Lifestyle

Anda Memiliki Risiko Demensia dan Alzheimer? Lakukan Lima Hal Ini

Share the knowledge

 

Apakah Anda berisiko mendapatkan demensia atau Alzheimer? Cek risikonya, antara lain jika anda kelebihan berat badan, kurang olah raga, kurang tidur atau kelebihan tidur (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=Z9fzPZMcVUU)

Apakah Anda berisiko mendapatkan demensia atau Alzheimer? Cek risikonya, antara lain jika anda kelebihan berat badan, kurang olah raga, kurang tidur atau kelebihan tidur (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=Z9fzPZMcVUU)

Seiring bertambahnya usia, wajar muncul kekhawatiran pada demensia atau Alzheimer, baik itu jika menimpa diri sendiri ataupun ketika harus merawat pasangan atau orang tua yang memiliki salah satu gangguan neurologis yang melemahkan itu. Syukurlah keduanya dapat dicegah.

Berita baiknya, menurut serentetan penelitian yang baru-baru ini diterbitkan, sekitar sepertiga kasus Alzheimer dapat dicegah. Daripada mengandalkan obat-obatan, perubahan gaya hidup menawarkan harapan terbaik untuk menghindari penyakit ini, termasuk beberapa olah raga yang mungkin mengejutkan.

“Ada banyak hal yang secara khusus dapat kita tangani dengan cukup efektif melalui perubahan dan praktik gaya hidup,” kata James E. Galvin, direktur Pusat Kesehatan Otak Komprehensif di Florida Atlantic University dan penulis makalah 2017 di Journal of American Geriatrics Society pada ilmu pencegahan Alzheimer, dilansir laman Media Feed.

“untuk mengupayakannya tidak selalu memerlukan obat-obatan. Ada nutrisi, olahraga, diabetes, kolesterol, tidur, perhatian, dan sikap,” kata Galvin.

Tidak ada program satu ukuran untuk untuk mencegah Alzheimer atau demensia. Sebaliknya, langkah pertama adalah menjelajah dengan dokter Anda apakah Anda memiliki faktor risiko, seperti kelebihan berat badan, memiliki gula darah tinggi atau kolesterol, terlalu sedikit berolahraga atau kurang tidur, atau makan makanan yang buruk.

Gen Anda dapat memainkan peran dalam menentukan apakah Anda akan mendapatkan Alzheimer, tetapi bahkan faktor risiko itu bukannya tak bisa dihindari. Misalnya, orang dengan mutasi tertentu pada gen yang dikenal sebagai APOE cenderung memiliki risiko lebih tinggi untuk penyakit pembuluh darah dan Alzheimer.

Postcomended   3 Juli dalam Sejarah: Pemerintah Kolonial Mendirikan Technische Hogeschool, Cikal Bakal ITB

“Tetapi jika mereka melakukan segalanya dengan benar dari sudut pandang gaya hidup, pasien-pasien itu bahkan mungkin merespons secara istimewa dengan meningkatkan kolesterol (baik) dan metabolisme,” kata Richard Isaacson, direktur Klinik Pencegahan Alzheimer di Weill Cornell Memory Disorders Program, di New York.

Bagi yang merasa memiliki risiko-risiko demensoa atau Alzheimer, melakukan lima kebiasaan umum ini dapat semaksimal mungkin mencegahnya:

1. Pergi ke gym
Isaacson mengatakan, berolahraga secara teratur mungkin merupakan langkah paling penting yang dapat Anda lakukan, diikuti dengan mengobati penyakit metabolisme seperti hipertensi atau diabetes, dan meningkatkan jumlah tidur berkualitas tinggi yang Anda dapatkan setiap malam.

Satu penemuan mengejutkan adalah bahwa sarkopenia –penurunan kekuatan otot yang sering menyertai penuaan– bisa menjadi masalah parah bagi kejernihan mental. “Sejumlah makalah menunjukkan hubungan yang sangat kuat antara kesehatan otot dan kesehatan otak,” kata Isaacson.

Isaacson merekomendasikan campuran latihan aerobik dan anaerob, seperti kombinasi joging dan angkat berat. Sesuaikan rencana latihan apa pun dengan kondisi fisik Anda. Jangan mencoba lari jarak jauh atau mengangkat beban yang sangat berat jika Anda tidak berlatih dalam waktu lama.

