Para perokok pasif memiliki risiko yang sama dengan perokok aktif –
http://breaktime.co.id/health/healthy-and-happy/wah-benarkah-perokok-pasif-terancam-alami-menopause-dini.html

Merokok dapat menyebabkan kematian. Itulah label yang sering didapati di iklan dan bungkus rokok. Ternyata, para perokok sosial (perokok pasif) pun punya risiko kematian yang sama dengan perokok aktif!

Di tahun 2015 penyebab kesakitan dan kematian terbesar ialah stroke, kecelakaan lalu lintas, jantung iskemik, kanker, dan diabetes melitus.

Perubahan pola penyakit itu tidak bisa dilepaskan dari perilaku hidup masyarakat yang tidak sehat. Diet yang terlalu banyak karbohidrat dan lemak, konsumsi sayur dan buah yang sedikit, rendahnya aktivitas fisik, merokok, dan konsumsi alkohol menjadi faktor risiko yang membentuknya.

Postcomended   Di-endorse First Travel, Dua Artis ini Harus Siap Bolak-balik Kantor Polisi

Kompas.com menyebutkan bahwa salah satu faktor risiko yang pengaruhnya terhadap terjadinya penyakit tidak menular sangat besar ialah merokok. Sejumlah penyakit seperti stroke, jantung dan pembuluh darah, kanker paru, dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) berkaitan erat dengan kebiasaan merokok.

Banyak orang akrab dengan rokok justru dalam pertemuan-pertemuan sosial. Dalam studi yang melibatkan 40.000 orang, para peneliti dari Ohio State University menemukan 10 persen lebih mengaku merokok dalam pertemuan-pertemuan sosial. Kebanyakan dari mereka berusia 21 hingga 40 tahun.

Kesehatan jantung responden diperiksa kesehatan jantungnya. Dari situ, ditemukan bahwa pada perokok sosial, risiko tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi ternyata identik dengan orang-orang yang merokok satu bungkus perhari.

Postcomended   Kontroversi Fidget Spinner: Dari Bahaya Tersedak hingga Merusak Konsentrasi

Saat para peneliti menambahkan faktor lain seperti obesitas, mereka mendapati bahwa 75 persen perokok sosial dan aktif memiliki tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi.

Sementara itu, di Indonesia masih riuh tentang RUU Pertembakauan. RUU telah masuk Prolegnas Prioritas 2017 sebagai iniisatif DPR. Saat ini, Surat Presiden dinantikan untuk melanjutkan pembahasan.***