https://s.inyourpocket.com/gallery/160498.jpg

Hari ini, 1917 (dalam kalender Gregorian, atau 25 Oktober dalam kalender Julian), kaum revolusioner Bolshevik merebut kekuasaan di Rusia dari tangan keluarga Tsar. Hari ini, 2017, adalah peringatan seabad revolusi yang dipimpin Vladimir Lenin tersebut. Lenin, yang memiliki nama asli Vladimir Ilyich Ulyanov, kemudian dikenal dengan gagasan Marxisme-Leninisme-nya. Lenin adalah pseudonim yang diambil dari nama sungai di Siberia, Lena. 

Vancouversun menulis, dengan menggunakan kalender Julian, Revolusi Februari, terjadi pada 23-27 Februari 1917, ketika kaum revolusioner di Petrograd (St. Petersburg) menggulingkan Tsar Nicholas II dan membentuk pemerintahan sementara yang terdiri dari berbagai faksi. Revolusi Oktober (25-26 Oktober 1917) menetapkan sebuah pemerintahan Komunis dan menyebabkan terciptanya Republik Sosialis Uni Soviet (USSR).

Revolusi Rusia, dikutip History.com, merupakan salah satu peristiwa politik paling eksplosif abad ke-20. Revolusi yang keras menandai berakhirnya dinasti Romanov dan pemerintahan Imperial Rusia yang sudah berkuasa berabad-abad.

Selama Revolusi Rusia, kaum Bolshevik yang dipimpin Lenin, merebut kekuasaan dan menghancurkan tradisi peraturan Tsar. Kaum Bolshevik kemudian memproklamasikan terbentuknya Partai Komunis Uni Soviet.

Postcomended   Antara Jiwa Korsa Kopassus dan Kebebasan Premanisme

Pada 6 dan 7 November 1917 (atau 24 dan 25 Oktober dalam kalender Julian; itulah sebabnya mengapa peristiwa ini sering juga disebut sebagai Revolusi Oktober), kaum revolusioner kiri ini melancarkan kudeta yang hampir tidak berdarah melawan pemerintah sementara Duma.

Pemerintahan sementara ini telah dirakit oleh sekelompok pemimpin dari kelas kapitalis borjuis Rusia. Lenin malah meminta pemerintah Soviet nantinya akan dipimpin langsung oleh dewan tentara, petani, dan pekerja.

Bolshevik dan sekutunya menduduki gedung-gedung pemerintah dan lokasi strategis lainnya di Petrograd, dan segera membentuk pemerintahan baru dengan Lenin sebagai kepalanya. Lenin menjadi diktator negara komunis pertama di dunia.

Revolusi “Oktober” seolah penuntasan dari Revolusi Februari. Waktu itu para demonstran turun ke jalan Petrograd sambil berteriak minta roti. Demonstrasi didukung kerumunan besar pekerja industri yang mogok. Para pemrotes ini lalu bentrok dengan polisi karena menolak meninggalkan jalanan.

Postcomended   7 Oktober dalam Sejarah: Tahanan Yahudi di Auschwitz Memberontak Ingin Ledakkan Kamar Gas

Pada 11 Maret, pasukan garnisun tentara Petrograd dipanggil untuk memadamkan pemberontakan tersebut. Berbeda dengan Revolusi Oktober yang tidak meneteskan darah, upaya memadamkan pemberontakan menumpahkan darah para demonstran.

Namun, kehidupan yang menekan di bawah kepemimpinan Tsar membuat para pemrotes bergeming. Mereka terus memenuhi jalanan. Tentara pun mulai goyah.

Duma lalu membentuk sebuah pemerintahan sementara pada 12 Maret. Beberapa hari kemudian, Tsar Nicholas melepaskan takhta, mengakhiri berabad-abad pemerintahan Romanov Rusia.

Para pemimpin pemerintahan sementara ini, termasuk pengacara muda Rusia, Alexander Kerensky, membentuk sebuah program liberal yang memenuhi hak-hak seperti kebebasan berbicara, persamaan di depan hukum, dan hak untuk berserikat, mengatur, dan menyerang. Namun mereka menentang revolusi sosial yang keras.

Sebagai menteri perang, Kerensky dalam Duma, memutuskan melanjutkan keterlibatan Rusia dalam Perang Dunia I. Keputusan ini tentu saja sangat tidak populer di kala kondisi pasokan makanan untuk rakyat memburuk.

Postcomended   25 Oktober dalam Sejarah: Film Jagal Legendaris ini Pertamakali Dirilis

Kerusuhan terus tumbuh. Para petani menjarah pertanian. Kerusuhan pangan meletus di kota-kota. Hal inilah yang memicu Lenin dengan partai Bolshevik-nya melakukan Revolusi Oktober.***