Nasional

9 September dalam Sejarah: Bom Mobil Meledak Dahsyat di Depan Kedutaan Australia

Share the knowledge

Kedutaan besar Australian hancur oleh bom bunuh diri Kuningan (kredit: Wang Zhuangfei/China Daily via www.researchgate.net)

Kedutaan besar Australian hancur oleh bom bunuh diri Kuningan (kredit: Wang Zhuangfei/China Daily via www.researchgate.net)

Pada tanggal ini, 2004, satu mobil boks melaju pelan di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta. Tepat di depan Kedutaan Australia, mobil boks tersebut meledak dahsyat. Jamaah Islamiyah (JI) yang berafiliasi ke Al Qaidah, dituding berada di belakang aksi bom bunuh diri ini.

Dikutip dari laman The Guardian, sembilan orang tewas dan 160 lainnya terluka dalam serangan bom mobil bunuh diri di kedutaan Australia di Jakarta hari ini. Ledakan itu meratakan gerbang dan benteng kedutaan, menghempaskan kaca-kaca bangunan di sekitarnya, hingga merusak mobil dan sepeda motor yang melintas di Jalan HR Rasuna Said saat kejadian.

Bagian-bagian tubuh manusia pun dilaporkan berserakan di jalanan di luar kedutaan. Mereka yang terluka termasuk warga negara Australia, Yunani dan Cina, tetapi sebagian besar adalah pekerja kantor Indonesia.

Para analis, menurut The Guardian, mengatakan bahwa serangan yang terjadi pada pukul 10.15 dengan suara ledakan dapat didengar hingga lima mil jauhnya itu, bisa jadi upaya untuk memengaruhi pemilu yang akan diadakan di Indonesia dan Australia.

Postcomended   27 Juli dalam Sejarah: Insulin Ditemukan dari Percobaan Mengisolasinya dari Pankreas Anjing

Tidak jelas siapa yang bertanggung jawab atas serangan itu, tulis The Guardian, tetapi Indonesia telah dihantam  serangkaian pemboman mematikan terhadap target Barat oleh militan milik JI, suatu jaringan regional yang terhubung dengan al-Qaida.

Hari ini adalah serangan pertama selama lebih dari setahun untuk dikaitkan dengan kelompok itu; kelompok yang disalahkan atas pemboman Bali tahun 2002 di mana 202 orang, termasuk 88 warga Australia, terbunuh. “Modus operandinya sangat mirip dengan serangan lain, termasuk pemboman Bali,” kata Kapolri Jenderal Dai Bachtiar.

“Kita bisa menyimpulkan (para pelaku) adalah kelompok yang sama.” Menteri luar negeri Australia, Alexander Downer, mengatakan, bom itu jelas ditujukan untuk Australia. “Itu di luar kedutaan Australia. Anda harus menyimpulkan bahwa itu diarahkan ke Australia,” katanya.

Namun, juru bicara kementerian luar negeri Indonesia membantah klaim tersebut. “Para korban di sini adalah orang Indonesia biasa,” kata juru bicara itu. “Kami tidak dapat mengurangi sifat ancaman hanya kepada utusan asing atau pemerintah asing. Kami semua adalah korban potensial.”

Postcomended   Legenda Red Bull Air Race Pimpin Formasi Fantastis di Langit Budapest

Analis keamanan termasuk mantan kepala anti-terorisme AS, Richard Clarke, telah memperingatkan bahwa Australia lebih berisiko terhadap serangan “gaya Madrid” selama kampanye pemilihannya daripada AS, karena berbagai kebijakan pihak Australia mengenai menjaga pasukan negara di Irak dan kampanye PM John Howard yang didominasi komitmen militer kepada AS.

Warga AS Sudah Diperingatkan Jauhi Kuningan

Beberapa minggu terakhir sebelum insiden Bom Kuningan, beberapa kedutaan besar barat, termasuk Australia, telah memperingatkan warga mereka tentang kemungkinan serangan oleh para ekstremis Islam. Kedutaan AS sehari sebelum insiden bahkan telah mengatakan kepada orang Amerika untuk menjauh dari distrik Kuningan, tempat ledakan terjadi.

Tahun lalu, 12 orang tewas dalam serangan bunuh diri di hotel JW Marriott di Jakarta. Pejabat keamanan Malaysia menuding salah satu pria paling dicari di Asia Tenggara, insinyur lulusan Inggris, Azahari Husin, atas serangan itu. Azahari adalah anggota JI yang telah dikaitkan dengan sejumlah serangan di Indonesia, termasuk Bom Bali 2002.

Azahari diyakini dilindungi oleh lingkaran kecil anggota JI, dan mungkin telah menentukan waktu serangan itu sebagai tanggapan terhadap keputusan Indonesia pada bulan itu untuk mengajukan dakwaan teror terhadap pemimpin kelompok tersebut, ulama militan Abu Bakar Ba’aysir.

Postcomended   Otak Seorang Pria Chile Rusak Usai Cabut Gigi

Pemboman –yang terjadi hanya dua hari sebelum ulang tahun ketiga serangan 11 September di New York dan Washington– juga bertepatan dengan kampanye presiden Indonesia. The Guardian menulis, dua nasionalis sekuler Megawati Soekarnoputri (petahana), dan mantan menteri keamanannya, Susilo Bambang Yudhoyono, mencalonkan diri sebagai calon presiden Indonesia.***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top