Kamp Auschwitz (https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/f/f9/Auschwitz-birkenau-main_track.jpg/275px-Auschwitz-birkenau-main_track.jpg)

Pada 7 Oktober 1944, para tahanan yang ditugaskan pergi ke Krematorium IV di pusat eksekusi Auschwitz-Birkenau, memberontak setelah mengetahui bahwa mereka akan dibunuh.

Sebelumnya, selama berbulan-bulan beberapa wanita Yahudi muda seperti Ester Wajcblum, Ella Gartner, dan Regina Safirsztain, telah menyelundupkan sejumlah kecil bubuk mesiu dari Weichsel-Union-Metallwerke, sebuah pabrik amunisi di dalam kompleks Auschwitz, kepada pria dan wanita di gerakan perlawanan kamp tersebut.

Salah seorang di dalam gerakan itu adalah Roza Robota, wanita Yahudi muda yang bekerja di bidang pakaian di Birkenau. Di bawah pengawasan konstan, para wanita di pabrik mengambil sejumlah kecil bubuk mesiu, membungkusnya dengan kain atau kertas, menyembunyikannya di tubuh mereka, dan kemudian meloloskannya melalui rantai penyelundupan.

Postcomended   Ketika Gajah Mada Menjadi Gaj Ahmada

Begitu menerima bubuk mesiu selundupan itu, Roza Robota kemudian menyerahkannya ke asisten konspirator pemberontakan di Sonderkommando, satu regu khusus tahanan yang dipaksa bekerja di krematorium kamp.

Dengan menggunakan bubuk mesiu ini, para pemimpin Sonderkommando merencanakan untuk menghancurkan kamar gas dan krematorium, dan melancarkan aksi pemberontakan.

Pada 7 Oktober 1944, setelah mengetahui bahwa SS akan melikuidasi sebagian besar regu tahanan yahudi, anggota Sonderkommando di Krematorium IV bangkit dalam pemberontakan.

Postcomended   Pangeran Saudi Gondrong Ini pun Diborgol

Pasukan Hitler tentu saja dengan mudah menghancurkan pemberontakan tersebut. Sekitar 250 tahanan tewas dalam pertempuran tersebut dan para penjaga mengeksekusi 200 lainnya setelah pemberontakan tersebut berhasil ditekan.

Beberapa hari kemudian, SS mengidentifikasi lima mayat wanita, empat di antaranya Yahudi, yang telah terlibat dalam memasok bahan peledak untuk meledakkan krematorium yang digunakan untuk membakar mayat korban pembunuhan Nazi.(***/ushmm.org)