Nafa Urbach (credit: Instagram/@nafaurbach)

Artis Nafa Urbach marah besar demi menemukan komentar-komentar di pemberitaan media daring yang mengait-kaitkan nama anaknya dengan istilah “loli”. Dia didampingi pengacara Sandy Arifin, berniat membawa masalah ini ke jalur hukum. Memangnya apa arti “loli” sehingga membuat Nafa murka?   

Putri Nafa Urbach, Mikhaela Lee Jowono (Mikha) belum lama ini mendapat reaksi menyeramkan dari orang-orang yang diduga Nafa merupakan para pedofilia, di salah satu pemberitaan media daring (online). Nafa pun bertekad mengusut masalah ini hingga tuntas ke jalur hukum.

Saat ini Nafa sedang mengumpulkan bukti-bukti untuk memperkuat laporan. Jalur cyber crime akan dipilih karena kasusnya berawal dari media sosial.

Sandy mengatakan di Jakarta, Senin (14/8/2017), pihaknya besok pagi akan berkonsultasi dengan pihak direktorat cyber crime Polda Metro Jaya terkait pembuatan laporan ke kepolisian dan pengumpulan barang bukti.

Aksi Nafa ini mendapat reaksi dari artis lainnya seperti Ussy Sulistiawati, Shandy Aulia, dan Chlesea Olivia. “Mereka pada ketakutan semua. Rata-rata kan pada punya Instagram semua,” ujar Nafa.

Postcomended   Pemerintah Tetapkan Libur Nasional dan Cuti Bersama 2018

Ussy lantas menyarankan agar tidak mengunggah-unggah lagi foto anak ke medsos. Nafa pun berniat mendapatkan dukungan teman-teman artisnya ini untuk membawa masalah ini ke jalur hukum.

Belum lama ini akun Instagram Nafa ramai disorot netizen. Kepada media Nafa menceritakan kronologi kejadian yang membuatnya marah besar.

Awal kejadiannya adalah ketika Nafa mendapat pesan Whatsapp (WA) dari temannya yang memberi tahu bahwa ada pemberitaan mengenai Mikha. Semula kata Nafa, tidak ada masalah kecuali soal tanggal kelahiran anaknya ini.

Namun ihwal kesalahan tanggal ini rupanya memancing komentar macam-macam dari netizen, sampai kemudian muncul istilah “loli”.

“Di bawahnya ada yang bilang, ‘awas hati-hati terciduk’. Di bawahnya juga banyak (yang menyebut) loli, loli. Di situ banyak yang marah-marah, bukan cuma gue, kayaknya ibu-ibu juga, saya ingat. Kok anak saya dikomentarin Loli? Bukan cuma satu, tapi banyak, ada yang bilang ‘tunggu gedenya’,” papar Nafa di Jakarta, Senin (14/8/2017).

Postcomended   Setelah WITA Homestay dan CBT Bali Berkompetisi di ASEAN

Nafa sempat heran, “Kok Loli diciduk.” Nafa pun lalu searching di internet, hingga menemukan jawaban bahwa “loli” adalah istilah yang digunakan pelaku pedofil untuk menyebut anak-anak di bawah umur.

Nafa Urbach | Indo Artist | Pinterest pinterest.se564 × 850Search by image Utforska de här idéerna och mycket mer!

Nafa Urbach | Indo Artist | Pinterest pinterest.se564 × 850Search by image Utforska de här idéerna och mycket mer!

Mengetahui hal itu, Nafa yang panik segera mengajari putrinya untuk berhati-hati jika ada orang yang mencoba menyentuhnya. Menurut Nafa, anaknya sampai menangis waktu diajari bagaimana menjaga dirinya.

Istilah “loli” pernah terungkap dari satu grup komunitas pedofil di Facebook bernama Official Candy’s Groups’. Keberadaan grup ini terungkap dengan adanya bukti-bukti screenshot percakapan mengerikan para anggota grup tersebut, yang menyebar cepat di media sosial.

Dalam screenshot percakapan mereka itu, selalu muncul istilah “loli”. Rupanya istilah ini diambil dari nama Lolita, tokoh novel fiksi berjudul Lolita karya penulis Rusia, Vladimir Nakobov.

Novel yang telah diangkat ke layar lebar ini menceritakan seorang laki-laki dewasa yang jatuh cinta kepada seorang perempuan berusia 12 tahun bernama Lolita.

Postcomended   Lomba Mindo Photography Competition

Istilah ini meluas pengertiannya menjadi ditujukan untuk gadis kecil dan/atau gadis yang umurnya sudah tidak muda, tetapi masih mempunyai ciri-ciri seperti gadis kecil, baik dalam hal fisik maupun perilaku**(ra)