Loading...
Internasional

Arab Saudi Dituduh Hilangkan Data Emisi yang Disebut dalam Pembicaraan Iklim PBB

Share the knowledge

Ekonomi Arab Saudi masih bergantung pada bahan bakar fosil, karena itu negara ini masih setengah hati mengikuti program penurunan emisi yang disepakati Bersama PBB (gambar ilustrasi dari: AP via http://english.alarabiya.net/en/business/energy/2018/06/28/Saudi-Aramco-signs-deal-to-make-onshore-oil-rigs-equipment.html)

Ekonomi Arab Saudi masih bergantung pada bahan bakar fosil, karena itu negara ini masih setengah hati mengikuti program penurunan emisi yang disepakati Bersama PBB (gambar ilustrasi dari: AP via http://english.alarabiya.net/en/business/energy/2018/06/28/Saudi-Aramco-signs-deal-to-make-onshore-oil-rigs-equipment.html)

Arab Saudi memblokir penyebutan temuan pada laporan penting tentang pemanasan global, dari keputusan yang diambil pada pembicaraan iklim PBB. Meskipun mulai mencoba mencari sumber devisa dari sektor lain, ekonomi Saudi masih sangat bergantung pada bahan bakar fosil.

Hal ini diungkapkan delegasi dan sumber yang dekat dengan perundingan kepada AFP, Senin (24/6/2019). Negara-negara berkumpul di kota Bonn, Jerman, untuk diskusi tahunan mereka tentang bagaimana melanjutkan upaya menghambat percepatan pemanasan global di bawah Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC).

Beberapa peringatan paling mengerikan dari risiko yang dapat ditimbulkan oleh kenaikan suhu,  mengemuka di forum itu. Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC), otoritas terkemuka dunia mengenai masalah ini, mengatakan Oktober silam bahwa untuk tetap berada dalam batas pemanasan 1,5C yang lebih aman, pemotongan drastis dalam penggunaan bahan bakar fosil akan diperlukan hanya dalam beberapa tahun saja.

Postcomended   Stevie Wonder Bergabung dengan Twitter, Ini Cuitan Petamanya

Laporan IPCC dibuat berdasarkan kesepakatan iklim Paris 2015, yang sepakat membatasi kenaikan suhu global hingga “jauh di bawah” 2 derajat Celcius (setara 3,6 Fahrenheit) untuk mencegah dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan terburuk yang disebabkan pemanasan planet kita.

Dengan menandatangani perjanjian Paris, negara-negara berjanji untuk menggunakan sains terbaik yang tersedia untuk menginformasikan waktu dan tingkat pengurangan emisi gas rumah kaca di masa depan.

Pada pembicaraan iklim PBB terbaru pada Desember 2018, Arab Saudi bergabung dengan Amerika Serikat (AS), Kuwait, dan Rusia, menolak menyambut temuan laporan IPCC tersebut. Di Bonn, Arab Saudi menolak rancangan frasa yang secara khusus mencatat temuan IPCC atas tingkat emisi, menurut dokumen yang dilihat oleh AFP.

Sebuah sumber yang dekat dengan pembicaraan itu mengatakan delegasi Saudi berpendapat tidak ada cukup bukti untuk mendukung pernyataan IPCC itu. Sumber itu mengatakan kepada AFP bahwa delegasi AS mengatakan bukti yang mendukung target 1,5C “terbatas”.

Postcomended   Video Kebencian di YouTube Bakal Terhapus Secara Langsung

Laporan IPCC disusun oleh lebih dari 90 ilmuwan iklim terkemuka dunia dan menggunakan lebih dari 6.000 referensi ilmiah. Saudi adalah salah satu pengekspor minyak terbesar di dunia dan ekonominya sangat bergantung pada bahan bakar fosil, yang menurut IPCC perlu dikenakan pemotongan emisi agar tetap aman di 1,5C.

Kemajuan Melambat
Seorang delegasi lain mengatakan kepada AFP bahwa delegasi Saudi telah “tidak mengizinkannya untuk bergerak maju” dalam diskusi, seraya menambahkan bahwa “negara-negara lain” telah gagal mengajukan keberatan atas posisi Saudi. Delegasi Saudi tidak menanggapi permintaan komentar dari AFP.

Carlos Fuller, kepala blok negosiasi Aliansi Negara-negara Pulau Kecil, mengatakan, sebuah saran diajukan oleh negara-negara berkembang bahwa laporan IPCC dan dampaknya terhadap negara akan dibahas dalam sesi lebih lanjut yang dapat memberikan jalan keluar dari kebuntuan.

Ketika Bonn membengkak dalam suhu 31C pada Senin, Kate Dooley, peneliti di Australian-German Climate & Energy College, mengatakan hasil apa pun tidak akan memengaruhi kesepakatan Paris, yang mana Saudi Arabia masih berkomitmen.

Postcomended   Iklim Bumi Mendingin akibat Kolonisasi Amerika

“Tujuan Perjanjian Paris akan terus didasarkan pada ‘sains terbaik yang tersedia’ apa pun yang terjadi di Bonn dan laporan IPCC tentang 1.5C akan terus ada, dengan semua pengetahuan ilmiah yang dikandungnya,” katanya kepada AFP.***

Loading...


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Loading...
To Top