Internasional

9 Juni dalam Sejarah: Dibantu Sekretarisnya, Kaisar Romawi Bunuh Diri

Pada tanggal ini tahun 2012, Provinsi Rakhine Myanmar bergolak. Sebanyak 20 orang etnis Rohingya terbunuh dan sekitar 300 rumah dibakar di sana. Pada tanggal ini pula, 1969, setelah mengalami masalah narkoba yang serius, Brian Jones meninggalkan Rolling Stones. Di tanggal sama tahun 68 M, demi menghindari dihukum mati dengan cambuk, Kaisar Nero bunuh diri.

Segala keburukan, kebrutalan, sekaligus kebesaran manusia, dimiliki olehnya. Nero disebut bertanggung jawab atas Kebakaran Besar Roma pada 64 M, penganiayaan berdarah terhadap orang Kristen awal, membunuh ibunya sendiri, membunuh para senator dan aristokrat Romawi, termasuk mantan gurunya, Seneca, seorang filsuf dan penulis terkenal.

Nero dikatakan memainkan biola sementara Roma terbakar. Banyak orang menduga dia menyalakan api, namun dia menudingkan kesalahannya kepada orang Kristen sehingga dia dapat memerintahkan mereka agar dilemparkan kepada anjing-anjing, disalib, atau dibakar.

Supaya tangannya tak berdarah-darah, dia akan membuat lawannya melakukan bunuh diri. Dia juga dapat memaksa ibunya, Agrippina membunuh suaminya, yang adalah ayah tirinya, demi dia. Banyak Sejarahwan percaya, Agrippina meracuni suaminya, Kaisar Claudius, agar Nero dapat menggantikannya.

Caranya memerintah Romawi telah menjauhkannya dari tokoh-tokoh kuat lainnya dan menimbulkan letupan-letupan pemberontakan untuk melawannya. Pada waktu itu, para komandan militer di beberapa provinsi Romawi telah memberontak melawan Nero.

Senat Romawi telah mengumumkannya sebagai seorang hostis publicus (musuh publik). Ketika Servius Sulpicius Galba memproklamasikan dirinya sebagai kaisar dan mendapatkan pendukung baru, Nero mengkhawatirkan nyawanya dan berusaha melarikan diri dari Roma, terlebih setelah mengetahui bahwa Senat ingin dia mati.

Seorang Romawi menawarinya vila beberapa kilometer di luar kota. Nero bersembunyi di sana dengan empat rekannya yang setia. Namun dia percaya bahwa dia akan ditemukan dan dibunuh oleh para pemberontaknya, jadi dia memutuskan untuk bunuh diri sebelum tertangkap.

Dia diceritakan memerintahkan teman-temannya untuk menggali kuburan untuknya. Ketika dia mendengar para penunggang kuda mendekat, dia tahu dia akan segera dibunuh.

Tetapi dia disebut sejumlah Sejarahwan terlalu pengecut untuk melakukannya sendiri sehingga memerintahkan sekretaris pribadinya, Epafroditos, untuk melakukannya untuknya.

Sebelum kemudian mati dengan pisau di tenggorokannya, Nero diduga mengucapkan kata-kata terakhirnya yang terkenal: “Qualis artifex pereo!” (“Artis yang mati dalam diriku!”).

Ketika salah satu penunggang kuda datang, dia melihat Nero sekarat dan mencoba menghentikan pendarahan, tetapi tidak berhasil. Kematian Nero mengakhiri dinasti Julio-Claudian 95 tahun dan diikuti oleh periode perang saudara dan kerusuhan. (***/ancientpages/euronews/onthisday)

Sumber foto: Listverse

Caption: Kaisar Nero dalam pencitraan patung karya

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top