AS dan Israel Kompak Memutuskan Cabut dari UNESCO

Internasional
Share the knowledge

 

http://asbarez.com/137678/unesco-adopts-yerevan-declaration-condemning-cultural-vandalism/
Markas UNESCO di Paris (Gambar dari: asbarez.com)

Pada Minggu tengah malam (31/12/2018) Amerika Serikat dan Israel resmi keluar dari UNESCO. Alasannya terkait tudingan mereka setahun lalu bahwa badan pendidikan, ilmiah, dan budaya PBB ini mendorong bias anti-Israel. Hal ini diduga tak akan banyak memengaruhi secara keuangan.

Penarikan diri ini sebagian besar bersifat prosedural, namun merupakan pukulan baru bagi UNESCO, yang dalam sejarahnya didirikan bersama Amerika Serikat (AS) setelah Perang Dunia (PD) II dengan motivasi untuk mendorong perdamaian.

Laman Time melaporkan, pemerintahan Presiden Donald Trump telah mengajukan pemberitahuan untuk mundur sejak Oktober 2017 yang diikuti Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

Organisasi yang bermarkas di Paris ini dikecam para kritikusnya karena dianggap wadah untuk bias anti-Israel. UNESCO misalnya telah mengritik pendudukan Israel atas Yerusalem Timur, menyebut situs-situs Yahudi kuno sebagai situs warisan Palestina dan memberikan keanggotaan penuh kepada Palestina pada 2011.

AS telah menuntut agar dilakukan “reformasi mendasar” di lembaga yang terkenal karena program Warisan Dunia untuk melindungi situs budaya dan tradisi ini. UNESCO juga bekerja untuk meningkatkan pendidikan untuk anak perempuan, mempromosikan pemahaman tentang kengerian Holocaust, dan untuk membela kebebasan media.

Postcomended   Jenius Rusia Ini Mengaku Dikirim dari Mars untuk Selamatkan Bumi

Namun penarikan itu tidak akan berdampak besar pada keuangan UNESCO, sebab Lembaga ini sudah sejak 2011 berurusan dengan pemotongan dana ketika Israel dan AS berhenti membayar iuran setelah Palestina dipilih sebagai negara anggota.

Sejak itu para pejabat memperkirakan bahwa AS –yang menyumbang sekitar 22 persen dari total anggaran– telah memiliki utang iuran kepada UNESCO hingga mencapai 600 juta dollar AS. Sementara itu Israel berutang sekitar 10 juta dollar AS.

Tepat setelah Trump mengumumkan penarikan, jabatan Direktur Jenderal UNESCO baru saja diserahterimakan kepada Audrey Azoulay; seorang yang memiliki darah Yahudi dan Maroko. Dia telah memimpin peluncuran situs web pendidikan Holocaust dan pedoman pendidikan pertama AS tentang memerangi anti-Semitisme; inisiatif yang diduga untuk menanggapi kekhawatiran AS dan Israel.

Para pejabat mengatakan bahwa banyak alasan yang dituduhkan AS sebagai alasan penarikan-diri, tidak berlaku lagi, dan mencatat bahwa sejak itu ke-12 teks tentang Timur Tengah yang disahkan di UNESCO telah disetujui bersama antara Israel dan negara-negara anggota Arab.

Menurut duta besar Israel untuk UNESCO, saat pengesahan itu pada April tahun lalu, suasananya “seperti pernikahan” setelah negara-negara anggota menandatangani resolusi kompromi yang jarang terjadi pada “Pendudukan Palestina”, dan diplomat UNESCO memuji kemungkinan terobosan pada ketegangan lama Israel-Arab.

Postcomended   Facebook Susul Apple Bekukan Empat Laman Milik Ahli Teori Konspirasi AS #FacebookDown

Namun, dokumen itu masih cukup kritis terhadap Israel, dan upaya itu tidak cukup untuk mendorong AS dan Israel untuk mempertimbangkan kembali keputusan mereka untuk berhenti. Dalam beberapa tahun terakhir, Israel telah geram dengan resolusi berulang yang mengabaikan dan mengurangi koneksi historisnya dengan Tanah Suci dan yang menyebut situs-situs Yahudi kuno sebagai situs warisan Palestina.

Departemen Luar Negeri AS tidak dapat berkomentar karena penutupan pemerintah AS (government shutdown). Sebelumnya, departemen itu mengatakan kepada para pejabat UNESCO bahwa AS berniat untuk tetap terlibat di UNESCO sebagai “negara pengamat” –bukan anggota– mengenai masalah-masalah yang “tidak dipolitisasi”, termasuk perlindungan situs-situs Warisan Dunia, mengadvokasi kebebasan pers, menganjurkan kebebasan pers dan mempromosikan kolaborasi ilmiah dan Pendidikan. AS berpotensi mencari status itu selama pertemuan Dewan Eksekutif UNESCO pada April.

Bukan kali ini saja AS menarik diri dari UNESCO. Pemerintahan negeri adidaya ini di masa Presiden Ronald Reagan melakukannya pada 1984 karena memandang badan tersebut sebagai salah kelola, korup, dan digunakan untuk memajukan kepentingan Uni Soviet. AS bergabung kembali pada tahun 2003.

Postcomended   Sutradara Hollywood Asal Malaysia Didakwa Ikut Mengorupsi Dana 1MDB

Pernyataan Reagan itu seperti didadopsi Nikki Haley, duta besar AS untuk PBB, melalui kicauannya di akun Twitter-nya Selasa (2/1/2018). Haley bahkan menyebut UNESCO sebagai cesspool (tangki limbah/septik). “UNESCO adalah salah satu badan PBB yang paling korup dan berpolitik,” tulis Haley. “Hari ini penarikan AS dari tangki septik ini menjadi resmi,” cuitnya, seraya menulis tagar #USStrong.***


Share the knowledge

Leave a Reply

Specify Instagram App ID and Instagram App Secret in Super Socializer > Social Login section in admin panel for Instagram Login to work