwono IX dan Pangeran  Pakualam VIII disebut lebih memikirkan keinginan warga Yogyakarta yang begitu gempita turut menyambut kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945. Ini mencerminkan kearifan seorang Hamengku Buwono yang berprinsip bahwa tahta adalah untuk  rakyat.(***/dariberbagaisumber)

Postcomended   Paus Wakatobi yang Mati dengan Sandal Jepit di Perut, Picu Kemarahan Warganet Mancanegara

 

 

 


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply


Buy me a coffeeBuy me a coffee
Buy me a coffeeBuy me a coffee
To Top