Che setelah ditembak mati (https://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/4/49/FreddyAlbertoChe.jpg)

Hari ini, 50 tahun silam, pemberontak sohor Kuba asal Argentina, Ernesto “Che” Guevara, dieksekusi mati. Pelaku eksekusinya adalah seorang tentara alkoholik yang dendam atas kematian tiga rekannya oleh Che. Hukuman mati terhadap Che terjadi sehari setelah dia tertangkap dalam satu pertempuran yang melukai kaki kanannya. Saat akan ditangkap, Che berteriak, “Jangan tembak. Aku Che…!” 

Che Guevara tertangkap di Bolivia bersama para pengikutnya oleh tentara suruhan Presiden Bolivia, Rene Barrientos. Lembaga intelijen AS (CIA) seperti biasa, terlibat dalam upaya penangkapan sang provokator revolusi di negara-negara Amerika Latin ini.

Felix Rodriguez, agen CIA kala itu yang ikut menangkapnya, menceritakan apa yang dikatakan Che kepada tentara Bolivia yang menangkapnya. “Jangan tembak, aku Che. Aku lebih berharga untukmu hidup-hidup daripada mati.”

Che ditangkap dan dibawa ke Prado. Dia ditahan di sebuah gedung sekolah tua. Rodriguez yang khusus naik helikopter untuk menemuinya, mengaku merasa kasihan saat melihat Che untuk pertamakalinya. Menurutnya, Che saat itu mirip gelandangan. Berbeda dengan saat dia berkunjung ke Cina dan Rusia (dulu Uni Soviet).

Postcomended   Riz Ahmed, Muslim dan Asia Pertama yang Memenangkan Emmy Awards

Mengapa Che ada di Bolivia? Menurut Rodriguez, ini bisa jadi karena: Bolivia jauh dari Amerika Serikat (AS); Bolivia negara yang sangat miskin, Che mungkin merasa AS tak akan banyak berkepentingan dengan negara ini; selain itu Bolivia berbatasan dengan lima negara berbeda, sehingga lebih mudah jika dia ingin melancarkan aksi revolusi di negara-negara latin bertetangga ini seperti Argentina, Brasil, Cile, dan Peru.

Rodriguez mendapat instruksi dari boss-nya di CIA agar menjaga Che tetap hidup. Namun sehari setelah penangkapan, ia mendapat perintah dari Presiden Bolivia dengan kode rahasia: 500 dan 600. Kode 500 artinya “Che Guevara”, sedangkan 600? Bunuh dia!

Saat Che tahu ia akan dieksekusi, tutur Rodriguez, wajahnya menjadi pucat pasi. Dengan tertegun ia berkata, “Aku seharusnya tidak pernah ditangkap hidup-hidup.”

Beberapa keinginan terakhir Che sebelum dieksekusi mati adalah meminta agar pesannya disampaikan kepada rekan seperjuangannya, Fidel Castro, bahwa ia akan segera menyaksikan  kemenangan revolusi di Amerika. Dia juga menyampaikan pesan agar istrinya menikah lagi.

Setelah itu, Rodriguez bersalaman dan berpelukan dengan Che. Che mengira Rodriguez akan menembaknya setelah itu, namun Rodriguez malah meninggalkan ruangan.

Postcomended   Apple Ogah Dipaksa FBI Bongkar Kunci iPhone Milik Teroris

Dua menit kemudian suara tembakan terdengar. Adalah Mario Teran yang diberi peran untuk mengeksekusi Che. Teran adalah seorang sersan alkoholik yang memiliki dendam kepada Che karena tiga rekannya tewas di tangan tentara gerilyawan pimpinan Che.

“Aku tahu kau datang untuk membunuhku. Lakukan! Tembak, pengecut! Kau hanya akan membunuh seorang pria,” kata-kata terakhir Che sebelum Teran menembakkan peluru dari senapan semi-otomatis M1 Garand.

Dikisahkan bahwa Teran menyiksa Che sebelum benar-benar membunuhnya. Pertama dia menembak lengan dan kaki Che yang menggeliat menahan sakit. Baru kemudian Teran menembaknya di dada dan tenggorokan. Setelah sembilan kali tembakan, sang pemberontak akhirnya dinyatakan meninggal di usia 39 tahun.

Hingga kini, Che Guevara dipuja sebagai simbol pemberontakan rakyat terhadap kapitalisme. Bahkan negara-negara di Amerika Latin masih banyak yang terinspirasi Che yang membenci Amerika Serikat. Presiden Bolivia saat ini, Evo Morales, misalnya menganggap AS ancaman bagi dunia.

Namun Rodriguez tetap berpendapat, revolusioner Marxis ini tak layak dipuja. Che kata dia seperti diberitakan Newsmax, 8 Oktober 2013, tak lebih dari kriminal dan pembunuh.

Postcomended   Arab Saudi Mencabut Larangan Yoga

Dari Wikipedia, Che adalah seorang revolusioner, dokter, pengarang, pemimpin gerilyawan, diplomat, dan pakar teori militer Marxis Argentina. Sebagai figur yang besar dari Revolusi Kuba, jasa-jasanya telah menjadi simbol pemberontakan kontra-kebudayaan dan lambang global dalam budaya populer.

Salah satu fotonya karya Alberto Korda yang diambil pada 5 Maret 1960 dalam sebuah acara peringatan Ledakan La Coubre, menjadi ikonik dan diaplikasikan dalam berbagai produk fesyen di seluruh dunia.(***/liputan6/wikipedia)