Para jagal Hiroshima (foto: Wikipedia)

Pada tanggal ini tahun 1997, Microsoft membeli saham-saham Apple Computer yang sedang dibelit masalah keuangan seharga 150 juta dolar AS. Pada 1991, Tim Berners-Lee merilis berkas-berkas yang menerangkan idenya mengenai World Wide Web, ide yang semula hanya untuk keperluan pribadinya dalam menyusun arsip-arsip risetnya. Pada tangga ini pula, tahun 1945, Enola Gay membawa mimpi buruk bagi Hiroshima.

1945 – Perang Dunia II: Sebuah bom atom bernama Little Boy dijatuhkan pesawat Amerika, Enola Gay di Hiroshima, Jepang pada pukul 8:16 pagi, dan langsung menewaskan 80.000 orang serta menyebabkan kematian 60.000 lainnya hingga akhir tahun akibat penyakit yang disebabkan bom tersebut.

Warga Hiroshima baru saja memulai akivitas paginya pada tanggal ini tahun 1945, ketika suara raungan Enola Gay memecah langit kota. Tepat pukul 8:16, sebuah bom atom berkekuatan setara dengan 12.500 ton TNT berjuluk Little Boy, dijatuhkan dari pesawat pembom B-29, 1.900 kaki di atas satu rumah sakit di kota yang terletak di pulau terbesar di Jepang ini, Honshu.

Postcomended   Uber Indonesia Terbelit Kasus Suap kepada Polisi

Beberapa menit kemudian, hantaman bom menghancurkan kota ini dan menewaskan 80.000 warganya di tempat, dengan sekitar 35.000 lainnya terluka. Pada akhir tahun, jumlah warga yang tewas bertambah 60.000 sebagai dampak luka dan radiasi bom tersebut.

Little Boy memiliki beberapa prasasti yang ditulis pada cangkangnya, salah satunya berbunyi “Salam kepada Kaisar dari orang-orang Indianapolis; nama kapal laut yang mengangkut bom ke kepulauan Mariana yang terletak di antara Hawaii dan Filipina.

Presiden Amerika Serikat (AS), Harry S. Truman, yang kecewa dengan tanggapan Jepang terhadap tuntutan Konferensi Potsdam untuk penyerahan tanpa syarat, membuat keputusan untuk menghukum Jepang menggunakan bom atom. Tujuan Truman membom Hiroshima agar Jepang takut pada kehancuran lebih lanjut sehingga memaksa Jepang menyerah dan mengakhiri perang.

Hiroshima sengaja dipilih karena memiliki komunitas urban yang besar dan sarat instalasi militer dan industri. Karakter geografisnya juga memungkinkan ledakan bom dimaksimalkan secara efektif. Angkatan Udara AS setuju untuk menghentikan pemboman konvensional atas Hiroshima, dan “memilih” membom atom kota ini dengan alasan agar efek ledakan bisa diukur secara akurat.

Postcomended   Pemimpin Sekte Aum Shinrikyo Akhirnya Digantung

Maka, pada 5 Agustus, sementara pengeboman “konvensional” di seluruh Jepang sedang berlangsung,  Si “Anak Kecil” diangkut ke Pulau Tinian di Kepulauan Mariana. Lima setengah jam kemudian, “Little Boy” dijatuhkan.

Dari 90.000 bangunan di Hiroshima, hanya 28.000 yang tersisa setelah pemboman. Lebih dari 90% dokter di Hiroshima dan 93% perawatnya terbunuh. Sebanyak 30% populasi Hiroshima tewas seketika, dengan sekitar 30% lebih mengalami luka.

Ada begitu banyak kebakaran spontan yang terjadi akibat bom yang membuat awak Enola Gay berhenti mencoba menghitungnya. Dilansir laman History, seorang awak Enola Gray berkomentar, “Ini sangat luar biasa. Sungguh melegakan itu berhasil.”

Perdebatan setelah perang berpusat di sekitar apakah menjatuhkan bom di Hiroshima diperlukan untuk memenangkan perang, dengan para sarjana dan sejarawan terbagi dalam dua kubu. Juga ada kecaman atas bom kedua yang dijatuhkan di Nagasaki dan kebutuhannya.(***/history.com)

Share the knowledge