Bidan & Perawat Indonesia (@bidanperawatcantik) | Instagram photos ... imgrum480 × 480Search by image Kakak perawat cantik @anjasmaraaa .. • Teh Anjasmara Trisnawati, Mahasiswi semester 3 Stikes

Bidan & Perawat Indonesia (@bidanperawatcantik) | Instagram photos … imgrum480 × 480Search by image Kakak perawat cantik @anjasmaraaa .. • Teh Anjasmara Trisnawati, Mahasiswi semester 3 Stikes

Menakertrans: perawat kita bagus, namun saingan kita Filipina. Kita kalah dengan Filipina karena kemampuan bahasa Inggris yang masih rendah
Dari sekian banyak masalah yang merundung Tenaga Kerja Indonesia (TKI), masalah kualifikasi TKI adalah salah satunya. Anggota Tim Penyusun Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) Dikti Kemendikbud, Endrotomo, menjelaskan, sampai saat ini, perawat dari Indonesia hanya digaji setengah dari perawat Filipina. Di Jepang, sekitar 800 orang tidak bisa bekerja sebagai perawat tetapi �sebagai�cleaning service (petugas kebersihan)�di rumah sakit (RS).

pirdot - blogger430 × 720Search by image Berikut ini admin mencoba berlayar di dunia cyber untuk mecari para bidan- bidan atau perawat yang punya wajah cantik dan manis. Tanpa panjang lebar lagi ...

pirdot – blogger430 × 720Search by image Berikut ini admin mencoba berlayar di dunia cyber untuk mecari para bidan- bidan atau perawat yang punya wajah cantik dan manis. Tanpa panjang lebar lagi …

“Mereka tidak bisa pulang karena gajinya habis untuk makan. Yang di Dubai dideportasi, dan Dubai sampai hari ini tidak menerima perawat dari Indonesia,” kata Endrotomo, Sabtu (18/5/13). Dia mencatat, persoalan terjadi saat para perawat Indonesia tersebut hanya bermodal ijazah dan tidak terkualifikasi. Hal inilah kata dia yang menyebabkan dunia kerja tidak mengakui lulusan Indonesia.
Tak hanya perawat, gaji dosen lulusan Indonesia yang melakukan riset bersama dosen/peneliti luar negeri juga seringkali jumlahnya di bawah peneliti/dosen asing itu. Hal ini tambah dia, lagi-lagi karena tidak adanya kualifikasi tersebut. Karena itu kata dia, dengan KKNI diharapkan bisa menjawab tantangan global akan kualifikasi lulusan Indonesia

Dikatakan Endrotomo, salah satu penyebabnya adalah karena lulusan sekolah maupun Perguruan Tinggi (PT) di Indonesia sebagian besar hanya bermodalkan ijazah. Sangat jarang diantara mereka yang memiliki kualifikasi tertentu apalagi terstandar secara nasional maupun internasional. Padahal sebentar lagi Indonesia akan memasuki pasar tenaga kerja global.”Perjanjian perdagangan yang sudah ditandatangani sejak 1980, kita tidak siap. AFTA akan diberlakukan mulai 2015, kita juga tidak siap,” keluh dia.

Menurut Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans), Muhaimin Iskandar, TKI di bidang keperawatan kalah dari Filipina hanya karena faktor bahasa asing. Perawat kita bagus, namun saingan kita Filipina. Kita kalah dengan Filipina karena kemampuan bahasa Inggris yang masih rendah. Terlampau banyak rakyat kita yang pakai bahasa Jawa dan Sunda. Kita tak boleh kalah orientasi bahasa asing dibanding Filipina,” ujarnya.