Tempo edisi perdana setelah dibredel empat tahun (sumber foto: https://www.tokopedia.com/lapakmainstream/tempo-edisi-perdana-oktober-1998-pemerkosaan-cerita-fakta)

Tempo edisi perdana setelah dibredel empat tahun (sumber foto: https://www.tokopedia.com/lapakmainstream/tempo-edisi-perdana-oktober-1998-pemerkosaan-cerita-fakta)

Pada tanggal ini tahun 2012, Paolo Gabriele, kepala Pelayan Paus Benedikktus XVI divonis bersalah membocorkan dokumen rahasia Vatikan yang dikenal dengan VatiLeaks. Dua tahun sebelumnya, Kevin Systrom and Mike Krieger yang baru saja dikabarkan mundur dari Instagram, meluncurkan situs berbagi foto ini. Pada 1981, Presiden Mesir, Anwar Sadat, dibunuh. Dibredel pemerintah Orde Baru selama 4 tahun, pada 1998 majalah Tempo terbit kembali. 
Setelah dibredel rezim Orde Baru (Orba) pada 1994, Majalah berita mingguan Tempo terbit kembali 6 Oktober 1998. Edisi Perdana kembali ini berjudul “Pemerkosaan: Cerita dan Fakta”, yang dikaikan dengan peristiwa kerusuhan SARA pada Mei 1998.

Postcomended   Harta Korupsi Djoko Susilo yang Belum Disita Rp 51 Miliar

Dikutip dari Exposure, Journal of Advanced Communication, Februari 2012, edisi perdana ini laku keras di pasaran. Sirkulasinya mencapai sekitar 200 ribu eksemplar. Wartawan yang sempat berpencar ke berbagai media lain, bergabung lagi.

Ketika Tempo dibredel pada 1994 bersama Detik –yang kini bertransformasi menjadi Detik.com, dan majalah berita mingguan lainnya, Editor, yang tidak terbit lagi, aksi protes digelar berbagai kalangan mulai mahasiswa, ahli hukum, seniman, intelektual, wartawan, hingga rakyat biasa.

Mereka menolak pencabutan Surat Izin Usaha Penerbitan Pers (SIUPP) ketiga media tersebut yang dikeluarkan Menteri Penerangan era Orde baru, Harmoko, pada 21 Juni 1994.

Postcomended   5 Oktober dalam Sejarah: Revolusi Beberapa Tahun Runtuhkan Monarki Absolut Prancis Berabad-abad

Tempo kemudian melakukan penelitian mengenai penyebab majalah ini dibredel, yang kemudian dimuat dalam rubrik investigasi di edisi awal terbit, dan menyimpulkan bahwa pembredelan ini terjadi setelah Tempo menerbitkan Laporan utama berjudul “Habibie dan Kapal Itu” edisi no.15/XXIV/19 Juni 1994.

Laporan itu menginvestigasi skandal pembelian kapal-kapal bekas dan rongsokan asal Jerman Timur, yang mengritik kebijakan bikinan Menristek BJ Habibie dan Presiden Soeharto. Pada 1996, Tempo sempat terbit secara gerilya lewat Tempointeraktif.com (sekarang Tempo.co) yang isinya boleh diunduh dan diperbanyak.***

Share the knowledge