Jumat malam waktu Amerika Serikat (AS), akun Instagram resmi Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, memosting “breaking news” berupa foto dirinya dengan tulisan: “We’ll be meeting on June 12th in Singapore –President Donald Trump”. Sikap ini diambil dalam tujuh hari sejak pada 24 Mei silam dia “mutung”, membatalkan rencana pertemuan dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, melalui surat tiga paragraf. Sebuah surat juga, dengan amplop berukuran raksasa, yang mengiringi perubahan sikap Trump. Apa isi surat dari Kim tersebut?

Postingan di akun Instagramnya ini disertai teks yang jika diterjemahkan sebagai berikut: “BREAKING NEWS: Presiden @realdonaldtrump mengumumkan dia akan bertemu dengan Kim Jong Un di Singapura pada 12 Juni setelah bertemu dengan Wakil Ketua Korea Utara di Gedung Putih pada hari Jumat.

Teks ini disertai alamat akunnya @realdonaldtrump, tagar: #Repost, dan me-mention @foxnews.
Perubahan sikap ini diumumkan seusai pertemuan Trump dengan utusan senior dari Pyongyang, Kim Yong Chol, disaksikan Sekretaris Negara, Mike Pompeo, bertempat di Gedung Putih, di Washington, AS, pada 1 Juni 2018.

Postcomended   Sungguh Aneh! PM Israel Jamu PM Jepang Di Sepatu

Surat Raksasa
Chol datang seraya membawa surat dari Kim dengan amplop berukuran raksasa. Hingga berita ini diturunkan, isi surat belum dipublikasikan.

Tepat setelah pertemuannya dengan Chol Jumat (1/6/2018), Trump mengatakan kepada wartawan bahwa dia belum membaca surat itu. Namun seorang pejabat Gedung Putih menegaskan bahwa Presiden telah membaca isi amplop raksasa itu.

Dia mengatakan, surat itu “diperiksa dengan saksama” oleh Secret Service untuk menghindari potensi bahaya sebelum pejabat Korut itu dapat menyampaikannya.

Menanggapi amplop raksasa tersebut, sejumlah pengguna Twitter bertanya-tanya, apakah Trump akan membalas dengan surat yang sama besar?

Postcomended   Tahun Depan, Roket SpaceX Cuma Butuh 24 Jam untuk Sampai Mars

Sebelumnya, pada 24 Mei lalu, Trump mendadak menyatakan mundur dari rencana pertemuan dengan Kim. Para analis menduga Trump ingin menjadi orang yang pertama membatalkan sebelum keduluan Kim.

Namun dikatakan oleh seorang yang dekat Trump bahwa Trump tidak senang pada pernyataan publik yang dibuat Wakilnya, Mike Pence, awal pekan ini yang mengancam akan memprospek perubahan rezim di Korut jika Korut tidak memenuhi syarat AS untuk melepas nuklirnya. Ancaman tersebut adalah akan “me-Moamar-Qaddaffi-kan” Kim.

Seperti diketahui, Pyongyang tersinggung atas pernyataan ini setelah sebelumnya juga bersikap sengit atas latihan perang “Max Thunder” yang digelar antara Korea Selatan dan AS. Korut juga mengancam membatalkan KTT jika Washington berusaha mendorong Pyongyang secara sepihak menyerahkan persenjataan nuklirnya.

Namun Korut masih menunjukkan itikad baik ketika pada 22 Mei 2018, mereka mengundang media internasional untuk menyaksikan pembongkaran situs nuklir Punggye-ri.(***/instagram/CNN/reuters)

Postcomended   Bebek Karet Dapat Memaparkan Infeksi Mata, Telinga dan Perut pada Anak-anak

Photo credit: CNN

Share the knowledge