Mobil-mobil di jalanan sibuk Australia menepi karena aspal lengket (http://i.dailymail.co.uk/i/pix/2018/01/05/07/47C5DF4D00000578-0-image-m-7_1515137922669.jpg)

Amerika Utara kembali dilanda musim dingin yang membuat frustrasi warganya. Salju menutupi perumahan-perumahan hingga setinggi satu metee, air terjun Niagara di Kanada membeku, bahkan salju turun di kawasan hangat seperti Florida. Suhu tercatat mencapai -30C. Belahan dunia berlawanan mengalami sebaliknya. Aspal di jalanan di Australia meleleh dalam suhu yang mencapai 40C. Gejala apakah ini?

Pemilik akun Instagram @urbanveggiegarden yang mengaku warga Toronto, Kanada, mengunggah foto di kala musim panas seraya menulis: what a brutal winter and it is only January 5!!! (*emoji sedih). Who else is dreaming of warmer days and cold adult beverage?”

Seorang follower-nya yang tampaknya warga Australia mengomentari dengan menulis: “Cold beverages only, please. We are expecting a top of 41C (106F) today! (*gambar eskrim)”.

Dailymail melaporkan, pantai timur Australia meliputi Sydney dan Melbourne dilanda gelombang panas. Suhu diperkirakan mencapai 40C. Penghuni di kedua kota turun ke pantai untuk mendinginkan diri pada Jumat (5/1/2018).

Peringatan bahaya kebakaran dikeluarkan untuk Victoria pada Sabtu, di saat bentangan 10 kilometer Jalan Raya Hume mulai meleleh akibat panas.

Kemacetan tak terhindarkan tatkala para pengemudi menghindari aspal yang lengket di jalan-jalan yang sibuk. Warga telah didesak menghindari daerah tersebut dan tetap berada di rumah selama akhir pekan.

Kondisi bertolak belakang terjadi di kutub seberang. Fenomena bom siklon, polar vortex, dan massa udara Arktik (dari Kutub Utara) diperkirakan akan menyelimuti wilayah ini untuk beberapa waktu ke depan.

New England tengah “menanti” angin topan, Maine dan Boston mendapat peringatan badai salju, dan di Florida yang hangat, turun salju.

Menurut situs National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), seperti dimuat situs National Geographic, bom siklon terjadi ketika “massa udara dingin bertabrakan dengan massa udara yang hangat”, udara Arktik yang dingin bertabrakan dengan air laut yang hangat yang sebenarnya merupakan sumber tabrakan yang umum.

National Weather Service di Amerika Serikat memprediksi bahwa negara-negara di jalur bom siklon saat ini akan mengalami angin topan, salju lebat, dan banjir.

Sementara itu polar vortex adalah apa yang oleh ahli meteorologi Washington Post, Jason Samenow, sebagai “mother lode of numbing cold”. Ini terjadi karena adanya pusaran kutub yang terjadu di benua Arktik.

Sudah diketahui bahwa perubahan iklim telah memengaruhi cuaca. Efeknya diketahui memperburuk bencana alam seperti angin topan, kebakaran hutan, pemanasan wilayah Arktik, bahkan membuat musim dingin di AS lebih dingin.

Postcomended   Sebuah Rekaman Mengungkap Donald Trump Akui Ivana Ingin Singkirkan Adik Tirinya

Sementara Amerika telah mengalami cuaca dingin yang lebih lama dari biasanya pada musim dingin ini, ahli meteorologi Eric Holthaus mengatakan kepada National Geographic dalam sebuah artikel sebelumnya bahwa masih terlalu dini menghubungkan kondisi cuaca musim dingin tahun ini dengan keseluruhan perubahan iklim.***

Share the knowledge