Internasional

Ada Indomie di Balik Kesuksesan Program Imunisasi Polio di Nigeria

Paket Indomie diharapkan mendorong ibu-ibu untuk membawa anak-anak mereka untuk diimunisasi (foto ilustrasi dari: Unicefusa.org)

Paket Indomie diharapkan mendorong ibu-ibu di Nigeria untuk membawa anak-anak mereka untuk diimunisasi (foto ilustrasi dari: Unicefusa.org)

Aliyu Abubakar, seorang pejabat imunisasi lokal di Nigeria mengatakan, penggunaan paket mie Indomie  telah meningkatkan jumlah peserta imunisasi polio di wilayah Pemerintah Daerah Dange-Shuni di negara bagian Sokoto, Nigeria. Indomie memang sangat populer di negara ini, mengalahkan popularitas produk Cina yang menguasai berbagai lini di Afrika. Indomie bahkan sudah memiliki pabrik sendiri di sana.

Abubakar mengatakan hal tersebut saat melakukan konferensi pers di Pusat Imunisasi Polio Nasional Pemerintah (NPI), Minggu (11/11/2018), seperti dilansir laman Daily Nigerian. Dia menjelaskan bahwa ketika pemerintah menetapkan target awal untuk pelaksanaan imunisasi ini sebanyak 58.813 anak, ternyata masih banyak orang tua yang datang (membawa anaknya) untuk mendapatkan paket Indomie itu.

“Ada begitu banyak kehadiran. Bahkan paket plus ‘Indomie’ berfungsi sebagai penggerak untuk pelaksanaan (imuniasasi) yang membuat banyak orangtua membawa anak-anak mereka menjadi diimunisasi,” kata Abubakar. Bahkan kata dia, jumlah anak yang diimunisasi melebihi target harian.

Postcomended   McCain Menyerah pada Penyakit Glioblastoma: Penyakit Apakah Ini?

Abubakar mengatakan, delapan daerah lainnya dari 23 pemerintahan daerah diharapkan mendapatkan manfaat dari pelaksanaan imunisasi saat ini, termasuk Bodinga, Kwara, Yabo, Sokoto Selatan, Sokoto Utara, Wamakko, Dange/Shuni, dan Wurno. Dia menjelaskan bahwa ada 49 titik tetap di pemerintah daerah di mana anak-anak diimunisasi.

Sejak masuk Nigeria pada 1988, Indomie menjadi sangat populer di sana. Pada 1995, negara ini bahkan sudah mendirikan pabriknya sendiri, bersaing dengan sekitar 16 produsen mie instan lainnya di sana. Direktur Indofood, Franciscus Welirang pernah mengatakan, pangsa pasar Indomie di Nigeria mencapai 70 persen.

Sebelumnya, Direktur, Perawatan Kesehatan Utama, Dewan Pemerintah Daerah Bodinga, Alhaji Hassan Kamba, pada saat dimulainya latihan pada 8 November, telah menginformasikan bahwa Pemerintah Negara Bagian (Sokoto) menyediakan paket mie Indomie untuk dibagikan kepada anak-anak yang divaksinasi untuk mendorong ibu-ibu membawa anak-anak mereka untuk imunisasi.

Postcomended   Diduga Anti-Vaksin, Anak Artis ini Terserang Campak (1)

Petugas imunisasi lainnya, Isa Aminu, menyatakan puas dengan pelaksanaan imunisasi ini, mengingat warga Nigeria awalnya memiliki keyakinan bahwa imunisasi polio adalah cara pemerintah untuk memaksakan program keluarga berencana dengan  mensterilkan anak-anak mereka.

“Para pemimpin tradisional dan agama telah memberikan dukungan mereka dalam memobilisasi rumah tangga untuk memungkinkan anak-anak mereka diimunisasi karena akan meningkatkan kesehatan mereka,” kata Aminu. Kantor Berita Nigeria, NAN, melaporkan bahwa meyakinkan orang tua di banyak negara bagian di Barat Laut untuk menerima imunisasi adalah tugas yang sulit.

Cara lain meyakinkan warga untuk mengikuti program imunisasi polio adalah dengan mendatangkan seorang korban polio liar, Zakari Bello, yang juga ikut serta aktif dalam pelaksanaan imunisasi tersebut. “Saya melakukan pemberian vaksin polio pada anak-anak dengan sukses sehingga anak-anak kami tidak akan berakhir di kursi roda seperti kami.”***

Postcomended   Horee, Makan Keju Ini Sebelum Tidur Nggak Bakal Bikin Gendut!

 

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top