HSR Haramain first TALGO train test - YouTube YouTube1280 × 720Search by image HSR Haramain first TALGO train test

HSR Haramain first TALGO train test – YouTube YouTube1280 × 720Search by image HSR Haramain first TALGO train test

Cara beribadah di kota suci umat Islam, Makkah dan Madinah, akan semakin dimodernisasi. Jika sebelumnya jemaah haji dan umroh harus menggunakan bus untuk menuju ke masing-masing kota tersebut, akhir 2017, jamaah direncanakan sudah bisa memanfaatkan fasilitas kereta cepat bernama Haramain.

Pada 2015, Saudi Gazzete melaporkan, tarif kereta ini untuk rute Mekkah-Jeddah akan dipatok 20 Reyal (sekitar Rp 75 ribu), sedangkan Mekkah-Madinah sebesar 110 Reyal (sekitar Rp 400 ribu).(www.duniatimteng.com/begini-suasana-naik-kereta-haramain-mekah-madinah/).

Kepala Otoritas Transportasi Publik, Rumaih bin Mohammed Al-Rumaih, seperti dikutip dari Arab News, mengatakan, Railway Corp berupaya turut mewujudkan visi 2030 dengan menghemat energi dalam layanan jamaah haji melalui Kereta Haramain.

Postcomended   Rumah Fesyen "American Eagle" Perkenalkan Jilbab Denim

Kereta peluru ini akan menghubungkan Mekkah dan Madinah dengan melintasi Jeddah, Bandara Internasional King Abdul Aziz, dan Kota Ekonomi Raja Abdullah (King Abdullah Economy City) di Rabigh sepanjang 453 kilometer.

Jalur kereta ini disebutkan akan melalui padang pasir di Arab Saudi, yang seringkali dilanda badai. Sarana kereta cepat ini mampu mengangkut 166 ribu penumpang per hari, atau 19.600 penumpang per jam.

Haramain yang memiliki kecepatan 300 km/jam, akan memangkas waktu tempuh Mekkah-Jeddah menjadi 21 menit, Jeddah-Bandara Internasional King Abdul Aziz 14 menit, Bandara-Rabigh 36 menit, dan Rabigh-Madinah 61 menit.

Secara keseluruhan, jarak Makkah-Madinah akan ditempuh kurang dari 2,5 jam. “Jalur kereta api itu akan beroperasi pada akhir 2017,” ujar Rumaih.

Postcomended   SUDIRMAN STREET

Pada 2016, seperti dilansir AFP, dilaporkan bahwa penyelesaian proyek ini sedikit mundur dari jadwal semula, yang menargetkan kereta cepat ini beroperasi penuh di akhir 2017. Menurut pelaksana proyek, secara parsial kereta cepat ini akan mulai dioperasikan pada Desember 2017, dan beroperasi penuh Maret 2018.

Pada 2011, Arab Saudi diketahui memenangkan kontrak pembangunan kereta cepat senilai 7,1 miliar dolar AS (sekitar Rp 92 triliun dengan kurs saat itu) kepada konsorsium Al-Shoula yang mencakup 12 perusahaan Spanyol dan 2 perusahaan Arab Saudi.

 

Konsosrium ini dipimpin perusahaan kereta asal Spanyol; Renfe, produsen kereta Talgo, dan perusahaan operator kereta bernama Adif. Ketiganya berpengalaman membangun dan mengoperasikan jaringan kereta cepat Spanyol, yang memiliki rel terpanjang kedua di dunia setelah Cina. .***(ra)

Postcomended   Berdiri Sejak 1919, Nyonya Meneer Akhirnya Tumbang Juga