Berikut 3 Hasil Mufakat Kerjasama FB (Facebook) dan Indonesia .! Smeaker.com640 × 360Search by image Berikut 3 Hasil Mufakat Kerjasama FB (Facebook) dan Indonesia .

Berikut 3 Hasil Mufakat Kerjasama FB (Facebook) dan Indonesia .! Smeaker.com640 × 360Search by image Berikut 3 Hasil Mufakat Kerjasama FB (Facebook) dan Indonesia .

Facebook kembali mengabarkan rencana membuka kantor cabang di Indonesia. Tampaknya kali ini lebih pasti, karena mereka seperti disampaikan pejabat di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), akan membuka kantornya Agustus 2017 ini. Isu Facebook membuka kantor di Indonesia pernah ramai diberitakan pada Mei 2014. Bahkan lokasi kantor sudah diumumkan waktu itu yakni di Mal Pacific Place.

Informasi ini disampaikan di tengah Kemenkominfo sedang melakukan pendekatan pada sejumlah pengelola media sosial terkait konten radikalisme. Sehari sebelumnya, Kemenkominfo kedatangan boss Telegram yang sepakat bekerjasama menangkal konten-konten negatif.

Dirjen Aplikasi dan Informatika (APTIKA) Kemkominfo, Semuel  A. Pangerapan, mengatakan, Rabu (2/8/2017) pemerintah baru saja bertemu dengan Facebook. Selain membicarakan ihwal konten-konten negatif, mereka juga membicarakan rencana pembukaan kantor Facebook di Indonesia. 

Dalam pertemuan itu, Facebook diwakili Director Head of Trust and Safet Asia Pacific, Jeff Wu, dan Kepala Kebijakan Publik Asia Tenggara, Alvin Tan.

Postcomended   30 Butir Dumolid Disita dari Penangkapan Tora dan Istri: Dumolid Sering Disalahgunakan

Kamis 20 Maret 2014 silam, Facebook mengaku telah resmi membuka kantornya di Indonesia. Wakil Presiden Facebook Asia Pasifik waktu itu, Dan Neary, mengatakan, “Hari ini adalah hari yang sangat menggembirakan bagi Facebook karena kami membuka kantor kami di Indonesia. Kami menyampaikan kabar baik tersebut pada bapak wakil gubernur,” kata Neary.

Facebook memilih lokasi kantornya di Mal Pacific Place yang terletak di Kawasan Bisnis Terpadu Sudirman (SCBD), Jakarta Selatan.

Di Asia Tenggara, selain Jakarta,  Facebook juga sudah memiliki perwalilan di Singapura. Kota-kota lainnya adalah di Dublin, Tokyo, Seoul, Milan, dan London.

Pada pertemuan Rabu itu, Semuel mengatakan, Facebook (dan Instagram) termasuk media sosial yang rendah dalam merespons permintaan pemerintah. Sejak 2016 – 2017, rata-rata respon Facebook dan Instagram kurang dari 50 persen: Facebook 49,3 persen,  Instagram 40,3 persen.

Kalau dibandingkan dengan yang lain mendekati angka di atas 70 persen.

Dalam kesempatan tersebut, Facebook  juga kata Semuel, menyampaikan fitur geo blocking. Melalui geo blokcking, Facebook dapat menutup akses terhadap konten-konten negatif hanya di negara yang melarang. Dengan demikian, maka konten-konten yang tidak sesuai peraturan di Indonesia dapat diblokir khusus di regional Indonesia. ***(ra)

Postcomended   Freeport Akhirnya Menurut Kepada Indonesia