Carbon Dioxide Co2 Gas Use 47l Saudi Arab Gas Cylinder - Buy Saudi ... Alibaba Carbon Dioxide CO2 Gas Use 47L Saudi Arab Gas Cylinder

Carbon Dioxide Co2 Gas Use 47l Saudi Arab Gas Cylinder – Buy Saudi … Alibaba Carbon Dioxide CO2 Gas Use 47L Saudi Arab Gas Cylinder

Sekelompok negara yang dipimpin Arab Saudi, Brasil, India, Panama, dan Argentina, menolak CO2 ditarget dalam pengiriman via kapal (pengapalan/shipping). Ini terkait isu yang akan diangkat pada Pertemuan Organisasi Kelautan Internasional yang akan digelar di London pada Selasa (3/4/2018), yang akan membidik industri pelayaran agar secara radikal mengurangi emisi CO2 dalam proses pengapalan.

Pada 2050, diprediksi seperlima dari total global CO2 akan disumbang industri pelayaran. Ini terjadi jika proses pengiriman via kapal tidak bersih.

Kelompok negara-negara tersebut beralasan, pembatasan emisi keseluruhan kapal akan membatasi perdagangan dunia. Mungkin juga akan memaksa barang-barang dikirim ke bentuk transportasi yang kurang efisien.

Argumen ini dijegal oleh negara-negara lain yang percaya bahwa pengiriman sebenarnya bisa mendapatkan keuntungan dengan pergeseran menuju teknologi yang lebih bersih.

Postcomended   Eksotika Kawasan Pedalaman Banten yang Semakin Diminati

Menteri Pelayaran Inggris, Nusrat Ghani mengatakan kepada BBC News, “Ketika sektor lain sudah melakukan aksi terkait perubahan iklim, pelayaran internasional dapat ditinggalkan.

“Kami mendesak anggota lain dari Organisasi Maritim Internasional (IMO) untuk membantu menetapkan strategi ambisius untuk memangkas emisi dari kapal.” Inggris didukung negara-negara Eropa lainnya dalam proposal untuk mengurangi emisi pengiriman sebesar 70-100 persen pada tahun 2050, dari level 2008 mereka.

Guy Platten dari UK Chamber of Shipping mengatakan,”Publik mengharapkan kita semua mengambil tindakan. Mereka memahami perdagangan internasional membawa kemakmuran, tetapi mereka juga menuntut itu dilakukan dengan cara yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Kita harus mendengarkan tuntutan itu, dan sekaranglah waktunya untuk bertindak.”

Baru-baru ini IMO dikritik karena kurangnya akuntabilitas dan transparansi. Organisasi ini memang setuju standar desain pada 2011 yang memastikan kapal baru harus 30% lebih efisien pada 2025. Tetapi tanpa aturan pengurangan emisi.

Postcomended   Tika Mulya, orang Indonesia yang jadi hijab stylist Lindsay Lohan

Koalisi Pengiriman Bersih, sebuah kelompok hijau yang berfokus pada kapal, mengatakan, pengiriman harus sesuai dengan kesepakatan yang dibuat di Paris untuk menstabilkan peningkatan suhu global sedekat mungkin ke 1,5 C. Angka 1,5 C adalah ambang batas kenaikan suhu Bumi yang disepakati negara-negara dalam Konferensi Perubahan Iklim (COP21) di Paris pada 2015.

Seorang juru bicara mengatakan, “Kesepakatan suhu Paris adalah tujuan mutlak. Mereka tidak tergantung pada apakah ekonomi global berpikir mereka dapat dicapai atau tidak.” Uni Eropa telah mengancam, jika IMO tidak bergerak cukup jauh, Uni Eropa akan mengambil alih pengaturan pengiriman Eropa. Ini sama dengan akan terlucutinya sebagian otoritas IMO.

Seorang juru bicara pemerintah Panama mengatakan kepada BBC News, negaranya mendukung Perjanjian Paris. Tetapi Anda akan melihat bahwa banyak negara yang menentang pembatasan CO2 adalah negara berkembang yang (lokasi negaraya) jauh dari pasarnya.”

Postcomended   🇲🇨🇲🇨Homestay Desa Setanggor🇲🇨🇲🇨

Para pegiat mengatakan, kapal-kapal bisa mengurangi emisi CO2 dengan melakukan perjalanan lebih lambat. Pengiriman internasional menghasilkan sekitar 1.000 juta ton CO2 setiap tahun; ini lebih dari seluruh ekonomi Jerman.

Share the knowledge