Anwar Sadat (https://myhero.com/images/guest/g211775/hero52779/g211775_u65895_anwar-sadat_kennerly_.jpg)

Pada 6 Oktober 1981, sebuah parade kemenangan diadakan di Kairo untuk memperingati ulang tahun kedelapan Terusan Suez. Parade tersebut dipimpin Presiden Mesir, Anwar Sadat. Dia dilindungi empat lapis keamanan dan delapan pengawal. Selain itu, parade tentara seharusnya aman karena adanya peraturan pertarungan amunisi.

Ketika jet-jet Mirage Angkatan Udara Mesir terbang di atas kepala, mengalihkan perhatian kerumunan, tentara Angkatan Darat Mesir dan truk-truk pengangkut artileri, diiringi satu truk berisi regu pembunuhan, yang dipimpin oleh Letnan Khalid Islambouli.

Saat melewati tribun, Islambouli memaksa pengemudinya dalam todongan senjata untuk berhenti. Para pembunuh turun dan Islambouli mendekati Sadat dengan tiga granat tangan tersembunyi di bawah helmnya. Sadat berdiri untuk menerima hormatnya.

Keponakan Anwar, Talaat El Sadat, mengatakan, Presiden mengira pembunuh yang mendekatinya itu adalah bagian dari pertunjukan bahkan ketika mereka mendekati tribun dan menembaki. Jadi, kata Talaat, Sadat berdiri untuk memberi hormat kepada mereka.

Postcomended   Kemesraan Trump dan Putin Patahkan Hati Pemberontak Suriah

Islambouli melemparkan semua granatnya ke Sadat, namun hanya satu yang meledak. Gerombolan pembunuh lainnya beranjak dari truk, dan tanpa pandang bulu menembakan senapan serbu AK-47 ke tribun. Setelah amunisinya habis mereka berusaha melarikan diri.

Sadat pun jatuh ke tanah. Para undangan melemparkan kursi di sekelilingnya untuk berlindung dari hujan peluru. Serangan berlangsung sekitar dua menit. Sadat dan sepuluh lainnya terbunuh.

Pasukan keamanan sempat tertegun namun bereaksi dalam waktu 45 detik. Salah satu penyerang terbunuh, tiga lainnya luka-luka untuk kemudian ditangkap.

Sadat diterbangkan ke sebuah rumah sakit militer, di mana sebelas dokter mengoperasi dia. Dia meninggal hampir dua jam setelah dibawa ke rumah sakit.

Kematian Sadat disebabkan guncangan saraf yang keras dan pendarahan internal di rongga dada, di mana paru-paru kiri dan pembuluh darah utama di bawahnya robek.

Postcomended   Serat, Susu, dan Air, Satukan Islam dan Yahudi

Selain Sadat, sebelas lainnya terbunuh, termasuk duta besar Kuba, seorang jenderal Oman, seorang uskup Koptik Ortodoks dan Samir Helmy, kepala Badan Pemeriksa Keuangan Mesir (CAA). Dua puluh delapan terluka, termasuk Wakil Presiden Hosni Mubarak, Menteri Pertahanan Irlandia James Tully, dan empat perwira penghubung militer AS.

Pembunuhan tersebut diketahui dilakukan oleh anggota Jihad Islam Mesir. Sebuah fatwa yang menyetujui pembunuhan tersebut telah diperoleh dari Omar Abdel-Rahman, seorang ulama yang kemudian dinyatakan bersalah di AS karena perannya dalam pemboman World Trade Center tahun 1993.

Islambouli dan pembunuh lainnya diadili, dinyatakan bersalah, dijatuhi hukuman mati, dan dieksekusi oleh regu tembak pada April 1982.

Mengapa Islambouli membunuh Anwar Sadat? Sadat adalah pemimpin Arab pertama yang mengakui negara Israel sejak dibentuk pada 1948. Pada September 1978, dia bertemu dengan Perdana Menteri Israel, Menachem Begin, di Amerika Serikat.

Mereka menegosiasikan sebuah kesepakatan damai dan disusul sebuah perjanjian damai pada 1979. Para pemimpin dalam perjanjian damai ini kemudian mendapatkan Hadiah Nobel Perdamaian bersama.

Postcomended   Wacana "Peluru Darah Babi" Donald Trump, dan Kengerian Muslim pada Babi

Namun upaya Sadat tidak begitu diakui di dunia Arab. Negara-negara Arab lalu memboikot Mesir karena dianggap melanggar barisan dengan menegosiasikan sebuah perjanjian terpisah dengan Israel.(***/rarehistoricalphotos.com)