Arab Saudi Tangkap Ulama dan Pangeran Putera Raja Abdulaziz bin ... portal islam640 × 311Search by image Arab Saudi Tangkap Ulama dan Pangeran Putera Raja Abdulaziz bin Fahd yang Selama Ini Dikenal Kritis

Arab Saudi Tangkap Ulama dan Pangeran Putera Raja Abdulaziz bin … portal islam640 × 311Search by image Arab Saudi Tangkap Ulama dan Pangeran Putera Raja Abdulaziz bin Fahd yang Selama Ini Dikenal Kritis

Pihak berwenang Arab Saudi telah menangkap lebih dari 20 ulama dan intelektual dengan alasan pembangkangan, demikian kata para aktivis. Ulama terkemuka Islam, Salman al-Odah dan Awad al-Qarni, termasuk di antara mereka yang dilaporkan ditahan sejak akhir pekan lalu. Para aktivis telah mengedarkan daftar tokoh lain yang diduga juga telah ditahan, termasuk beberapa ulama, akademisi, presenter televisi, dan penyair.

Sejauh ini belum ada konfirmasi dari pihak berwenang. Namun pada Selasa (12/9/2017), media pelat merah mengatakan, sekelompok orang yang bertindak atas nama “pihak asing melawan keamanan kerajaan” telah ditahan.

Iidentifikasi siapa yang ditahan belum jelas, namun sumber keamanan mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa mereka dituduh melakukan “kegiatan spionase dan berhubungan dengan entitas eksternal, termasuk Ikhwanul Muslimin”.

Postcomended   RIP Yahoo: Yahoo Bakal Ganti Nama

Ikhwanul Muslimin (IM), sebuah gerakan Islam yang dituding sebagai organisasi teroris oleh Arab Saudi, merupakan pusat perselisihan belakangan ini antara kerajaan dengan negara tetangganya, Qatar.

Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Mesir, memutuskan hubungan dengan Qatar pada Juni lalu. Mereka menuduh Qatar mendukung kelompok teroris regional.

Qatar mengakui bahwa mereka telah memberikan bantuan kepada IM, namun membantah telah membantu para pejihad yang terkait al-Qaeda atau yang disebut Negara Islam (ISIS).

Aktivis HAM yang tinggal di Inggris, Yahya al-Assiri, mengatakan kepada Wall Street Journal, bahwa petugas yang membawa Odah ke tahanan di Riyadh pada Sabtu malam telah mengutip kegagalannya menyatakan dukungan terhadap kebijakan Saudi di Qatar sebagai alasan penangkapannya.

Pada Jumat (8/9/2017), Odah menulis di Twitter bahwa percakapan telepon antara Pangeran Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman, dan Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, mengindikasikan adanya perselisihan.

Usai percakapan itu, Pejabat Saudi memang mengumumkan bahwa mereka menangguhkan semua dialog dengan Qatar. Alasannya, Qatar dianggap “mendistorsi fakta” dalam percakapan tersebut.

Odah, yang dulunya dikenal karena pandangan religiusnya yang ekstrim dan pernah dipenjara pada 1994-1999 karena mengagitasi perubahan politik, adalah seorang ulama populer dengan 14 juta pengikut di Twitter.

Semetara itu Qarni, yang ditahan di selatan kota Abha, telah menulis di akun Twitter-nya yang memiliki dua juta pengikut, bahwa dia menyerukan agar menjalin hubungan yang lebih baik dengan Qatar.

Pada Rabu, para aktivis mengedarkan daftar tokoh lain yang mereka percaya telah ditahan, termasuk beberapa ulama, akademisi, presenter televisi dan penyair lainnya. Beberapa tidak memiliki hubungan yang jelas dengan Islamisme atau sejarah penentangan yang jelas terhadap monarki Saudi.

Kementerian dalam negeri Saudi pada 2016 telah meluncurkan aplikasi telepon yang mendesak warga untuk melaporkan komentar di akun media sosial yang mempromosikan “gagasan terorisme atau ekstremisme”.

Jaksa penuntut umum Arab Saudi mengingatkan secara terpisah di Twitter, bahwa kegiatan yang “merugikan reputasi atau status negara” merupakan “kejahatan teroris”.

Tindakan keras tersebut juga muncul setelah sebuah kelompok oposisi yang menamakan dirinya Gerakan “15 September” mengeluarkan seruan untuk melakukan demonstrasi damai pada hari Jumat untuk mendesak pihak berwenang mengatasi kemiskinan, meningkatkan hak-hak perempuan, dan membebaskan tahanan politik. Padahal protes dilarang di Arab Saudi.***