Lifestyle

Alih-alih Bakar Lemak, Minyak Kelapa adalah Racun Murni

Dr. Karin Michels dari Harvard T.H. Chan School of Public Health, meremehkan kepercayaan populer bahwa bahan minyak kelapa (coconut oil) adalah bahan pelangsing pinggang dan makanan super penambah otak. Menurutnya dalam sebuah acara bertajuk “Minyak Kelapa dan Kesalahkaprahan Gizi Lainnya”, menyebutkan, “Minyak kelapa adalah racun murni.”

Profesor Harvard ini dalam tulisan yang diterjemahkan Business Insider, seperti diteruskan NYPost, mengatakan, “Ini adalah salah satu makanan terburuk yang bisa kamu makan.” Peringatan ini dapat menjadi kejutan bagi pendukung buah tropis ini yang menggunakannya tidak hanya untuk memasak tetapi juga memadukannya ke dalam secangkir kopi pagi mereka.

Penggemar minuman kopi yang dicampur minyak kelapa mengatakan, minuman yang dihasilkan, yang disebut “kopi antipeluru”, mengurangi rasa lapar dan membantu mengalahkan kabut otak pasca bangun tidur.

Beberapa penggemar bahkan percaya bahwa sesendok minyak kelapa dapat mencegah radang gusi dan sinusitis, itulah sebabnya mereka menghabiskan 10 menit sehari berkumur dengannya – sebuah kebiasaan yang dikenal sebagai “oil pulling”.

Postcomended   Gerakan Khas Michael Jackson Ini Mengherankan para Dokter

Michels bukanlah ahli pertama yang menentang status dugaan minyak sebagai makanan ajaib.
American Heart Association (AHA) pada Juni 2017 menyarankan agar tidak mengonsumsi terlalu banyak minyak kelapa setelah sebuah penelitian menemukan bahwa semua lemak jenuh, dari manapun sumbernya, merusak kesehatan jantung.

Hanya karena berasal dari tanaman tidak berarti itu baik untuk Anda: Penelitian yang sama menunjukkan bahwa minyak kelapa, yang kandungan lemak jenuhnya mencapai 82 persen, sebenarnya lebih kaya daripada mentega (butter). Kandungan lemak jenuh dari bahan yang banyak difitnah ini “hanya” 63 persen.

Sebelum pernyataan Michels dan AHA ini, minyak kelapa memiliki reputasi mentereng. Laman Healthline misalnya menyebut minyak kelapa sebagai bahan makanan paling berbobot di dunia, yang mengandung kombinasi unik asam lemak dengan efek kuat pada metabolisme.

Postcomended   Beijing dan Berlin Bangkangi AS, Namun Perusahaan-perusahaan Eropa Goyah

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa hanya dengan menambahkan minyak kelapa ke dalam diet Anda, Anda bisa kehilangan lemak, terutama lemak “berbahaya” di dalam rongga perut. Bagaimana bisa?

Ini mungkin terkait dengan cara lemak ini dimetabolisme. Telah diketahui bahwa badan keton (yang diproduksi oleh hati saat Anda makan minyak kelapa) dapat memiliki efek mengurangi nafsu makan yang kuat.

Dalam satu penelitian terhadap 6 pria sehat, makan sejumlah besar minyak kelapa menyebabkan mereka secara otomatis makan 256 kalori lebih sedikit per hari. Dalam penelitian lain terhadap 14 pria sehat, mereka yang mengonsumsi minyak kelapa saat sarapan mengonsumsi lebih sedikit kalori saat makan siang.

Jadi, minyak kelapa dipercaya dapat meningkatkan pembakaran lemak dan meningkatkan “kalori keluar”. Nah, mau percaya yang mana?

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top