Russia and Syria suspend airstrikes on Aleppo | WHNT.com WHNT.com770 × 578Search by image Russia and Syria suspend airstrikes on Aleppo

Russia and Syria suspend airstrikes on Aleppo | WHNT.com WHNT.com770 × 578Search by image Russia and Syria suspend airstrikes on Aleppo

“Palestina masih menyimpan harapan pada Unesco” 

Hampir semua wilayah di dunia yang memiliki warisan peninggalan budaya Islam, dilanda peperangan. Bom, rudal, dan roket yang merusak, jatuh dimana-mana. Parahnya, perang itu tak sekadar melibatkan antar negara, melainkan juga antar sesama saudara sebangsa setanah air.

Bagi yang percaya teori konspirasi, ini mungkin akan dikaitkan dengan konspirasi global yang disebut-sebut ingin menghancurkan Islam hingga ke akar-akar peradabannya. Wacana ini pun seolah mendapatkan benang merahnya ketika negara-negara dengan penduduk mayoritas Islam yang berada di wilayah Eropa pun sempat diharu-biru perang. Sebut saja Bosnia dan Chechnya. Namun ironisnya, dengan mengatasnamakan ajaran agama, sebagian umat juga berniat menghancurkan peninggalan budaya negaranya sendiri. Tercatat berkali-kali pemerintahan Taliban berupaya menghancurkan peninggalan budaya negaranya sendiri karena dianggap tidak sesuai dengan Islam. Begitu juga yang dilakukan Alqaidah.


Salah satu wilayah yang tak henti dihantam peperangan adalah Palestina. Tak ayal banyak bangunan bersejarah di kota suci tiga agama besar ini terancam hancur. Sentimen keagamaan turut menambah ruwet masalah perlindungan situs-situs bersejarah tersebut.

Postcomended   OPEC Harus Turuti Keinginan Indonesia

Aleppo pun Menangis

Atas dasar ancaman kehancuran itu, Pemerintah Otoritas Palestina seperti diberitakan Republika Online berencana mendaftarkan situs-situs peradaban Islam ke badan PBB bidang perlindungan budaya dunia, Unesco. Kepala Kementerian Luar Negeri Palestina, Omar Awadallah mengatakan, rencana itu guna melindungi situs-situs Islam bernilai sejarah tinggi agar tidak dirusak Israel. Israel berusaha menghancurkan situs-situs sejarah kami, terutama yang ada di sekitar Al Aqsha,” ujar Omar seperti dilansir Palinfo.com.

Selain itu, Kementerian Kebudayaan Palestina juga akan mendaftarkan pantai Laut Mati yang terletak di Tepi Barat Palestina sebagai salah satu wilayah Palestina yang mempunyai fenomena keunikan alam. Meskipun wilayah tersebut sudah dicaplok Israel. Januari lalu, Palestina mendaftarkan Desa Battir dan Betlehem sebagai situs warisan budaya milik Palestina. Di tempat tersebut banyak sekali warisan kebudayaan Islam peninggalan kerajaan-kerajaan masa lalu. Namun saat ini tempat tersebut tidak terurus setelah berada dalam cengkeraman Israel.

Selain Palestina, negeri yang sudah sejak lama mengalami kehancuran akibat perang, terlebih sejak diinvasi AS, adalah Irak. Padahal negeri ini selain menyimpan warisan dari masa Mesopotamia dan Babilonia, juga menyimpan jejak-jejak peradaban Islam. Dan hingga sekarang, ledakan-ledakan bom masih juga merundung negeri 1001 malam ini.

Postcomended   Sang Jagal Marawi Pernah Mengajar di Bekasi

Belum selesai benar perang di negeri muslim yang satu, negeri muslim lainnya sudah bergolak. Usai Libya porak-poranda yang harus dibayar dengan kematian Moamar Kadaffi, kini Suriah bergejolak. Aleppo menangis.

Satu mesjid peninggalan abad ke-13 Masehi di kota yang sarat peninggalan bangunan-bangunan dari masa Shalahuddinal-Ayyubi ini, terancam rata dengan tanah akibat hantaman mortir. Benteng-benteng di mana pasukan Yunani kuno, Bizantium, Arab dan Turki pernah bermarkas, dijadikan persembunyian para penembak jitu, yang setiap saat bisa saja diserang hantaman roket atau mortir .

Padahal kota ini telah terdaftar sebagai warisan dunia yang dilindungi UNESCO, tapi adakah kekuatan yang bisa menolak kerusakan atas nama perang? Unesco sendiri pun tampaknya tak bisa diandalkan. Instrumen hukum internasional yang ada belum mampu menjerat pelaku perusakan benda budaya dunia. Sekalipun mulai ada upaya, namun target lebih ke pelaku perusakan yang bersifat disengaja, bukan ke peperangan yang pada dasarnya siapapun tidak menginginkannya. Upaya tersebut diwujudkan dengan menyelenggarakan Konferensi Umum ke-32 di Paris, pada 17 Juli 2003. Konferensi ini menghasilkan suatu susunan deklarasi mengenai Tindakan Perusakan Warisan Budaya yang Disengaja (Draft UNESCO Declaration concerning the Intentional Destruction of Cultural Heritage). Contoh kasus perusakan yang disengaja antara lain penghancurkan mausoleum-mausoleum di Timbuktu (Mali) oleh Alqaida, termasuk makam Sidi Mahmoud, tokoh kuno Mali yang berperan dalam penyebaran Islam di negara itu . Tapi, bersungguh-sungguhkah Unesco peduli pada perlindungan warisan masa lalu, bahkan terhadap yang sudah terdaftar sekalipun. Karena faktanya, di dalam tubuh PBB terjadi standar ganda, di mana AS sebagai kontributor perang paling besar di dunia, setidaknya begitu anggapan dunia  memegang kendali utama di dalam tubuh PBB. Ketika sang polisi dunia itu menginginkan perang di satu wilayah, dengan segala misi dan motifnya, nyaris tak ada siapa pun yang bisa mencegah.

Postcomended   Wacana "Peluru Darah Babi" Donald Trump, dan Kengerian Muslim pada Babi