Internasional

7 Juni dalam Sejarah: Terjadi “Ping” Internet Pertama dari Amerika Serikat ke Indonesia #SURUHGOOGLEAJA

Pada tanggal ini tahun 1993, pemerintah meresmikan didirikannya Komisi Nasional Hak Asasi Manusia. Di tanggal sama, tahun 1999, Indonesia melaksanakan pemilihan umum pertama di era reformasi setelah 32 tahun di bawah rezim korup Orde Baru. Pemilu yang diikuti 48 partai ini dimenangi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). Di tanggal ini pula, 1994, sejarah internet Indonesia mencatat “ping” pertama dari Amerika Serikat ke Indonesia yang dilakukan Randy Bush.

Tanggal 7 Juni 1994, sejarah mencatat untuk pertama kalinya internet di Indonesia terhubung dengan internet di Amerika Serikat (AS), ditandai dengan “ping” pertama yang dilakukan Randy Bush dari Portland, Oregon, AS. Bush adalah ilmuwan utama di Internet Initiative Jepang, yang oleh Masyarakat Internet juga disebut pelopor dunia internet sehingga dimasukkan ke dalam Internet Hall of Fame pada 2012.

Bush mengirim ping tersebut ke Balai Jaringan Informasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEKnet), sebuah lembaga di bawah Badan Perencanaan Pengembangan Teknologi (BPPT).

Apa itu ping? Ping adalah sebuah program utilitas untuk menguji apakah sebuah komputer terhubung dengan komputer lainnya. Hal ini dilakukan dengan mengirim sebuah paket kepada alamat IP (internet protocol) yang hendak diujicoba konektivitasnya dan menunggu respon darinya.

Keberhasilan ping pertama ke Indonesia itu kemudian dilaporkan ke rekan-rekan di National Science Foundation (NSF), satu agensi milik pemerintahan Amerika Serikat (AS) yang menyokong pendidikan dan penelitian fundamental di bidang sains dan teknologi.

Proses ping ini di dokumentasikan di NSRC.ORG. Laporan sambungan IP pertama ke Indonesia adalah berupa leased line 64 Kbps yang membutuhkan waktu ping dari Amerika Serikat sekitar 750ms.

NSRC adalah organisasi nirlaba yang dibentuk pada 1992, berbasis di Universitas Oregon. Organisasi ini mendukung penyebaran penelitian internet dan jaringan pendidikan di lembaga akademis dan organisasi non-pemerintah di seluruh kawasan Asia Pasifik, Afrika, Amerika Latin dan Karibia, dan Timur Tengah.

NSRC diketahui menerima dana besar dan donasi dalam bentuk barang dari NSF, Google dan Google.org, Cisco, O’Reilly Media, Vint Cerf, Richard M. Karp Foundation, IDRC, Internet Society (ISOC), dan banyak donor institusional dan pribadi lainnya.

Di Indonesia, internet mulai lebih dikenal pada awal 1990-an. Dilansir laman Computesta, saat itu jaringan Internet di Indonesia lebih dikenal sebagai paguyuban network, di mana semangat kerjasama, kekeluargaan & gotong royong sangat hangat dan terasa diantara para pelakunya; sangat beda dengan sekarang.

Pada awal perkembangannya, kehadiran jaringan Internet diprakarsai oleh kelompok akademis/mahasiswa dan ilmuwan yang memiliki hobi dalam kegiatan-kegiatan seputar teknologi komputer dan radio.

Nama-nama seperti Rahmat M. Samik-Ibrahim, Suryono Adisoemarta, Muhammad Ihsan, Robby Soebiakto, Putu Surya, Firman Siregar, Adi Indrayanto, Onno W. Purbo, adalah beberapa pelopor pengembangan internet Indonesia di tahun 1992 hingga 1994.

Perkembangan jaringan Internet di Indonesia dimulai pada pertengahan 1990-an, namun sejarah perkembangannya dapat diikuti sejak era 1980-an, yakni diawali perkembangan kegiatan amatir radio dengan berdirinya Amatir Radio Club (ARC) ITB pada tahun 1986.

Menggunakan pesawat Transceiver HF SSB Kenwood TS430 dan komputer Apple II, belasan mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) berhasil mengaitkan jaringan amatir Bulletin Board System (BBS) dengan server BBS amatir radio lainnya di seluruh dunia.(***/wikipedia/computesta)

Sumber foto: computesta.com

Caption: Dokumentasi data “ping” pertama dari Randy Bush di Portland, Oregon, AS.

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top