Internasional

Intelijen Sebut Iran Rencanakan Serangan, AS Bersiap Kirim Selusin Jet Tempur

Share the knowledge

Jet Fighter bersiap trbang ke Timur Tengah (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=vwGo_KMTrk0)

Jet Fighter AS bersiap terbang ke Timur Tengah (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=vwGo_KMTrk0)

Ketika AS berpikir Iran merencanakan serangan terhadap AS dan kepentingannya di Timur Tengah, Pentagon bersiap mengirim ratusan tentara tambahan dan selusin jet tempur ke kawasan itu. Di tengah eskalasi yang meningkat, AS dan Saudi melakukan jual beli amunisi.

Untuk pertama kalinya, para pejabat Pentagon, Jumat (24/5/2019), secara terbuka menyalahkan Iran dan kuasanya atas pemboman kapal tanker baru-baru ini di dekat Uni Emirat Arab dan serangan roket di Irak, dan ini dianggap sebagai serangan terhadap kepentingan mereka di Timteng.

Presiden AS, Donald Trump, mengatakan kepada wartawan, Jumat, sebanyak 1.500 tantara akan dikerahkan mulai bulan ini (Mei), sebagai tanggapan atas apa yang dikatakan AS sebagai ancaman dari Iran. Pengumuman ini mengakhiri tiga minggu ketegangan yang meningkat dengan Iran sejak pemboman kapal tanker tersebut.

Langkah-langkah tersebut mengkhawatirkan anggota DPR AS (Kongres), yang menuntut bukti dan perincian (atas tuduhan AS terhadap Iran itu), di tengah kekhawatiran AS akan bergerak menuju konflik terbuka dengan Iran.

Sementara itu Trump –dengan ancaman pengerahan militernya ke kawasan Teluk Persia tersebut– tampak memancing-mancing Iran untuk menyerah dengan menyatakan bahwa dia terbuka untuk negosiasi dengan Republik Islam tersebut.

Dilansir laman AP News, pada Jumat Trump tampak mengecilkan prospek konflik ketika berbicara di Gedung Putih. “Saat ini, saya tidak berpikir Iran ingin bertarung dan saya pasti tidak berpikir mereka ingin bertarung dengan kami,” katanya.

Postcomended   15 April dalam Sejarah: Di Tengah Samudera Atlantik yang Membeku, RMS Titanic Tenggelam

Dalam langkah terkait, pemerintahan Trump, Jumat, menggunakan alasan “darurat” untuk bergerak maju dengan penjualan 7 miliar dollar AS (sekitar Rp 98 triliun) amunisi lengkap dengan presisi dan dukungan militer lainnya ke Arab Saudi.

Garda Revolusi Iran Dituding Ngebom Tanker

Wakil Laksamana Michael Gilday mengatakan kepada wartawan Pentagon bahwa AS memiliki “keyakinan sangat tinggi” bahwa Garda Revolusi (pasukan paramiliter Iran) bertanggung jawab atas ledakan pada empat kapal tanker, dan bahwa proksi Iran di Irak menembakkan roket ke Baghdad.

Dia mengatakan Iran juga mencoba mengerahkan kapal kecil yang dimodifikasi yang mampu meluncurkan rudal jelajah. Pengerahan yang diumumkan Jumat mencakup satu skuadron 12 jet tempur, pesawat pengawas berawak dan tak berawak, dan sejumlah insinyur militer untuk meningkatkan perlindungan bagi pasukan.

Selain itu satu batalyon empat deret rudal Patriot yang dijadwalkan meninggalkan Timur Tengah telah diperintahkan untuk tetap tinggal. Jumlah total pasukan yang terlibat adalah sekitar 1.500, dengan sekitar 600 termasuk dalam batalion Patriot. Tak satu pun dari pasukan itu akan pergi ke Irak atau Suriah.

Postcomended   2 Desember dalam Sejarah: Pablo Escobar Tewas dalam Baku Tembak di Atas Atap

“Beberapa orang yang sangat berbakat akan pergi ke Timur Tengah sekarang dan kita akan melihat apa yang terjadi,” kata presiden di Gedung Putih sebelum melakukan perjalanan ke Jepang.

Saat pengarahan wartawan di Pentagon, Gilday, direktur Staf Gabungan, tidak menunjukkan bukti langsung yang mendukung klaim untuk menyerang Iran. Dia mengatakan kepada wartawan bahwa kesimpulannya didasarkan pada informasi intelijen.

Menurut Gilday, AS terus melihat intelijen yang menyarankan bahwa Iran secara aktif merencanakan serangan terhadap AS dan mitra di wilayah tersebut oleh Garda Revolusi dan proksi Iran di Yaman dan Irak.

Didesak untuk menunjukkan bukti keterlibatan Iran, dia mengatakan bahwa ranjau yang digunakan dalam serangan kapal tanker dikaitkan langsung dengan Garda Revolusi dan dia mengatakan ancaman dapat ditelusuri kembali ke para pemimpin senior di Iran.

AS memiliki sekitar 70.000 tentara di Timur Tengah, termasuk di pangkalan Angkatan Laut utama di Bahrain dan pangkalan Angkatan Udara dan pusat operasi di Qatar. Ada sekitar 5.200 tentara di Irak dan 2.000 di Suriah. Awal bulan ini, AS mengirim ribuan lainnya ke wilayah di sekitar Iran, termasuk kelompok serangan kapal induk, empat pesawat pembom, jajaran rudal Patriot, dan jet tempur.

Postcomended   Tidak Ada Hubungan Langsung antara Disleksia dan Kecedasan

Ketegangan meningkat dengan Iran selama lebih dari setahun. Pemerintahan Trump tahun lalu menarik diri dari perjanjian nuklir 2015 antara Republik Islam ini dan negara-negara kekuatan dunia dan mengembalikan sanksi Amerika yang telah merusak ekonomi Iran.

Presiden berargumen bahwa kesepakatan nuklir yang gagal untuk cukup mengekang kemampuan Iran mengembangkan senjata nuklir atau menghentikan dukungannya untuk milisi di seluruh Timur Tengah yang menurut AS mendestabilkan kawasan.***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top