Inggris memiliki zaman jahiliyahnya sendiri. Pada tanggal ini, 1913, British House of Commons, bagian dari parlemen Inggris, menolak hak perempuan memilih. Sementara itu rakyat Panama pada 1989, menolak tawaran diktator Manuel Noriega untuk kepresidenannya kembali. Pada 1998, Mercedes-Benz membeli Chrysler seharga 40 miliar dolar AS dan membentuk DaimlerChrysler dalam merger industri terbesar dalam sejarah. Yang ini unik para penelitian Paeleoclimatological, pada 2012 tanggal ini, menyatakan bahwa gas di dalam perut dinosaurus mungkin telah menghangatkan Bumi. Begini ceritanya…

Bagai raksasa berleher panjang, sapi-sapi prasejarah, dinosaurus sauropoda, berkeliaran di area luas di Bumi 150 juta tahun yang lalu. Sama seperti seekor sapi besar, pencernaan mereka dibantu mikroba penghasil gas metana, yang adalah calon kentut mereka.

Para ilmuwan melaporkan temuan ini dalam jurnal Current Biology, 7 Mei 2012. Metana adalah gas rumah kaca yang kuat, dengan sebanyak 25 kali menimbulkan potensi pemanasan iklim seperti halnya karbon dioksida (CO2).

Postcomended   Apple Bakal Luncurkan Beragam Produk Baru pada 12 September 2018

“Sebuah model matematika sederhana menunjukkan bahwa mikroba yang hidup dalam dinosaurus sauropoda mungkin telah menghasilkan cukup metana untuk memiliki efek penting pada iklim Mesozoic,” kata peneliti Dave Wilkinson dari Liverpool John Moores University dalam sebuah pernyataan.

“Memang, perhitungan kami menunjukkan bahwa dinosaurus ini bisa menghasilkan lebih banyak metana daripada semua sumber modern, baik alami maupun buatan manusia, yang disatukan pun,” kata Wilkinson.

Gas metana cukup menjadi faktor penentu pemanasan global modern. Berdasarkan hal ini, para ilmuwan telah bekerja untuk mencari tahu berapa banyak kontribusi metana dari sapi, domba dan hewan pemakan tanaman lainnya. Penyelidikan itu menimbulkan pertanyaan tentang apakah hal sama bisa terjadi di masa lalu.

Wilkinson dan rekan penulisnya, Graeme Ruxton, dari Universitas St. Andrews, bekerja dengan ahli metana, Euan Nisbet, di Universitas London, membuat tebakan tentang bagaimana tingkat emisi gas dari sauropoda dapat menghangatkan atmosfer.

Postcomended   Facebook Ungkap Data Kebocoran Pengguna yang Lebih Besar

Para peneliti menemukan, sauropoda menengah mungkin beratnya sekitar 44.000 pound (sekitar 1.800 kilogram), dan terdapat beberapa lusin dari mereka per kilometer perseginya.

Mereka memperhitungkan bahwa emisi metana global dari sauropoda sekitar 520 juta ton per tahun, sebanding dengan semua emisi metana modern. Tidak seperti emisi CO2 yang berasal dari sumber alam dan juga dari pembakaran bahan bakar fosil, emisi metana sebenarnya telah menurun secara substansial sejak dimulainya Revolusi Industri sekitar 150 tahun yang lalu.

Sebelum Revolusi Industri yang padat bahan bakar fosil, emisi metana kira-kira 200 juta ton per tahun; hewan ruminansia modern, termasuk sapi, kambing, jerapah dan hewan lainnya, mengeluarkan antara 50-100 juta ton metana per tahun.(***/onthisday/reuters)

Share the knowledge