Loading...
Ekonomi

Armada Taksi dan Bus Shenzen Sepenuhnya Berenergi Listrik

Share the knowledge

 

http://www.hastingstribune.com/giving-up-gas-china-s-shenzhen-switches-to-electric-taxis/article_cda4f65a-4327-5581-9936-e6ab78c1f1f2.html

Armada taksi kota Shenzen, Cina, kini sepenuhnya menggunakan mobil listrik (gambar dari: AP via hastingstribune.com)

Salah satu kota besar di Cina telah mencapai tonggak sejarah lingkungan. Armada taksi mereka kini hampir seluruhnya bertenaga listrik. Ini merupakan bagian dari upaya mengembalikan kondisi langit Cina dari cengkeraman polusi yang merugikan Cina secara ekonomi.

Pusat teknologi tinggi Shenzhen di Cina selatan mengumumkan pada awal tahun ini bahwa 99 persen dari 21.689 taksi yang beroperasi di kota ini adalah listrik. Tahun lalu, masih ada 7.500 taksi bertenaga bensin di jalan. Beberapa masih dapat ditemukan, tetapi yang listrik jauh melebihi jumlah taksi bensin.

Associated Press melaporkan, kota metropolitan berpenduduk 12,5 juta ini adalah yang kedua mencapai prestasi ini di Cina dan terbesar, setelah kota Taiyuan di Cina utara dengan populasi 4,3 juta yang telah seluruh taksinya menggunakan energi listrik sejak 2016.

Postcomended   Apple Akui Kelemahan iPhone Bikin Etnis Uighur Jadi Sasaran Serangan Siber

Sekretaris jenderal Asosiasi Penumpang Mobil Cina, Cui Dongshu, mengatakan, Shenzhen telah memimpin di antara kota-kota besar Cina. Penerapan bahan bakar listrik untuk taksi ini menyusul armada bus Shenzhen telah menggunakan listrik sejak 2017.

Beijing dan kota-kota Cina lainnya dilayani oleh pasukan skuter listrik, sepeda, dan kendaraan roda tiga yang membantu mengurangi emisi. Operasionalnya yang yaris hening kadang-kadang “mengejutkan” pejalan kaki.

Program taksi listrik 20.000-plus di Shenzhen ini diperkirakan akan mengurangi emisi karbon sekitar 850.000 ton per tahun, kata komite transportasi kota. Namun, prakarsa “semua-listrik” ini tidak mencakup layanan transportasi online dan berbagi-pakai seperti Uber, yang populer di Cina.

Menyediakan tempat untuk mengisi ulang listrik untuk taksi telah menjadi rintangan besar sejak Shenzhen meluncurkan 100 taksi listrik pertamanya pada 2010. Cui memuji kota ini untuk jaringannya yang mencapai sekitar 20.000 stasiun pengisian umum, yang menurutnya harus cukup untuk memenuhi sebagian besar permintaan listrik.

Postcomended   Jalur Sutra Baru (2): Ramalan Mercator ihwal Jalur Sutra di Eropa

Taksi listrik dilengkapi dengan terminal on-board yang memberi tahu para pengemudi dimana harus mengisi pasokan seperti di bandara, stasiun kereta api, atau lokasi lainnya. Terminal ini juga menampilkan tarif dan rute taksi, yang kata komite transportasi Shenzhen akan membantu mencegah pengemudi kelebihan mengisi listrik atau mengambil rute memutar.

Shenzhen, yang berbatasan dengan Hong Kong, adalah rumah bagi Huawei Technologies dan sejumlah perusahaan teknologi Cina lainnya. Menurut Komite Transportasi Kota Shenzhen, Shenzhen adalah satu dari 13 kota percontohan yang mempromosikan transportasi umum energi alternatif untuk mengurangi polusi kabut asap dan mengembangkan industri energi alternatif.

Cina berkepentingan mengurangi polusi udara karena ini berdampak selain pada kematian dini juga menyebabkan berkurangnya produksi pangan. Laman South China Morning Post pertengahan 2018 lalu melaporkan dengan mengutip penelitian dari Chinese University of Hong Kong, bahwa polusi udara telah memicu kerugian hingga 267 miliar yuan (sekitar Rp 580 triliun) terhadap ekonomi Cina. Cina bertekad mengembalikan kondisi langitnya dari cengkeraman polusi udara pada periode 2018-2020.***

Postcomended   Lebih dari 130 Perusahaan AS Dilarang Berdagang dengan Huawei

 

Loading...


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Loading...
To Top