Anwar Ibrahim : Umno Is So Afraid of The Tun Mahathir And Anwar ... The Coverage Anwar Ibrahim : Umno Is So Afraid of The Tun Mahathir And Anwar Partnership - The Coverage

Anwar Ibrahim : Umno Is So Afraid of The Tun Mahathir And Anwar … The Coverage Anwar Ibrahim : Umno Is So Afraid of The Tun Mahathir And Anwar Partnership – The Coverage

Politisi oposan Malaysia, Anwar Ibrahim, akhirnya dibebaskan dari penjara, Rabu (16/5/2018). Pembebasan ini merupakan permintaan pengampunan yang diajukan Mahathir Mohamad, Perdana Menteri (PM) terpilih 2018. Pembebasan mantan seterunya selama 18 tahun ini, disebut sebagai bagian dari upaya Mahathir mempersiapkan “Putra Mahkota” penggantinya dalam waktu dua tahun. Mahathir diketahui berencana mundur dari peta politik Malaysia dalam waktu tersebut.

Saat pembebasannya, Anwar mengatakan bahwa kemenangan pemilu oposisi kemarin adalah “fajar baru” bagi Malaysia. Anwar menjadi bulan-bulanan pemerintah berkuasa di Malaysia, setelah terlihat indikasi dia akan menjadi pemimpin masa depan.

Pada 2010, dilansir Tempo, Anwar mengatakan bahwa tuduhan sodomi adalah upaya untuk membunuh karir politiknya, terutama untuk mencegah dia menantang Mahathir.

Dia mengatakan tuduhan terbaru ini dirancang untuk melemahkan tiga partai oposisi aliansi, yang dalam pemilihan umum Maret 2008 membuat terobosan besar. Pemerintah tentu saja menyangkal bersekongkol melawan Anwar.

Postcomended   Uber Hentikan Uji Coba Mobil 'Tanpa Sopir' Setelah Kecelakaan Maut

Anwar dipenjara hingga dua kali, terakhir pada tiga tahun lalu, atas apa yang dia katakan sebagai tuduhan sodomi palsu.

Selama bertahun-tahun, Anwar memimpin gerakan oposisi Malaysia, gerakan yang baru saja mengalahkan partai yang berkuasa sebelumnya untuk pertama kalinya dalam sejarah negara ini.
Kemenangan pemilu yang mengejutkan pekan lalu, diikuti rekonsiliasi antara Anwar (70) dan Mahathir (92). Mahathir memecat dan memenjarakan Anwar 20 tahun lalu selama tugas pertamanya sebagai perdana menteri.

Anwar mengatakan dia telah memaafkan Mahathir dan menekankan bahwa dia akan memberikan dukungan penuh kepada pemerintah baru, meskipun tidak segera menjadi bagian dari itu. Mahathir menjabat sebagai perdana menteri sebelumnya selama 22 tahun, untuk kemudian mengundurkan diri pada 2003.

Para pendukung yang berkemah di rumah sakit, sambil berteriak “hidup Anwar!” mengikuti Anwar yang bergerak ke istana untuk bertemu Mahathir.

Postcomended   Teknologi “Augmented Reality” Bikin Rivalitas Apple dan Google Memanas

Dilansir BBC, lika-liku hubungan Mahathir dan Anwar terbilang luar biasa. Selama 1990-an mereka adalah sekutu politik, masing-masing menjabat sebagai perdana menteri dan wakil PM, hingga pada 1998 Mahathir memecat Anwar usai bertengkar.

Setahun kemudian, dengan tuduhan penyalahgunaan kekuasaan, Anwar dipenjarakan mentor politiknya ini. Pada 2000, dengan tuduhan telah menyodomi mantan ajudannya, ia kembali masuk bui untuk sembilan tahun.

Pada 2004, setelah bebas, Anwar maju kembali ke dunia politik oposisi untuk mendapatkan keuntungan yang belum pernah terjadi sebelumnya – meskipun tetap kekurangan kemenangan – dalam pemilihan umum tahun 2008 dan 2013.

Satu tahun kemudian ketika dia menuju pemilihan negara dan sepertinya akan menang, dia dikirim kembali ke penjara.

Pada 2004, setelah bebas, Anwar memutuskan membentuk koalisi oposisi. Satu tahun kemudian ketika dia menuju pemilihan negara, dia terindikasi seperti akan menang, dan dia dikirim kembali ke penjara.

Mahathir yang belakangan muak dengan isu korupsi yang dilakukan PM Najib Razak, yang juga mantan sekutunya, akhirnya memilih masuk lagi ke dunia politik melalui jalan yang ditempuh Anwar, yakni bergabung dengan koalisi oposisi, dan mencalonkan diri untuk jabatan puncak sekali lagi demi mendongkel Najib.

Postcomended   Jadi Tren Gaya Hidup, Lari Ternyata Bisa Kurangi Risiko Kanker

Upaya Mahathir menjadi pimpinan koalisi opisisi tidak gratis, melainkan dengan syarat dia akan mengajukan pengampunan kerajaan untuk Anwar jika memenangkan pemilu. Mahathir bahkan kemudian berencana memplot Anwar untuk menggantikannya dalam dua tahun.(***/BBC/tempo)

Share the knowledge