Ekonomi

6 September dalam Sejarah: 18 dari 260 Awak Kapal Magellan Tiba di Spanyol, Tanpa Sang Tuan

Share the knowledge

https://bcl.wikipedia.org/wiki/Ferdinand_Magellan

Ferdinand Magellan (sumber foto: bcl.wikipedia.org)

Keliling dunia di abad ke-16 bukan perkara mudah, jika tak ingin disebut perjalanan mencari kematian, terlebih jika membawa misi mencari kekayaan (gold), kejayaan (glory), dan menyebarkan agama (gospel). Pada tanggal ini tahun 1522, dari 260 awak kapal armada misi keliling dunia yang dipimpin Ferdinand Magelhaens, hanya 18 awak (ada juga yang menyebut 21) dengan satu kapal yang berhasil pulang dengan selamat ke Seville, Spanyol, tanpa sang Tuan.

Pada 10 Agustus 1519, lima kapal dengan 260 (atau 270) pria yang dipimpin Magelhaens atau yang juga dikenal dengan Magellan, meninggalkan Spanyol. Laman History menyebut perjalanan keliling dunia pertama ini sebagai bagian dari upaya epik untuk menemukan rute barat ke Hindia Timur, atau Indonesia saat ini, yang kaya rempah.

Sebagai pimpinan armada, Magellan sering disebut sebagai orang pertama yang berhasil mengelilingi dunia. Namun kenyataannya dia sendiri tewas di Filipina. Sementara itu di antara ke-18 yang berhasil kembali ke Spanyol sebagai orang-orang pertama yang berhasil mengelilingi dunia,  terdapat nama Antonio Pigafetta.

Pigafetta adalah seorang bangsawan muda Italia yang menjadi sukarelawan awak kapal. Dia telah bergabung dengan ekspedisi Magellan tiga tahun sebelumnya, dan menjadi asisten Magellan dalam perjalanan ke Kepulauan Maluku tersebut.

Laman History juga mencatat bahwa ada nama Juan Sebastian Elcano di antara awak yang selamat. Elcano adalah seorang pelaut Basque. Dia disebutkan menguasai ekspedisi setelah kematian Magellan pada 1521 dan menjadi kapten kapal satu-satunya yang bertahan itu, Victoria, dalam perjalanan kembali ke Spanyol.

Dari lima kapal, hanya Victoria yang selamat kembali ke Spanyol. Sisanya, kapal Santiago terkoyak, San Antonio menyusul, Concepcion terbakar, dan Trinidad ditinggalkan.

Postcomended   3 Juni dalam Sejarah: Legenda Tinju Dunia, Muhammad "The Big Mouth" Ali, Meninggal Dunia

Kembali dengan kapal Victoria, membawa pengalaman spektakuler mengenai petualangannya, Pigafetta menulis –sambil berharap menerima imbalan tak sedikit dari Gubernur Rhodes, Spanyol– yang kemudian dibukukan dengan judul “Magellan’s Voyage”. Dia menceritakan dengan jernih tentang keajaiban suatu “dunia baru”; dunia yang berisi penduduk asli, tanaman (rempah-rempah), makanan, dan hewan laut dan darat.

Buku yang memukau dunia Barat ini berisi pengantar, peta, catatan yang luas, dan bibliografi. Pigafetta memberi perhatian khusus pada geografi dan bahasa orang-orang yang ditemuinya; yang menghasilkan 23 peta dan beberapa daftar kata dari bahasa-bahasa tersebut.

Pelaporan ekspedisinya yang terperinci, lengkap, menjadikan narasinya ini suatu dokumen geografis terpenting dan paling berharga dari pelayaran. RA Skelton (1906-1970), editor dan penerjemah buku ini yang bekerja di Departemen Buku Cetakan Museum Inggris, dalam pendahuluannya menulis, Pigafetta telah merekam setiap hari semua hal yang terjadi dalam perjalanannya.

Skelton menyebutkan, seperti dilaporkan laman Essaydaily, observasinya tajam, interpretasinya simpatik, dan mengisahkan pengalamannya secara komunikatif dan ekspresif, yang memungkinkannya menghasilkan salah satu dokumen paling luar biasa dalam sejarah penemuan geografis dan etnologi.

Postcomended   Demi Kesehatan Mental, Instagram Sembunyikan Ikon "Likes" di Sejumlah Negara

Selain pengalaman pertempuran dan manuver angkatan laut dan militer, Pigafetta dengan setia mendokumentasikan tumbuhan dan hewan, tata krama dan adat istiadat, bahasa dan geografi tanah dan laut yang belum pernah dilihat oleh orang Eropa.

Apa yang dilakukan oleh Magellan dan rombongannya, dan apa yang dilihat dan direkam oleh Pigafetta dengan baik, berhasil mengubah selamanya konsep Barat tentang dunia dan memperluas pengetahuan tentang hal itu.

Cendekiawan Theodore Cachey Jr, mengagumi bagaimana Pigafetta dalam jurnalnya itu sanggup menciptakan kembali momen-momen baru serta rasa kagum yang segar pada halaman-halamannya untuk pembaca. Cachey menikmati bagaimana Pigafetta menulis; bertanya-tanya pada tanaman-tanaman di Borneo (Kalimantan) yang “tidak memiliki darah”, tetapi jika seseorang menyentuh mereka, mereka berkerut.

Magellan Terbunuh

Magellan dikisahkan berhasil membawa awak kapalnya menyeberangi Atlantik, melalui selat di Amerika Selatan bagian selatan, dan di atas bentangan Pasifik yang sangat luas. Dalam satu pertempuran dengan penduduk asli di pulau Mactan, Filipina, Magellan terbunuh. Kegagalannya kembali ke negerinya dengan selamat, secara tak langsung menyanggah bahwa dia adalah orang pertama yang berhasil mengelilingi dunia.

Mengenai siapa orang pertama yang berhasil mengelilingi dunia, lama History menulis, para sejarahwan menaruh hormat pada nama Enrique (yang tampaknya bukan nama sebenarnya), seorang budak Melayu yang pernah ditangkap Magelland di Malaka (Malaysia sekarang) dalam perjalanan dia sebelumnya ke Hindia Timur pada 1511.

Postcomended   Rusia Putar Film Elton John, Namun Pangkas Seluruh Adegan Asusila Gay

Enrique disebut menjadi penerjemah ekspedisi keliling dunia Magellan di pulau-pulau Pasifik. Dalam analisisnya History.com menulis, Enrique sebelumnya bepergian ke Barat dengan Magellan dari Asia ke Eropa sebelum bergabung dalam pelayaran melintasi Atlantik dan Pasifik, sehingga pada saat misi tersebut mencapai Asia Tenggara, dia nyaris telah mengelilingi dunia.

Tak lama setelah kematian Magellan di Filipina, suatu wilayah yang hanya berjarak beberapa ratus mil dari titik asalnya di Malaka, Enrique meninggalkan ekspedisi dan menghilang. Jika dia berhasil kembali ke tanah airnya, Malaka, maka Enrique mungkin pantas mendapatkan kredit sebagai orang pertama yang mengelilingi dunia.***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top