Internasional

Aplikasi Kencan Gay Jadi Korban Terbaru Ketegangan AS-Cina

Share the knowledge

 

Grindr, aplikasi gay. Aplikasi ini telah dilarang di Indonesia (gambar dari: https://www.pinknews.co.uk/2017/12/22/man-who-ran-paedophilia-ring-on-grindr-handed-nine-life-sentences/)

Grindr, aplikasi gay. Aplikasi ini telah dilarang di Indonesia (gambar dari: https://www.pinknews.co.uk/2017/12/22/man-who-ran-paedophilia-ring-on-grindr-handed-nine-life-sentences/)

Ketegangan yang meningkat antara Washington dan Beijing dalam perdagangan dan keamanan nasional, membuat AS cemas menyadari perusahaan Cina memiliki aplikasi Grindr; sejumlah tokoh AS disinyalir pengguna aplikasi ini. AS akan paksa Cina menjual Grindr pada 2020. 

Beijing Kunlun Tech mengakuisisi 60% saham di Grindr pada 2016 dan diperkirakan akan menjadikan aplikasi ini go-public setelah menyelesaikan akuisisi terakhir. Grindr menggambarkan dirinya sebagai aplikasi jejaring sosial terbesar di dunia untuk kaum LGBTQ.

Namun, rencana Cina itu dibubarkan oleh Komite Investasi Asing di Amerika Serikat (CFIUS), lembaga yang memeriksa pembelian bisnis AS di luar negeri, dengan tujuan untuk menentukan efek transaksi tersebut pada keamanan nasional AS.

Pada Senin (13/5/2019), seperti dilaporkan CNN, Kunlun mengatakan telah mencapai kesepakatan dengan CFIUS untuk menjual aplikasi pada 30 Juni 2020. Sampai saat itu, perusahaan mengatakan Grindr tidak akan mengirimkan informasi sensitif apa pun ke Cina, meskipun tidak jelas bagaimana itu akan ditegakkan.

Aplikasi kencan ini berisi data yang berpotensi sensitif –mulai dari mengungkap pesan-pesan dan foto selfie hingga fakta bahwa pengguna mencoba sekadar berkencan– tetapi Grindr bahkan memiliki lebih dari kebanyakan aplikasi yang ada.

Postcomended   Jembatan Laut Terpanjang di Dunia Ini Bakal Pangkas Waktu Menjadi Hanya 30 Menit

Ada kemarahan tahun lalu ketika terungkap aplikasi ini berbagi status HIV pengguna dengan para mitra iklan.
Masalah keamanan sebelumnya telah membuat aplikasi ini menerapkan perlindungan privasi bagi pengguna di negara-negara di mana status gay dapat membahayakan mereka.

Di masa lalu, AS menyalahkan peretas Cina atas serangan terhadap Office of Personil Management (OPM), yang pada dasarnya adalah departemen Sumber Daya Manusia pemerintah AS, yang mengungkap data pribadi jutaan karyawan federal saat ini dan mantan karyawannya.

Sejarah Cina Berbagi Data

Para ahli mengatakan peretasan itu mungkin merupakan upaya untuk membangun basis data raksasa pekerja pemerintah AS untuk kegiatan spionase (Cina) di masa depan. Sementara CFIUS belum mengungkapkan alasannya di balik keputusan mengenai Grindr, kekhawatiran serupa mungkin juga terjadi.

Di bawah undang-undang keamanan dunia maya Cina, perusahaan yang melakukan bisnis di negara itu harus mendasarkan data mereka di sana, menimbulkan kekhawatiran bahwa pemerintah dapat memperoleh akses ke sana. Perusahaan-perusahaan Cina disebut memiliki sejarah berbagi data dengan pemerintah mereka.

“Karena pejabat pemerintah, termasuk perwira militer dan intelijen AS, mungkin pengguna Grindr, pemerintah AS berhak khawatir tentang kemungkinan pemerintah asing mendapatkan akses ke aspek paling intim dalam kehidupan mereka,” Privacy International, Kelompok HAM berbasis di Inggris, mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Postcomended   Saudara Tiri Diktator Korut yang Diracun di Malaysia Diduga Informan CIA

“Namun, sama-sama memprihatinkan bahwa pengguna Grindr dari negara dan latar belakang mana pun berada di bawah kekuasaan pemerintah, baik itu pemerintah Cina atau AS.”

Grindr hanyalah korban terakhir dari kecurigaan AS yang semakin besar atas aktivitas Cina di, terutama ketika menyangkut teknologi. Tahun lalu, Washington telah terlibat dalam pertempuran hukum dan hubungan publik besar-besaran dengan raksasa telekomunikasi Cina, Huawei, berusaha untuk memblokirnya dari pasar AS dan global karena masalah keamanan nasional yang diakui, khususnya atas perluasan jaringan 5G.

April lalu, enam pemimpin militer AS yang sudah pensiun mendesak negara-negara lain untuk mengikuti jejak Washington, dengan mengatakan mereka “sangat prihatin tentang masa depan di mana jaringan 5G yang dikembangkan Cina secara luas diadopsi di antara sekutu dan mitra AS.

Grindr juga bukan aplikasi pertama yang menghadapi masalah kepemilikan atas keamanan nasional. Tahun lalu, Washington memblokir akuisisi Moneygram senilai 1,2 miliar dolar AS oleh Ant Financial, sebuah perusahaan pembayaran online yang dimiliki oleh miliarder Alibaba, Jack Ma.

Postcomended   Pelaku Sejarah "The Kiss" Meninggal di Usia 95

Dalam sebuah pernyataan, CEO Moneygram Alex Holmes mengatakan, “lingkungan geopolitik (telah) sangat berubah sejak kami pertama kali mengumumkan transaksi yang diusulkan dengan Ant Financial.”

Kesepakatan itu diblokir oleh CFIUS setelah anggota parlemen Republik Robert Pittenger dan Chris Smith menulis bahwa “seandainya transaksi ini disetujui, pemerintah Cina akan mendapatkan akses yang signifikan ke informasi tentang pasar keuangan dan aliran uang konsumen internasional khusus.***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top