(sumber foto: TheWorldNews.net)

Akibat perbuatan satu buaya, sebanyak 292 buaya lainnya dibantai warga. Peristiwa yang terjadi di satu desa di Papua ini menarik perhatian Reuters. Dilaporkan kantor berita berbasis di Inggris ini, penduduk satu desa di Indonesia yang dipersenjatai pisau, palu dan klub membantai buaya-buaya tersebut.Kesalahan buaya-buaya tersebut adalah karena salah seekor buaya membunuh seorang pria bernama Sugito di sebuah penangkaran buaya, seorang pejabat mengatakan. Warga kemudian melakukan pembalasan dengan membunuh ke-292 binatang reptil tersebut.

“Foto-foto yang dikeluarkan oleh kantor berita Antara menunjukkan bangkai-bangkai buaya yang berdarah-darah di satu tumpukan besar di kabupaten Sorong, Provinsi Papua, bagian timur Indonesia,” tulis Reuters.

Dilansir Antara, warga (umumnya) adalah transmigran asal Jawa yang menempati wilayah yang disebut SP1, tempat penangkaran buaya tersebut juga berada.

Postcomended   Demi Kue Bella dan Syahrini, Warga Rela Beli Via Calo

Kepala Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Indonesia di Papua Barat, Basar Manullang, mengatakan, korban yang berusia 48 tahun itu telah memasuki kawasan peternakan buaya. Dia diduga hendak mencari rumput untuk pakan hewan ketika ia diserang buaya.

“Seorang karyawan mendengar seseorang berteriak minta tolong, dia segera pergi ke sana dan melihat buaya menyerang seseorang,” kata Basar dalam sebuah pernyataan. Basar mengatakan, setelah korban dimakamkan Sabtu (14/7/2018), warga desa beramai-ramai memasuki peternakan dan membunuh semua buaya.

Menurut Basar, peternakan itu telah memiliki izin untuk membiakkan buaya air asin New Guinea yang dilindungi pada tahun 2013. Tujuannya selain untuk pelestarian, beberapa lainnya sengaja dibudidayakan untuk dipanen potensinya.

Postcomended   SUDIRMAN STREET

Namun kata Basar, peternakan itu diberi syarat. Salah satunya adalah bahwa hewan reptil tersebut tidak mengganggu masyarakat. “Untuk mencegah hal ini terjadi lagi, pemegang izin peternakan perlu mengamankan daerah sekitarnya,” kata Basar.

Dia mengatakan, pihaknya kini sedang berkoordinasi dengan polisi untuk menyelidiki kejadian ini. “Buaya adalah makhluk ciptaan Tuhan yang perlu dilindungi juga,” kata Basar.***

Share the knowledge