2. Tingkatkan Diet dan Konsumsi Vitamin D
Galvin merekomendasikan untuk mengikuti apa yang disebut MIND diet, singkatan dari “Mediterranean-DASH Intervention for Neurodegenerative Delay”, yang menggabungkan dua diet populer yang keduanya merekomendasikan makan lebih banyak sayuran hijau, minyak zaitun, beri, kacang-kacangan, ikan, dan mengurangi mentega, daging merah, dan keju.

Selain itu,  periksa kadar Vitamin D Anda, saran Isaacson, karena kadar Vitamin D yang sangat rendah baru-baru ini dikaitkan dengan peningkatan risiko demensia. Itu termasuk penelitian di Prancis pada 916 orang dewasa berusia 65 tahun ke atas yang menyimpulkan bahwa vitamin D yang cukup dapat memperlambat penurunan kognitif dan menunda timbulnya demensia.

Postcomended   Studi yang Disponsori Harley Davidson: Bersepeda Motor Kurangi Stres dan Tingkatkan Kewaspadaan

3. Tidur nyenyak
Terlalu sedikit tidur adalah faktor risiko demensia, jadi merawat aspek kesehatan Anda juga penting.
Meskipun Anda cenderung kurang tidur seiring bertambahnya usia, memperhatikan kebersihan tidur –menjaga agar kamar tidur Anda sejuk dan gelap, tidak mengoprek gawai satu jam sebelum tidur, dan menghindari kafein di malam hari– dapat membantu Anda beristirahat lebih lama.

Dan masalah yang dapat menyebabkan kurang tidur kronis dan meningkatkan risiko Alzheimer, seperti “sleep apnea”, pasangan tidur dengan masalah mendengkur, atau masalah prostat pada pria, dapat diobati.

Di sisi lain, penelitian terbaru menemukan bahwa terlalu banyak tidur juga dikaitkan dengan risiko penurunan kognitif dan kematian dini yang lebih tinggi. Sebuah tim peneliti di Jepang melaporkan bahwa dalam penelitian 10 tahun terhadap orang dewasa yang berusia 60 tahun ke atas, mereka yang tidur 10 jam atau lebih sehari, lebih mungkin terserang demensia atau mati, dibandingkan mereka yang tidur 5- 6,9 jam per hari.

4. Jangan Andalkan TTS
Anda mungkin pernah mendengar bahwa melakukan teka-teki silang (TTS) dapat membantu mencegah demensia, tetapi apakah penelitian mendukung hal ini?

Ada beberapa bukti bahwa teka-teki, penggunaan komputer, seni dan kerajinan, musik, dan pendidikan berkelanjutan, dapat membantu menghindari Alzheimer. Koneksi sosial yang lebih dalam juga dapat menurunkan risiko penurunan kognitif Anda.

Tetapi bukti ini tidak sekuat kasus untuk makan dengan baik dan berolahraga, menurunkan berat badan, mengobati tekanan darah tinggi Anda, dan menurunkan kolesterol Anda.

Postcomended   Menteri LHK Hadiri King's Day Kerajaan Belanda 2018

Mengenai apakah permainan mental (seperti mengisi TTS) dapat membantu mencegah kelupaan lebih lanjut, Isaacson mengatakan, masalah ingatan biasanya berkorelasi dengan masalah metabolisme, dan ini juha terkait peningkatan jumlah lemak tubuh. “Biasanya semakin besar perut, semakin kecil pusat memori di otak,” kata Isaacson.

5. Berkeringat
Dalam makalah penelitian 2016, Tanjanina Laukkanen dari Institut Kesehatan Masyarakat dan Nutrisi di Universitas Finlandia Timur melaporkan, penggunaan sauna dapat mencegah demensia dan Alzheimer. Dalam sebuah penelitian yang melibatkan 2.315 pria, studi ini menemukan bahwa semakin banyak sauna yang diambil per minggu, semakin memperendah risiko.

“Telah terbukti bahwa penggunaan sauna dapat menurunkan tekanan darah dan memiliki efek positif pada fungsi vascular,” kata Laukkanen. Namun Laukkanen memperingatkan, orang dengan penyakit jantung atau tekanan darah rendah harus menghindari sauna. Namun berkeringat juga bias dilakukan melalui olah raga rutin. ***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top