Ekonomi

Apa yang Kau Cari Hilman Mattauch?

7 Fakta Hilman Mattauch, Wartawan Metro TV Sampai Segininya ... Surya - Tribunnews.com700 × 393Search by image 7 Fakta Hilman Mattauch, Wartawan Metro TV Sampai Segininya Membela Setya Novanto

7 Fakta Hilman Mattauch, Wartawan Metro TV Sampai Segininya … Surya – Tribunnews.com700 × 393Search by image 7 Fakta Hilman Mattauch, Wartawan Metro TV Sampai Segininya Membela Setya Novanto

Untuk menunjukkan bahwa yang bersangkutan tidak kabur, Hilman Mattauch mulai Kamis (23/11/2017) diperintahkan wajib lapor oleh Polda Metro Jaya sejak ditetapkan sebagai tersangka (yang tak ditahan) terkait kasus kecelakaan Setya Novanto. Munculnya nama Hilman dalam drama pelarian Setya Novanto (SN) dari upaya penangkapan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menimbulkan tanda tanya tersendiri. Bagaimana seorang wartawan bisa menjadi “sopir” seorang pejabat tinggi negara? Apalagi sang pejabat sedang dibelit masalah sensitif.

Jika peristiwa tabrakan dengan tiang listrik (tiang lampu) di kawasan Permata Hijau Jakarta itu sebuah kepura-puraan seperti dugaan banyak pihak, apakah seorang Hilman telah menyadari konsekuensinya?

Toh akhirnya Hilman dilaporkan mengundurkan diri dari Metro TV, setelah pihak stasiun televisi itu mengancam memecatnya (untuk keduakalinya).

Secara etika, seorang wartawan seharusnya bisa menjaga jarak dengan para penyelenggara pemerintahan agar tidak menimbulkan konflik kepentingan. Namun bagai sudah menjadi “rahasia umum”, para pewarta DPR tampaknya sudah tak heran dengan kedekatan Hilman dengan SN.

Seperti diwartakan sebelumnya, polisi menetapkan Hilman, pengemudi mobil SN saat kecelakaan, sebagai tersangka. Saat kejadian, Hilman berstatus sebagai wartawan MetroTV. Dia dinilai lalai saat mengemudikan mobil sehingga mengakibatkan kecelakaan yang mengakibatkan orang lain terluka.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Argo Yuwono, mengatakan, Hilman mengemudi sambil memegang ponsel, yang menyebabkan kendali mobil tidak stabil sehingga menyebabkan kendaraan berbelok ke kanan, kemudian menyerempet pohon dan menabrak tiang listrik.

Diungkapkan Argo, seperti ditulis Kompas, Toyota Fortuner yang disopiri Hilman tersebut adalah milik Hilman yang dibeli satu tahun lalu, meskipun STNK-nya masih atas nama Aminudin, pemilik sebelumnya.

Postcomended   Sang Pimpinan Rumah Rakyat Akhirnya Diboyong KPK ke Tahanan

Namun situs Tirto menulis, bukan cuma sekali SN menaiki Fortuner B 1732 ZLO tersebut. Saat mendatangi KPK pada 14 Juli 2017, SN menaiki mobil yang sama, meskipun bukan Hilman yang menyopiri.

Bagaimana seorang wartawan bisa menyopiri pejabat negara yang sedang bermasalah? Seperti diketahui, semalam sebelumnya, SN diburu KPK untuk ditangkap, namun keberadaan SN malam itu tak diketahui sampai terjadinya drama tabrakan dengan tiang listrik pada malam keesokan harinya.

SN dikabarkan luka parah dan dibawa ke rumah sakit (RS) Permata Hijau dalam keadaan tak sadarkan diri. Setidaknya itu dikatakan kuasa hukumnya, Fredrich Yunadi. Saat kecelakaan, masih kata Fredrich, di dalam Fortuner tersebut selain ada sopir juga ada ajudah SN.

Ajudan SN yang adalah seorang polisi, kata Fredrich pada malam kejadian, Kamis (16/11/2017), seperti dikutip Detikcom, sempat melolong SN dengan menggendongnya. Sementara itu pengemudi Fortuner tersebut belakangan diketahui bernama Hilman Mattauch.

