6 November dalam Sejarah: Sumur Minyak Kuwait yang Dibakar Irak, Dipadamkan untuk Terakhir Kalinya

Internasional
Share the knowledge

Sumur-sumur minyak yang dibakar pasukan Irak (sumber gambar: 25thraoc.wordpress.com)
Sumur-sumur minyak yang dibakar pasukan Irak (sumber gambar: 25thraoc.wordpress.com)

Pada tanggal ini tahun 1915, pemerintahan penjajahan Hindia Belanda melakukan penerbangan militer pertama di Tandjong Priok. Tanggal ini, 1962, juga menjadi tonggak penghapusan perbukaan di Arab Saudi. Seusai pasukan invasi Irak dipukul mundur di kawasan Kuwait, sumur-sumur minyak yang sengaja dibakar Irak berusaha dipadamkan. Hari ini, sumur terakhir yang terbakar berhasil dipadamkan, melebihi ekpektasi.

Pada tanggal ini, 1991, penguasa Kuwait yang mengempu ratusan sumur minyak di wilayah kekuasaannya yang mengalami kebakaran, mendapat kehormatan menutup kebakaran sumur minyak terakhir. Dengan satu jentikan saklar dari satu tenda yang dibangun di tengah lading minyak gurun, Emir Kuwait, Sheik Jabir Ahmed Sabah, mengoperasaikan alat yang dapat menyedot minyak dan  mengurangi nyala api ke segumpal asap di sumur terakhir yang terbakar.

Laman Washington Post melaporkan, sumur terakhir itu merupakan satu dari sekitar 650 sumur minyak Kuwait sengaja dibakar pasukan Irak saat mereka dipukul mundur pasukan sekutu yang dipimpin Amerika Serikat (AS). Pembakaran sumur-sumur minyak itu dilakukan pasukan Irak dalam upaya menghancurkan infrastruktur minyak Kuwait dan memperlambat laju pasukan sekutu.

Postcomended   Pembekuan HATI Bukti bahwa Radikalisme Menyebar di ITB

Pemadaman kebakaran sumur terakhir ini secara dramatis menghentikan kebakaran di ratusan sumur minyak yang semula diprediksi akan memakan waktu tiga tahun lebih, namun ternyata dapat diakhiri dalam delapan bulan.

Awal 1990, setelah pertikaian yang berlangsung lama dengan negara tetangganya, Kuwait, tentara Saddam Hussein menyerbu negara itu. Saddam menuduh Kuwait melakukan pengeboran miring ke ladang minyak Rumaila Irak, dan kemudian dari kelebihan minyak di luar batas perjanjian OPEC, menyebabkan penurunan harga minyak dunia.

Ini adalah awal dari Perang Teluk, ketika AS memimpin sekutu memukul mundur sekaligus maju ke Irak. Dilansir laman RCI, pasukan Irak itu seraya mundur juga membakar sumber-sumber minyak baik yang berupa sumur, kolam, hingga parit-parit minyak, dalam upaya menghancurkan infrastruktur minyak Kuwait dan memperlambat laju sekutu.

Sampai taraf tertentu upaya Irak itu berhasil, tetapi kebakaran lebih dari 600 sumur dan kolam minyak itu telah menciptakan bencana lingkungan yang berproporsi epik. Ini mendatangkan rezeki untuk perusahaan-perusahaan kontraktor dunia, karena telah memaksa negeri petrodollar itu mendatangkan pakar sumur minyak untuk memadamkan api.

Postcomended   Aplikasi Kencan Gay Jadi Korban Terbaru Ketegangan AS-Cina

Pada awalnya empat perusahaan besar AS dikontrak dan beberapa dari negara lain termasuk Kuwait sendiri. Upaya ini akhirnya berujung ke perusahaan SafetyBOSS. Perusahaan asal Kalgari, Kanada, ini, disebut memadamkan api paling banyak, termasuk yang terakhir.

Meskipun pemadaman sumur-sumur minyak itu melebihi harapan dalam hal waktu, namun upaya SafetyBOSS sempat diperlambat banyaknya ranjau darat yang ditanam di sekitar lokasi yang harus dibersihkan terlebih dahulu pada tingkat bahaya yang tinggi.

Beberapa metode digunakan oleh perusahaan ini untuk memadamkan api, termasuk dengan memompa besar-besaran air laut dari Teluk dengan membalikkan aliran pipa minyak. Upaya lainnya termasuk menggunakan bahan peledak dengan harapan ada gelombang tekanan mendadak untuk meniup api agar padam, hingga mengerahkan pesawat jet tempur.

Perusahaan Kanada ini, seperti disebut di laman RCI, berhasil menutup 180 dari sekitar 600 sumur dengan cepat, membuat perusahaan lain tidak bisa menandinginya. Kebakaran, yang diperkirakan akan berlangsung selama tiga hingga lima tahun, dipadamkan dalam hitungan bulan.***

Postcomended   Inilah 10 Peninggalan Islam yang Masih Berlaku Sampai Saat Ini

 


Share the knowledge

Leave a Reply