sumber gambar: http://www.dailyastorian.com/ear/20181005/in-one-ear-leif-erikson-day

Salah satu penggambaran ketika Leif Eriksson menjejakkan kaki pertama kali di Amerika Utara (sumber gambar: http://www.dailyastorian.com/ear/20181005/in-one-ear-leif-erikson-day)

Pada tanggal ini 2012, remaja yang memperjuangkan hak-hak pendidikan bagi perempuan di Pakistan, Malala Yousafzai, ditembak Taliban saat naik bus ke sekolahnya di distrik Swat Pakistan. Hari ini tahun 1000, juga menjadi sejarah ketika dataran Amerika Utara dimana kini terdapat Kanada dan Amerika Serikat (AS), mulai “terkontaminasi” orang Eropa.

Dimulai pada akhir abad ke-19, banyak orang Amerika Nordic merayakan Leif Eriksson sebagai penjelajah Eropa pertama di Dunia Baru. Pada 1925, untuk menghormati peringatan ke-100 kedatangan kelompok resmi pertama imigran Norwegia di Amerika Serikat, Presiden Calvin Coolidge mengumumkan kepada massa di Minnesota bahwa Eriksson adalah orang Eropa pertama yang menemukan Amerika.

Pada September 1964, Kongres menyetujui resolusi publik yang memberi wewenang kepada Presiden Lyndon B. Johnson untuk menyatakan 9 Oktober sebagai “Hari Leif Eriksson”, meskipun kisahnya masih menyisakan kontroversi apakah dia benar-benar telah menginjakkan kaki di Amerika Utara. Siapakah Eriksson?

Eriksson adalah putra Erik the Red, pendiri pemukiman Eropa pertama di tempat yang sekarang disebut Greenland. Greenland adalah satu pulau di Samudra Atlantik bagian utara arah timur laut Kanada, yang saat ini merupakan wilayah Kerajaan Denmark. Sekitar tahun 1000, Eriksson berlayar ke Norwegia, di mana Raja Olaf I mengubahnya menjadi Kristen.

Postcomended   9 November dalan Sejarah: Amrozi, Imam Samudra, dan Ali Ghufron, Dieksekusi Mati

Eriksson yang dikenal sebagai “Leif the Lucky” adalah anak kedua dari tiga putra penjelajah Norse (orang Norwegia) terkenal tersebut, yang mendirikan pemukiman di Greenland setelah diusir dari Islandia sekitar tahun 980 M. Tanggal kelahiran Leif Eriksson tidak pasti, tetapi ia diyakini tumbuh di Greenland.

Dilansir laman History.com, menurut satu aliran pemikiran, Eriksson berlayar dalam perjalanan kembali ke Greenland dan mendarat di benua Amerika sebelah utara, di mana ia menjelajahi wilayah yang ia sebut Vinland.

Atas dasar peristiwa inilah dia umumnya diyakini sebagai orang Eropa pertama yang mencapai benua Amerika Utara, hampir empat abad sebelum Christopher Columbus tiba pada 1492. Namun ada juga yang meyakini bahwa dia mungkin juga mencari Vinland berdasarkan kisah-kisah perjalanan sebelumnya oleh seorang pedagang Islandia.

Setelah menghabiskan musim dingin di Vinland, Leif disebut berlayar kembali ke Greenland, dan tidak pernah kembali ke pantai Amerika Utara. Menurut satu hikayat, Eriksson di-Kristenkan oleh Raja Norwegia untuk menyebarkannya di Greenland.

Menurut History.com, meskipun ayahnya terbukti tidak percaya pada iman Kristen, Leif mampu mengubah ibunya, Thjodhild, yang memiliki gereja Kristen pertama di Greenland yang dibangun di Brattahild. Ketika sang ayah Erik the Red meninggal, Leif Eriksson mengambil alih sebagai kepala pemukiman Greenland.

Postcomended   Coca Cola Jajal Minuman Infus Ganja

Putranya, Thorgil, dikirim oleh ibunya (yang tidak pernah dinikahi Erik) untuk tinggal di Greenland, tetapi tampaknya dia tidak populer. Putra lain (yang mungkin sah), Thorkel Leifsson, menjadi kepala pada 1025, setelah kematian ayahnya. Tidak ada yang diketahui lebih lanjut tentang keturunan Leif.

Kontroversi Erik sebagai orang Eropa pertama yang menginjak Amerika Utara dikisahkan dua hikayat: Hikayat Erik the Red dan Hikayat Greenlanders. Menurut hikayat Eirik dari abad ke-13 (“Saga of Erik the Red”), Eriksson berlayar dari Greenland ke Norwegia sekitar 1000.

Dalam perjalanan, ia diyakini telah berhenti di Hebrides, di mana ia memiliki seorang putra, Thorgils , dengan Thorgunna, putri seorang kepala lokal. Di Norwegia, Raja Olaf I Tryggvason sempat mengubah Eriksson menjadi Kristen, dan setahun kemudian mengirimnya kembali ke Greenland dengan sebuah komisi untuk menyebarkan Kristen di antara para pemukim di sana.

Setelah Leif Eriksson kembali ke Greenland, saudaranya, Thorvald, memimpin ekspedisi Viking lainnya ke Vinland, tetapi semua upaya di masa depan untuk menetap di wilayah tersebut gagal karena bentrokan dengan penduduk asli Amerika. Thorvald sendiri tewas dalam pertempuran di suatu tempat di utara pangkalan Viking.

Namun versi lain menyebutkan, masih berdasarkan hikayat Eiriks, Eriksson berlayar tentu saja saat kembali ke Greenland dan mendarat di benua Amerika Utara. Dia menyebut ketika dia mendarat di Vinland adalah ketika anggur liar tumbuh melimpah di sana dengan kesuburan tanah secara umum.

Postcomended   Pendeta Sebut Kebakaran Hebat California Akibat Homoseksualitas

Kisah Islandia lainnya, hikayat Groenlendinga (“Saga of the Greenlanders”), yang dianggap para pakar lebih dapat dipercaya dibanding hikayat Eiriks, menyatakan bahwa Leif Eriksson mendengar tentang Vinland dari pedagang Islandia, Bjarni Herjulfsson, yang telah melihat benua Amerika Utara dari kapalnya 14 tahun sebelum pelayaran Leif, tetapi tidak menginjakkan kaki di darat.

Namun kemudian ada ketidakpastian tentang konteks kedatangan Eriksson di Amerika Utara, lokasi persisnya pendaratannya juga diragukan oleh hikayat Groenlendinga ini.***

 

Share the knowledge