Setelah kejadian, media sosial (medsos) gegap gempita dengan tagar #tianglistrik dan #bakpao. Salah satu yang menyertai tagar tersebut adalah foto-foto yang menunjukkan kedekatan Hilman dengan SN. Salah seorang yang mengunggah foto-foto tersebut adalah pegiat medsos, Ulin Ni’am Yusron.

“Hilman Mattauch, sopir dadakan papa adalah Koordinatoriat Wartawan Parlemen tahun 2016, yang juga jurnalis MetroTV. KPK perlu dengar keterangannya kenapa bisa menjadi sopir dadakan papa. Metro TV bisa wawancara eksklusif wartawannya sendiri,” tulis Ulin di akun Twitter-nya (https://t.co/74ZQgudkQd), seperti diberitakan situs Tribunnews.

Mereaksi hal tersebut, Metro TV akhirnya memecat Hilman sebagai kontributor televisi milik Surya Paloh tersebut. Tempo melaporkan, keputusan diambil Metro TV melalui sidang pada Sabtu (18/12/2017).

“Bahasa halusnya kami minta dia selesaikan urusan hukumnya kemudian mengundurkan diri sejak kemarin itu,” kata Pemimpin Redaksi Metro TV, Don Bosco Selamun, kepada Tempo, Minggu (19/11). Dilaporkan Detikcom, Don menyebutkan bahwa Hilman resmi mengundurkan diri seusai menjalani sidang tersebut. Alasannya, dia akan fokus mengurus perkaranya.

Postcomended   Lagi, Paus Fransiskus Sibuk Memecat Ulama-ulama Cabul

Menurut situs Tirto, bukan kali pertama Hilman dipecat Metro TV. Pada Juni 2016 Hilman pernah dipecat televisi tersebut dengan alasan:  tidak menjalankan fungsi sebagai kontributor Metro TV yang harus menjunjung etika profesi, bertindak laksana Liaison Officer bagi individu yang bermasalah secara hukum, dan  menghalang-halangi wartawan lain, termasuk tim Metro TV, dalam peliputan di KPK.

Tirto menulis, kala itu Hilman diduga melakukan perlawanan. Sejumlah sumber menyebutkan, dia mengancam akan membeberkan wartawan lain yang menerima gratifikasi, sehingga memunculkan istilah “Hilman Paper”.

Tak heran jika Hilman bisa melakukan itu semua, pasalnya Hilman pada tahun itu menjabat sebagai koordinator wartawan parlemen. Posisi inilah yang tampaknya (makin) mendekatkan Hilman dengan SN. Dia kerap terlihat dalam berbagai kegiatan anggota dan pimpinan dewan. Dia juga seringkali terlihat bersama Oesman Sapta, Ade Komarudin, Fahri Hamzah, atau Fadli Zon.

Posisi sebagai kepala koordinatoriat wartawan parlemen, dilakukan melalui voting di antara para wartawan yang ngepos di DPR. Di era kepemimpinan Hilman, ruangan wartawan di Senayan dibenahi.

Tak lama setelah dilantik sebagai Ketua DPR, SN mengunjungi ruang wartawan dan berjanji bakal memperhatikan fasilitas Kordinatoriat Wartawan Parlemen.

Seperti diketahui, pada Kamis (16/11/2017) malam, Fortuner yang ditumpangi SN menabrak tiang listrik di kawasan Permata Hijau, Jakarta Selatan. Berdasarkan surat perintah penahanan, status SN saat itu adalah buron KPK.

Mobil dikendarai oleh Hilman Mattauch. Di samping Hilman duduk ajudan SN. SN sendiri duduk di kursi tengah sebelah kiri. Dilansir Republika, mobil tersebut hendak menuju studio Metro TV untuk wawancara program Prime Time.

Sementara itu Wasekjen Golkar, Sarmuji, seperti dimuat situs Kumparan, Kamis (16/11), menyebut SN tadinya akan menggelar pertemuan dengan DPD 1 di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta Pusat. Pertemuan membahas konsolidasi partai, terkait rencana SN yang akan menemui KPK malam itu.

Namun semua rencana bubar karena orang pertama di DPR dan Partai Golkar tersebut pingsan dan dibawa ke RS setelah mobilnya disebut telah mencium tiang listrik.(***/tirto/kompas/detikcom/tempo/liputan6/kumparan/republika/tribunnews)

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top