Nazi Scum Off Our Streets': Protesters Chant Over Richard Spencer's ... KTLA The University of Florida in Gainesville is bracing for a day of protests Thursday when white

Nazi Scum Off Our Streets’: Protesters Chant Over Richard Spencer’s … KTLA The University of Florida in Gainesville is bracing for a day of protests Thursday when white

Usai CEO Facebook, Mark Zuckerberg, berbicara di Kongres, dua halaman yang terkait dengan seorang nasionalis kulit putih, Richard Spencer, menghilang dari Facebook. Jejaring media sosial ini mengatakan kepada BuzzFeed News, Jumat (13/4/2018), halaman tersebut telah di-suspend (ditangguhkan). Dua halaman milik Spencer ini, yakni Institut Kebijakan Nasional dan altright.com, tercantum dalam biografi akun Twitter milik Spencer. Spencer, yang diketahui berpartisipasi dalam demonstrasi berbau rasis di Virginia pada Agustus 2017, tidak menanggapi email untuk komentar.

Dalam kesaksian sebelum berbicara di Kongres (DPR Amerika Serikat) awal pekan ini, Zuckerberg mengatakan, jejaring media sosial-nya (Facebook) tidak memiliki tempat untuk kelompok-kelompok kebencian. “Kami tidak mengizinkan kelompok-kelompok kebencian di Facebook, secara keseluruhan,” kata Zuckerberg.

“Jadi jika ada kelompok yang tujuan utamanya, atau sebagian besar dari apa yang mereka lakukan, adalah menyebarkan kebencian, kami akan melarang mereka dari platform secara keseluruhan.” Namun Zuck juga mengakui, pihaknya belum cukup banyak melakukan tindakan untuk melarang pidato kebencian.

Postcomended   Hoax Kabar Bunga Megapuspa, Netizen: Ini Pengalihan Isu Rencana Pernikahan Raisa

“Sudah jelas sekarang bahwa kami tidak melakukan cukup untuk mencegah ‘alat-alat’ ini digunakan untuk hal-hal berbahaya, termasuk berita palsu, campur tangan asing, dan pidato kebencian,” kata Zuck dalam pernyataan pembukaannya di depan anggota Kongres. BuzzFeed News melaporkan bahwa halaman Instagram yang sama, juga telah dihapus. Pencarian halaman Instagram-nya Sabtu, tidak menunjukkan hasil.

Aktivitas Spencer setidaknya bisa dipantau di akun Twitter-nya. Profil Twitter Spencer menunjukkan dia di-follow oleh lebih dari 80.000 pengikut, meskipun ia pernah diskors oleh Twitter pada 2016. Dia kemudian kembali tetapi tanpa verifikasi. Kamis lalu, ia memposting di Twitter episode podcast yang disebut “Apakah Ini akhir dari Faceberg?” Spencer tampaknya memelesetkan kata “Facebook” menjadi “Faceberg”.

Sebagai salah satu anggota paling menonjol di alt-right, Spencer bahkan memuji dirinya sendiri dengan menyatukan kata “alt-right” untuk menggambarkan gerakan tersebut. Dia berpartisipasi dalam rally kelompok supremasi kulit putih “Unite the Right” di Charlottesville, Virginia, AS, pada Agustus 2017, untuk menentang pemindahan patung Jenderal Robert E. Lee dari taman kota yang juga dikenal sebagai Taman Emansipasi, yang berubah ruruh dan menyebabkan tiga orang tewas. Istilah “kanan” dalam hal ini dikaitkan dengan spektrum politik yang cenderung konservatif, liberalis hingga neo-liberalis, bahkan nasionalis radikal.

Postcomended   Ini Komentar Jokowi Atas Nilai Rupiah Yang Terus Melemah

Jadwal Spencer berbicara di kampus-kampus, belakangan menimbulkan protes dan pembatalan. Di Florida, Gubernur Rick Scott menyatakan keadaan darurat sesaat sebelum Spencer akan berpidato yang awalnya akan digelar di Universitas Florida. Penjaga bersenjata mengawasi pidato itu sementara para pengunjuk rasa berteriak, “Pulanglah Spencer, pulanglah. Katakan dengan keras, katakan dengan jelas, Nazi tidak diterima di sini. Pulanglah ke rumah Nazi.”(***/CBSnews/Reuters)

Share the knowledge