Menebak Pihak Paling Merugi dalam Perang Dagang AS-China - Kompas.com Internasional kompas Daging babi merupakan salah satu komoditas ekspor utama Amerika Serikat ke China.

Menebak Pihak Paling Merugi dalam Perang Dagang AS-China – Kompas.com Internasional kompas Daging babi merupakan salah satu komoditas ekspor utama Amerika Serikat ke China.

Pembalasan Cina tampaknya mengenai sasaran. Amerika Serikat (AS), Senin (2/4/2018) mengecam Cina karena Cina mengenakan tarif pada 128 produk yang diimpor dari AS senilai 3 miliar dolar AS, termasuk buah dan daging babi. Penetapan tarif ini sebagai balasan kepada AS yang telah menaikkan tarif baja dan alumunium asal Cina.

Pemerintahan Presiden Donald Trump mengatakan, pembatasan tarif pada impor baja dan aluminium dilakukan lebih karena barang-barang ini dianggap ancaman terhadap keamanan nasional AS. Sementara Kementerian Perdagangan Cina menyebut alasan itu sebagai “penyalahgunaan” pedoman Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

Pernyataan di situs web Kementerian Perdagangan menyebutkan, langkah-langkah AS ini hanya diberlakukan untuk beberapa Negara, ini merupakan pelanggaran prinsip non-diskriminasi yang menjadi landasan sistem perdagangan multilateral, karenanya ini secara serius melanggar kepentingan pihak Cina.

Postcomended   Food Tour Mangga Besar/Tangkiwood Town

Trump telah berulang kali mencela surplus perdagangan Cina yang besar dibanding AS sediri, dan berjanji mengambil langkah-langkah untuk memangkas defisit AS; janji yang disampaikan selama kampanye pemilihan presidennya.

“Subsidi Cina dan kelebihan kapasitas terus menjadi penyebab utama,” kata wakil juru bicara Gedung Putih, Lindsay Walters, yang menyebutnya dengan istilah “krisis yang mempengaruhi baja”.

“Alih-alih menarget ekspor AS yang diperdagangkan secara fair, Cina perlu menghentikan praktik perdagangan tidak adil yang merugikan keamanan nasional AS dan mendistorsi pasar global,” katanya.

Postcomended   Mungkinkah Penyederhanaan Rupiah Dilakukan di Tahun Politik?

Mengutip pernyataan pemerintah, Xinhua melaporkan, Beijing telah memperingatkan bulan lalu bahwa mereka sedang mempertimbangkan tarif 15 persen dan 25 persen pada berbagai produk termasuk anggur, kacang dan skrap aluminium, yang disebutkan akan berlaku mulai Senin (2/4/2018).

Pungutan tersebut menanggapi tarif 10 persen pada aluminium dan 25 persen pada baja yang juga membuat marah sekutu AS.(***/channelnewsasia)

Share the knowledge