Internasional

8 Oktober dalam Sejarah: Schapelle Corby Ditangkap di Denpasar, Aktor Russel Crowe Ikut Bersuara

Share the knowledge

Schapelle Corby dibopong dua petugas Kementerian Hukum dan HAM Denpasar Bali selama proses persidangannya. (gambar dari: https://www.abc.net.au/news/2017-05-25/schapelle-corby-arrest-trial-prison-parole-deportation-timeline/8507726)

Schapelle Corby dibopong dua petugas Kementerian Hukum dan HAM Denpasar Bali selama proses persidangannya. (gambar dari: https://www.abc.net.au/news/2017-05-25/schapelle-corby-arrest-trial-prison-parole-deportation-timeline/8507726)


Pada tanggal ini, 2004, seorang warga Australia, Schapelle Corby, ditangkap karena membawa 4,1 kg ganja di Bandara Ngurah Rai, Bali. Kasus ini menjadi kontroversial karena warga dan pemerintah Australia membela habis-habisan wanita ini, termasuk aktor Russel Crowe.

Pada tanggal ini, Corby, waktu itu 27, melakukan penerbangan dengan saudara lelakinya dan dua temannya dari bandara Brisbane, transit di Sydney, untuk melakukan perjalanan internasional ke Bali. Mereka akan merayakan ulang tahun saudara perempuannya, Mercedes (Jacinta Stapleton).

Ketika mereka mendarat di Indonesia, petugas bea cukai memeriksa barang-barang mereka dan menemukan tas plastik berisi 4,1 kilogram ganja di dalam tas papan boogie Corby. Ganja sebanyak itu merupakan temuan terbesar yang pernah terjadi di bandara Ngurah Rai, yang dapat membuat Corby dihukum mati.

Dikutip dari CNN, Corby mengaku tidak tahu bagaimana narkoba tersebut bisa berada di dalam kopernya. Dia mengatakan bahwa pasti ada orang yang memasukkan ganja tersebut ke dalam kopernya yang tidak dia kunci.

Postcomended   Mau Keliling Kota Bandung Naik Bandros? Begini Caranya

Namun pihak berwenang Indonesia memiliki keyakinan berbeda. Petugas bea cukai yang berada di bandara mengklaim Corby menolak membuka tas ketika ditanya; klaim yang dibantahnya. Mereka juga mengatakan, Corby  mengakui bahwa ganja itu adalah miliknya.

Corby pun ditangkap dan didakwa melanggar undang-undang anti perdagangan obat terlarang di Indonesia. Dia dipenjara tanpa jaminan sambil menunggu persidangan.

Pada awalnya penangkapannya nyaris tidak diperhatikan oleh media Australia, tetapi begitu foto-foto diterbitkan, itu memicu kegilaan dan menarik perhatian dunia.

Berkembangnya wacana bahwa Corby mungkin korban mafia narkoba yang mungkin saja dapat menimpa setiap wisatawan Australia hanya karena kopernya tidak dikunci, serta prasangka negatif tentang pejabat bea cukai di negara-negara berkembang; warga Australia ramai-ramai membela sang “Ratu Mariyuana” ini.

Laman Sydney Morning Herald (SMH) menyebutkan, (kenyataannya) tidak ada satu pun rekaman kamera keamanan yang direkam di daerah-daerah ini (daerah pergerakan koper Corby selama transit di Sydney) pada pagi  8 Oktober itu, yang diperiksa.

Gambar yang direkam oleh kamera keamanan Qantas, tulis SMH, dihapus setelah sebulan, gambar yang ada di kamera di Piers B dan C, dikendalikan oleh Sydney Airports Corporation, setelah 72 jam. Tidak ada inspeksi tas atau kendaraan untuk memeriksa apa yang dibawa masuk dan keluar dari bandara oleh staf dengan Kartu Identitas Keamanan Penerbangan.

Postcomended   Kapal Berbendera Hong Kong Kandas, Bencana Intip Laboratorium Alam Unesco

Polisi federal Australia berpendapat bahwa apa yang terjadi pada koper Corby adalah (bagian dari) kegiatan kriminal para pengedar narkoba yang menggunakan pelancong yang tidak bersalah sebagai “bagal” (pengangkut).

Dengan kencangnya lobi pejabat Australia, Corby dapat menghindari hukuman mati setelah menerima pengampunan dari Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono. Namun dia tetap dijatuhi hukuman 20 tahun di Penjara Kerobokan yang terkenal di Bali.

Perdana menteri Australia saat itu, John Howard, mengatakan, dia mengerti mengapa orang Australia merasa sangat terlibat kuat pada kasus ini. “Fakta bahwa kita adalah bangsa yang bepergian begitu muda, ini adalah masalah yang menyentuh negara ini secara langsung,” katanya, dilansir CNN.

Aktor Australia, Russell Crowe, ikut mereaksi. “Ketika ada keraguan seperti itu, bagaimana kita sebagai negara bisa berdiri dan membiarkan seorang wanita muda, sebagai orang Australia, membusuk di penjara asing? Itu konyol,” katanya dalam sebuah wawancara dengan stasiun radio Sydney, 2UE.

Pada Mei 2017, Corby dibebaskan dengan status dideportasi. Pihak Kementerian Hukum dan HAM Bali, menyebutkan bahwa Corby telah menaati ketentuan yang berlaku termasuk saat menjalani masa bimbingan. Sampai dibebaskan, Corby tetap mengaku tidak bersalah.***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top