Zohri sempat berpose dengan sprinter AS tanpa bendera Merah Putih (sumber foto: Twitter IAAF)

“Lalu Muhammad Zohri membuktikan sekali lagi bahwa Anda seharusnya tidak pernah meremehkan kuda hitam. Pemain berusia 18 tahun ini memberikan medali pertama untuk Indonesia di ajang U20 #IAAFworlds,” tulis International Association of Athletics Federations (IAAF) di akun Twitter-nya pada 12 Juli 2018. Penyebutan kuda hitam oleh IAAF bisa dilihat dari penempatan Zohri di lintasan ke-8. Apa artinya?Akun Twitter IAAF mendadak dibanjiri warganet Indonesia. Pemilik akun Kistono @kistono54 menulis: KITA HARUS SAMBUT DIA BESAR-BESARAN KETIKA MENDARAT DI CENGKARENG KELAK….bila perlu presiden sendiri yg menyambut di bawah tangga pesawat. Akun Tri Pambudi @PambudiTri berkomentar dalam Inggris; On Line-8 means all underestimate him. And he proved, he can win.”

Seperti dikatakan pemilik akun Twitter tersebut, penempatan Zohri di lintasan ke-8 sebagai lintasan terluar, artinya Zohri tidak diunggulkan. Secara psikologis, penonton biasanya akan lebih terfokus pada atlet-atlet yang berada di tengah.

Dua yang ditempatkan di lintasan tengah adalah pelari asal Amerika Serikat (AS), Anthony Schwartz dan Eric Harrison. Lainnya adalah pelari Afrika Selatan, Thembo Monareng, dan Inggris, Dominic Ashwell. Namun Zohri mendadak menarik perhatian dengan ngebut menjelang garis finish. Komentator pun tak ragu menyebut bahwa juara pertama lari cepat 100 meter (sprinting) ini adalah pemuda asal Nusa Tenggara Barat (NTB) tersebut.

Postcomended   Walikota Tegal yang Ditangkap KPK Pernah Ikut Kontes Kecantikan

Zohri menjejak finis dengan catatan waktu 10.18 detik, dan dianggap sah oleh IAAF dengan kecepatan angin 1,2 meter/detik; di bawah batas maksimal yang ditentukan IAAF.
Kedua sprinter yang diunggulkan asal AS berada di posisi kedua dan ketiga, mengapit Zohri saat lagu Indonesia Raya membahana di Stadion Tampere, Finlandia.

Zohri melakukan sujud syukur sesaat setelah dinyatakan menang (sumber foto: Twitter IAAF)

Kecepatan yang dicapai Zohri ini memecahkan rekor nasional junior 100 meter putra atas namanya sendiri (10,25 detik), namun masih dibawah rekornas senior atas nama Suryo Agung Wibowo (10,17 detik).

Laman Flotrack menulis, pencapaian Zohri pada Rabu (11/7/2018) adalah perlombaan bersejarah yang harus diingat. Atlet yang berasal dari keluarga sangat sederhana di NTB ini disebut Flotrack yang melansir outlet berita Asia Tenggara yang meliput berita, memenangkan gelar global pertama di dunia yang pernah ada.

Postcomended   Potensi Zakat Indonesia Rp 213 Triliun per Tahun

Zohri, kata laman tersebut, mengalahkan Anthony Schwartz (10,19 detik), yang tidak pernah kalah dalam satu balapan pun pada 2018 dan memimpin peringkat U20 dunia. Laman ini juga menyebut, kemenangan ini juga menandai pertama kalinya seorang atlet Asia Tenggara memenangkan lari cepat 100 meter di Kejuaraan Dunia Junior.

Postcomended   Empat Pemain Basket Jepang Diusir Pulang

Kemenangan itu, tulis Flotrack, sangat mengejutkan Zohri dan timnas, sehingga Zohri sempat mencari-cari bendera Merah Putih setelah kemenangan bersejarah tersebut. Menurut media Asia Tenggara, Zohri berpotensi berkompetisi di AS.(***/flotrack/tempo)

Share the knowledge