Lifestyle

Apakah Lada Hitam Menyehatkan? Begini Kata Ahli

Share the knowledge

 

https://www.youtube.com/watch?v=606wowUVQ0g

(gambar dari: YouTube)

Beberapa penelitian telah menghubungkan bumbu lada (merica) hitam dengan penghapusan heterosiklik amina (HCA). HCA merupakan bahan kimia penyebab kanker yang terbentuk ketika daging hangus atau dimasak pada suhu tinggi. Atas dasar hal ini, para akademisi memberi perhatian khusus pada rempah-remah yang satu ini.

Satu kelompok di Universitas Negeri Kansas, Amerika Serikat (AS), menemukan bahwa mencampurkan satu gram lada hitam halus dengan 100 gram daging sapi giling –sama dengan sekitar satu sendok teh lada hitam untuk sekitar 16 ons daging– hampir sepenuhnya menghilangkan pembentukan HCA selama memasak, laman TIME melaporkan.

Sementara lada yang terlalu banyak mungkin terlalu menyengat bagi beberapa orang, penulis penelitian ini mengatakan bahwa mencampur lada dengan oregano, rosemary, dan herbal lainnya dalam rasio bumbu berbanding daging yang sama, akan memberikan manfaat penurun karsinogen yang tetap sama.

Lada juga dapat membantu pencernaan. “Ada sejumlah penelitian pada hewan yang menunjukkan beberapa manfaat potensial lada untuk saluran pencernaan,” kata Keith Singletary, profesor emeritus nutrisi di Universitas Illinois, yang menulis tinjauan umum tentang penelitian lada (makalah ini didanai oleh McCormick Science Institute, yang mempelajari manfaat rempah-rempah.)

Walaupun buktinya tidak selalu konsisten, beberapa di antaranya menunjukkan bahwa lada hitam dapat merangsang sekresi enzim pencernaan yang membantu Anda merasa kenyang setelah makan dan memudahkan transportasi makanan melalui saluran pencernaan, kata Singletary. “Ini juga dapat meningkatkan penyerapan beberapa nutrisi,” tambahnya.

Postcomended   Gerakan Khas Michael Jackson Ini Mengherankan para Dokter

Secara khusus, para ahli telah meneliti kemampuan piperin, senyawa organik yang memberikan rasa menarik pada lada hitam, untuk meningkatkan penyerapan curcumin dan resveratrol dalam tubuh. Curcumin adalah bahan kimia yang ditemukan dalam akar kunyit, dan ada bukti yang menghubungkannya dengan berbagai sifat anti-inflamasi dan antioksidan. Sementara itu, resveratrol adalah senyawa pada anggur merah yang dapat menurunkan risiko gangguan otak, penyakit jantung, dan diabetes tipe-2.

Menurut banyak ahli, curcumin dan resveratrol memiliki bioavailabilitas yang buruk, yatu sifatnya yang cenderung melewati sistem pencernaan manusia tanpa diserap. Di sinilah lada hitam berperan. “Kami menemukan bahwa penambahan piperin secara signifikan meningkatkan ketersediaan hayati resveratrol,” kata Nihal Ahmad, profesor dermatologi di Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Universitas Wisconsin yang telah mempelajari efek piperin pada penyerapan resveratrol tubuh.

Piperine tampaknya memblokir sebagian proses metabolisme yang dikenal sebagai glukuronidasi, kata Ahmad, yang menyebabkan resveratrol pecah sebelum usus dapat menyerapnya ke dalam aliran darah. Dengan mengganggu proses ini, piperine dapat membantu tubuh mengambil lebih banyak resveratrol.

Beberapa penelitian terkait telah menunjukkan bahwa piperin memiliki efek yang mendukung penyerapan yang sama pada curcumin (sejumlah pembuat suplemen komersial sudah menjual produk curcumin dan resveratrol yang mengandung piperine).

Postcomended   BPJS dan Presiden Akan Digugat Karena Hentikan Penjaminan Obat Kanker Payudara

Tetap Anti-Kanker

Namun terkait dengan penggunaannya dalam dunia kuliner, penelitian sampai saat ini tidak mendukung ke arah itu. “Apakah jumlah lada hitam yang digunakan untuk tujuan kuliner memiliki manfaat kesehatan? Saya pikir itu tidak diketahui,” kata Singletary.

“Banyak penelitian tentang rempah-rempah telah dilakukan pada hewan dan kultur sel, dan tidak ada banyak penelitian pada manusia untuk mendukungnya.” Studi Ahmad, misalnya, memberi makan tikus 10 mg piperin per kilogram berat badan.

Dengan begitu, manusia dengan berat 125 pon (sekitar 57 kg) perlu menelan hampir dua sendok makan lada hitam untuk mendapatkan jumlah piperin yang sama. Hanya sedikit dari kita yang mau (atau mampu) mencerna lada sebanyak itu.

Diminum dalam dosis tinggi sebagai bagian dari suplemen, piperine bahkan dapat menimbulkan beberapa masalah. “Ada risiko menyerap hal-hal yang tidak Anda inginkan dalam tubuh,” kata Ahmad. Proses pencernaan yang sama yang memecah curcumin dan kunyit sebelum dapat dimasukkan ke dalam aliran darah, kata Ahmad, juga membuat komponen makanan tidak sehat tertentu –termasuk beberapa hormon dan bahan kimia– ikut terserap.

Ahmad juga mengatakan bahwa, jika Anda menggunakan obat resep, dimungkinkan (walaupun tidak terbukti) bahwa menelan piperin dosis tinggi dapat mengganggu aksi obat-obatan ini. Konsekuensi semacam ini yang tidak diinginkan membuat banyak dokter memperingatkan tentang risiko suplemen yang dijual bebas.

Postcomended   Dibujuk PBB, Israel Batal Deportasi Ribuan Pencari Suaka dari Afrika

Secara bersama-sama, bukti sampai saat ini menunjukkan bahwa lada hitam yang digunakan dengan cara yang kebanyakan kita lakukan –yakni dengan ditaburkan atau ditumbuk menjadi makanan– tidak menimbulkan risiko kesehatan. Dan itu mungkin menawarkan beberapa manfaat pencernaan atau penyerapan nutrisi. Tetapi bahkan jika tidak, menambahkannya ke rendaman daging, dapat tetap memberikan beberapa manfaat anti kanker yang berarti.***

 


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top