Kelompok Maute mengibarkan bendera ISIS

Sebuah baku tembak antara kelompok bersenjata dan personel Brigade Infantri terjadi di Marawi City, Filipina Selasa (23/5/2017). Baku tembak berawal pada sekitar pukul 15.00 waktu setempat. Sejumlah laporan menyebutkan, kelompok bersenjata masuk ke sebuah rumah sakit lokal dan mengibarkan bendera hitam ISIS di atap bangunan.

Pemerintah Filipina meminta warga kota Marawi untuk tetap tiggal di rumah akibat baku tembak antara tentara dan kelompok bersenjata tersebut. Disitat dari Kompas.com, Wakil Gubernur Lanao del Sur Mamintal Adiong Jr menyatakan, warga harus waspada dan mencegah orang tak dikenal memasuki rumah mereka.

Aparat setempat menduga kelompok itu adalah Negara Islam Lanao atau dikenal juga dengan nama kelompok Maute yang dikabarkan mendapat dukungan ISIS. Kelompok ini terdiri atas mantan anggota Front Pembebasan Islam Moro (MILF) dan sejumlah warga negara asing. Nama kelompok ini diambil dari nama pendirinya, Abdullah Maute.

Postcomended   Hadapi Ancaman Teroris, Polisi Dibekali Tenaga Dalam

Sabtu, (25/11/2016), sepasukan bersenjata terduga Maute juga sempat membombardir kota Butig, provinsi Lanao del Sur, Davao, Filipina Selatan.

Kelompok Maute adalah grup yang berafiliasi dengan ISIS. Mereka sebelumnya merupakan mantan anggota Moro Islamic Liberation Front (MILF). Sebelum dikenal sebagai Maute, kelompok ini menyebut diri mereka sebagai Khilafah Islamiyah Movement (KIM), dan setelah menyatakan kesetiaan pada ISIS, mereka menyebut diri sebagai “Daulah al-Islamiyah”.

Peralihan nama dan bayah kepada ISIS selanjutnya mengubah karakteristik kelompok Maute dari organisasi kriminal murni menjadi kelompok berideologi Islam militan. Kelompok Maute menjadi lebih kejam. Tirto.id menyebutkan, mereka mengadaptasi metode-metode ISIS seperti penculikan dengan tebusan serta pemenggalan kepala. Aksi-aksi ini, selain ditujukan untuk menebar teror dan mendapatkan tebusan, diyakini juga dilakukan untuk menarik perhatian para petinggi ISIS di Timur Tengah.

Infografik tentang kelompok Maute Filipina – http://www.gmanetwork.com/news/news/nation/590849/fast-facts-on-the-maute-group/story/

Kelompok Maute merupakan sempalan dari MILF. Para elite MILF dan kelompok Maute ternyata memiliki hubungan darah. Jannati Mimbantas, tokoh senior MILF menyatakan bahwa dua bersaudara pimpinan Muate, Abdullah dan Omar Muate, adalah sepupu dari Azisa Romato. Azisa adalah istri dari Wakil Ketua Urusan Militer MILF, Alim Abdul Aziz Mimbantas, yang adalah kakak dari Jannati Mimbantas.

Postcomended   Tercorengnya Nobel Perdamaian Si Anggrek Baja #StopKillingRohingyaMuslims

Seperti diberitakan jaringan media ABS-CBN Filipina, Jannati mengaku, duo Abdullah dan Omar Muate dulunya merupakan anggota MILF. Keluarga Muate ternyata datang dari latar belakang kelas menengah berpendidikan tinggi.

Investigasi ABS-CBN mengungkapkan ikatan yang lebih dalam lagi antara MILF dan Maute. Salah satu sumber mereka menyebutkan bahwa Abdul Aziz Mimbantas memiliki seorang putri yang akhirnya menikah dengan Sanusi asal Indonesia, seorang pimpinan Jamaah Islamiyah di Mindanao. Sanusi adalah mentor bagi Abdullah dan Omar Maute.

Postcomended   Marawi Dibebaskan dari ISIS: Proyek Pembangunan 1Miliar Dolar AS Digelar

Pengaruh ISIS memang sangat berpengaruh bagi pergerakan di berbagai negara, termasuk Filipina. Berbagai teror yang dilakukan kelompok Maute sejak 2013 membuat pemerintah Filipina waspada. Sebab, radikalisme adalah salah satu hal yang sangat diperangi karena memakan banyak korban jiwa dan materi. Indonesia pun harus waspada dalam menghadapi kelompok-kelompok teror yang mungkin tumbuh di Indonesia. Seperti pula Presiden Rodrigo Duterte yang pasang target melenyapkan ISIS dari negaranya, Indonesia pun sebaiknya begitu.***