Ekonomi

Amerika Serikat Bersiap Alami Booming Industri Ganja

Share the knowledge

Industri ganja berada di ambang booming besar, setidaknya di Amerika Serikat (AS), ketika dukungan untuk legalisasi narkoba ini tumbuh di seluruh negara bagian. Paradigma baru mulai muncul di sana bahwa berinvestasi lebih awal pada komoditas ini bisa menjadi kunci sukses berbisnis; startup ganja mulai berkembang.

Menurut Survei Sosial Umum 2018, lebih dari 61 persen orang Amerika mendukung dekriminalisasi ganja. Angka tersebut naik dari 57 persen hanya dalam dua tahun. Selain itu, peningkatan dukungan juga muncul di antara para politisi di kedua kubu (Republik dan Demokrat).

Pada Januari 2019, 33 negara bagian telah melegalkan ganja medis, dan banyak negara bagian lain akan memberikan suaranya dalam beberapa bulan mendatang. Bahkan perusahaan-perusahaan alkohol dan tembakau besar telah mulai berinvestasi dalam startup (perusahaan perintis) ganja.

Pertanyaannya bukan lagi, “apakah” melainkan “kapan” mariyuana akan dilegalisasi di tingkat federal. Newsweek melaporkan, potensi pertumbuhan dalam industri ganja terbukti dengan meningkatnya gelombang dukungan dari Washington.

Mantan Jaksa Agung AS, Jeff Sessions, yang pernah dengan tegas menentang legalisasi ganja, mengatakan, bahwa mungkin ada beberapa manfaat dari “ganja medis”. Presiden AS, Donald Trump, selama kampanye 2016 mengatakan bahwa dia “100 persen” mendukung ganja medis.

Postcomended   Kota Rawan Gempa Ini Luncurkan Aplikasi yang akan Getarkan Ponsel Sebelum Gempa Terjadi

Mantan Ketua DPR AS (House), John Boehner, juga berubah pikiran dengan mengatakan bahwa pikirannya tentang ganja “telah berevolusi” setelah sebelumnya mengatakan dia “sangat menentang”.

Baru tahun ini, anggota DPR AS, Tulsi Gabbard dan Don Young, memperkenalkan legislasi bipartisan untuk mengakhiri larangan federal untuk ganja. Dan anggota DPR AS Oregon, Earl Blumenauer, mengusulkan House Bill 420, yang akan mengatur kanabis di tingkat federal.

Kini bahkan muncul iklan yang menawarkan bisnis di komoditas ini. Iklan tersebut menyebut nama pakar investasi, Matt Badiali, yang menawarkan jasanya untuk berinvestasi yang menguntungkan di sektor ganja, terlebih kata iklan itu, ibu kota AS Washington DC, telah menyetujui legalisasi mariyuana federal sepenuhnya.

Badialli disebut memiliki keahlian lebih dari 20 tahun di sektor komoditas. “Strategi Badialli dapat membantu seseorang memanfaatkan pasar yang berkembang ini,” sebut advertorial itu. Bahkan menurut iklan itu, investasi sekecil 50 dollar AS  –dengan catatan harus berinvestasi di perusahaan yang tepat– dapat menghasilkan laba yang cukup besar.

“Program Matt Badiali dapat menempatkan Anda di jalan menuju peluang investasi yang tumbuh paling cepat di Amerika,” kata iklan tersebut. Saat ini saja setidaknya ada 10 startup ganja yang oleh laman CrunchBase dianggap sebagai top ten startup ganja di AS. Kesemua perusahaan startup ini telah didirikan sejak awal 2016.

Postcomended   Rupiah Terendah Sejak Krisis 1997, Harga Kebutuhan Pokok Terkendali, Sampai Kapan?

Di lima besar, sebut saja ada Eaze yang berbasis di San Francisco dan memiliki total perolehan sebesar 51,5 juta dollar AS; Surterra Holdings, Inc., di Atlanta, dengan perolehan 25.3 juta dollar AS; Green Bits di
San Jose dengan total pendapatan 20 juta AS.

Nama startup ganja lainnya, Canndescent, berbasis di Santa Barbara, CA,  dengan 16.5 juta dollar, di posisi kelima ada LeafLink dengan total pendapatan 14 juta dollar AS

Terkait berkembangnya startup ganja, Baker Technologies, suatu platform point-of-sale yang menyediakan apotek dengan perangkat lunak manajemen bisnis dan hubungan pelanggan, kepada laman CrunchBase mencontohkan upaya para startup untuk mengatasi kebutuhan bisnis ganja dan apotik.

Baker sendiri telah mengumpulkan total $ 12,5 juta dalam pendanaan sejak didirikan pada 2014. Putaran pendanaan terbaru Baker sebesar 8 juta dollar AS Seri A yang dipimpin perusahaan yang berfokus pada industry kanabis, Poseidon Asset Management, pada November 2017, telah mendukung pembukaan perusahaan di kantor di LA sebelum California melegalisasi kanabis.

CEO Baker tahun lalu menyebutkan ada dukungan publik yang luas untuk legalisasi kanabis yang dipimpin negara, serta insentif manfaat seperti perpajakan dan penciptaan lapangan kerja untuk dukungan masa depan dan legalisasi di tingkat negara. Namun kata Baker, peraturan federal (saat itu) masih menimbulkan ketidakpastian bagi perusahaan.

Postcomended   Kini Go-Jek Bisa Perantarai Pinjaman untuk Beli Rumah atau Pendidikan #SURUHGOOGLEAJA

Bagaimanapun, startup lain bahkan sedang menangani teknologi untuk manajemen budidaya ganja skala besar agar tetap bisa membantu polisi menerapkan aturan tentang mengemudi di bawah pengaruh. ***

 


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top