Event

Arkeolog Sebut Satu Asteroid Bertanggung Jawab Hancurkan Kota Sodom

Share the knowledge

 

https://www.ancient-code.com/this-ancient-sumerian-star-map-recorded-an-asteroid-impact/

Gambar dari: Ancient-code.com

Para Arkeolog mengidentifikasi satu asteroid yang meledak di udara, mungkin bertanggung jawab atas hancurnya kota Sodom pada 3.700 tahun lalu yang kini dikenal sebagai Tall el-Hammam, sebuah kota dari Zaman Perunggu. Menurut mereka, kota yang terletak di wilayah Ghor Tengah Lembah Yordan ini masuk akal sebagai kota Sodom seperti disebut dalam Alkitab.

Tetapi kesimpulan ini sangat diperdebatkan di lapangan. Kota Sodom dan Gomora dihancurkan oleh Tuhan karena perilaku penduduknya yang berdosa (homoseksual), menurut Alkitab Kristen. Para ilmuwan mempresentasikan temuan awal mereka pada pertemuan tahunan American Schools of Oriental Research di Denver, Colorado, Sabtu (17/11/2018).

Penggalian dan penanggalan radiokarbon di Tall el-Hammam menunjukkan sebagian besar dinding batanya menghilang sekitar 3.700 tahun yang lalu. Diperkirakan bahwa beberapa situs Ghor Tengah dihuni selama 2.500 tahun atau lebih sebelum dampak yang diusulkan.

Postcomended   Di Tengah Boikot Negara-negara Arab, Qatar Hengkang dari OPEC

Mineral yang tiba-tiba mengkristal dalam panas yang menyengat mendukung konsep tersebut, arkeolog Phillip Silvia, dari institusi Kristen Trinity Southwest University di Albuquerque, mengatakan pada konferensi tersebut. Silvia dan rekan-rekannya telah menggali kota selama lebih dari satu dekade, Science News menyatakan.

Ledakan besar ini “tidak hanya (menghapus) 100 persen kota-kota Zaman Perunggu Tengah, tetapi juga melucuti tanah-tanah pertanian dari lahan yang dulu subur,” para peneliti menulis dalam sebuah abstrak. Gelombang kejut mungkin telah mendorong air briney super panas dari Laut Mati di sebelah timur Ghor Tengah, mereka menambahkan.

Para peneliti menduga, manusia baru kembali ke wilayah itu 600-700 tahun setelah ledakan yang kemungkinan menghapuskan permukiman di wilayah seluas 15 mil di utara Laut Mati di Yordania hari ini, Science News melaporkan.

Postcomended   1 Agustus dalam Sejarah: Joseph Priestley Temukan Oksigen

Lapisan luar beberapa tembikar dari periode waktu tampaknya meleleh menjadi kaca, publikasi itu menambahkan. Tembikar ini juga mengungkapkan bukti butiran mineral kecil yang menghujani Tall el-Hammam setelah dicambuk ke langit oleh angin kencang.

Dalam berita arkeologi baru-baru ini, tim di Mesir telah menemukan temuan-temuan menarik seperti kerangka berusia 3.500 tahun dari seorang wanita hamil, patung sphinx, struktur besar dengan ruang yang bersebelahan untuk ritual keagamaan, sebuah situs makam yang diisi dengan sekitar 800 makam, dan tato figural kuno pada mumi berusia 5.000 tahun.***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top