Picture of exiled Muslim leader Ayatollah Khomeini overshadows huge anti-Shah demonstration at the Shayah monument commemorating 25 years of the monarch’s rule and symbol of his power, Dec. 10, 1978, in Tehran. An estimated one million people filed peacefully through the city chanting support for their spiritual leader, and calling for the end of the Shah’s rule. (AP Photo/Michel Lipchitz)

Tak mampu membendung gelombang ekstremisme keras di bawah Ayatollah Rohullah Khomeini, hari ini tahun 1979, Perdana Menteri Iran Mehdi Bazargan mengundurkan diri; meninggalkan Ayatollah Khomeini dan Dewan Revolusi berkuasa. Peristiwa ini menyusul rentetan peristiwa sejak 1978 yang mengarah pada kekecewaan warga Iran terhadap kepemimpinan Shah Mohammed Reza Pahlevi yang otoriter dan korup. Demonstrasi dan kerusuhan mengguncang Iran pada tahun itu. Kondisi ini berhasil memaksa Pahlevi melarikan diri ke Mesir pada 16 Januari 1979.

Kosongnya kekuasaan di negeri para Mullah ini mendorong tokoh revolusioner Iran, Ayatollah Rohullah Khomeini, kembali ke Iran sebulan setelah Pahlevi melarikan diri, setelah 14 tahun diasingkan rezim Pahlevi.

Postcomended   23 November dalam Sejarah: Pink Floyd Rilis "The Wall", Freddie Mercury Umumkan Idap AIDS

Khomeini adalah anak seorang sarjana agama Islam dan di masa mudanya dia menjadi penghapal Alquran. Dia adalah seorang Syiah; cabang Islam yang dipraktikkan oleh mayoritas orang Iran. Dia sSmeorang ulama taat, yang bangkit dengan mantap dalam hierarki Syiah yang informal dan menarik banyak murid.

Khomeini dipenjarakan Shah Reza karena menyerukan penggulingan Shah dan pendirian negara Islam. Tahun 1963, Shah memenjarakannya, yang menyebabkan terjadinya kerusuhan pada 1978.

Shah Reza yang berkuasa sejak 1941, memeluk banyak gagasan Barat. Pada 1963 dia meluncurkan “Revolusi Putih”, program reformasi yang antara lain menyerukan redistribusi tanah, persamaan hak perempuan, dan reformasi modern lainnya. Khomeini secara terbuka mengutuk program westernisasi ini.

Pada 22 Oktober 1979, dalam pengasingannya, Shah diizinkan memasuki Amerika Serikat (AS) untuk perawatan penyakit kankernya. Mahasiswa Iran geram. Dua hari sebelum Mehdi mengubdurkan diri, yakni pada 4 November 1979, mahasiswa Iran berdemonstrasi di luar kedutaan AS di Teheran.

Mereka menyerbu kedutaan dan menyandera 90 orang termasuk 66 orang Amerika. Para siswa menuntut ekstradisi Shah dari AS. Ayatollah Khomeini mengeluarkan pernyataan dukungan untuk aksi mahasiswa itu.

Postcomended   Riz Ahmed, Muslim dan Asia Pertama yang Memenangkan Emmy Awards

Pada 7 November 1979, Presiden AS Jimmy Carter, mengirim mantan Jaksa Agung Ramsey Clark dan direktur staf Komite Intelijen Senjata William Miller ke Iran untuk menegosiasikan pembebasan sandera tersebut.

Ayatollah Khomeini yang secara de facto telah menjadi pemimpin Iran, menolak bertemu dengan mereka. Carter tak kehabisan akal. Pada 14 November 1979 dia memerintahkan aset Iran di bank-bank AS dibekukan.

Khomeini kelimpungan juga. Dia pun memulai dengan memerintahkan pembebasan sandera perempuan Afrika-Amerika tiga hari kemudian. Mereka dibebaskan pada tanggal 19 dan 20 November, sehingga jumlah sandera AS menjadi 53 orang.

Pada 4 Desember 1979, Dewan Keamanan PBB mengeluarkan sebuah resolusi yang menyerukan agar Iran membebaskan para sandera tersebut. Iran bergeming, hingga memaksa Carter pada 7 April 1980 memotong hubungan diplomatik dengan Iran, mengumumkan sanksi lebih lanjut, dan memerintahkan semua diplomat Iran untuk meninggalkan AS.

AS terus berupaya membebaskan warga negaranya yang disandera. Namun nahas tak dapat ditolak, pada 25 April 1980, delapan tentara AS terbunuh saat helikopter mereka bertabrakan dengan sebuah pesawat terbang dalam upaya yang gagal untuk menyelamatkan para sandera.

Di tengah tarik menarik kekuatan itu, Shah meninggal karena kanker di Mesir pada 27 Juli 1980.

Postcomended   17 November dalam Sejarah: Britney Spears Termuda Raih "Walk of Fame", Charlie Sheen Mengaku Positif HIV

Tanggal 12 September 1980, Ayatollah Khomeini menetapkan syarat baru untuk membebaskan para sandera, termasuk kembalinya kekayaan Shah dan aset Iran. Hingga kemudian AS dan Iran menandatangani sebuah kesepakatan pada 19 Januari 1981, untuk membebaskan para sandera dan mencairkan aset Iran.

Pada 20 Januari 1981, ke-52 sandera (satu telah dilepaskan lebih dulu karena sakit) dilepaskan dan diterbangkan ke Wiesbaden Air Base di Jerman (***/CNN/Britanica/FinacialTimes)